Jangan Remehkan Pukulan Pertama
Kisah Kakek Tukang Batu dan Hukum Konsistensi Oleh Saiful Bahri Suatu pagi, seorang kakek duduk di pinggir jalan...
Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat. Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Kisah Kakek Tukang Batu dan Hukum Konsistensi Oleh Saiful Bahri Suatu pagi, seorang kakek duduk di pinggir jalan...
Oleh: Ayah Ilham Pagi di Lamno selalu datang pelan-pelan. Matahari naik dari balik bukit, menyentuh pucuk kelapa, lalu...
Oleh: Suko Wahyudi Negeri ini kadang lebih percaya kepada sorban daripada akal sehat. Begitu seseorang memakai jubah putih,...
Oleh Reiner Emyot Ointoe “Setiap istri di pinggiran kota bergumul dengan semua ini sendirian. Saat ia merapikan tempat...
Oleh: Novita Sari Yahya Sejak kecil saya sudah menyukai dunia tari. Musik dan gerakan selalu terasa dekat dengan...
Oleh: Kang Thohir Bayang-bayang traumatik meluap-luap, di ujung tanduk ruang yang pengap. Menggambarkan hidup kelam pada peristiwa itu,...
Oleh Aswan Nasution Jika melihat bendera Merah Putih berkibar megah di seluruh Indonesia pada tanggal 17 Agustus, Kita...
Oleh Fileski Walidha Tanjung Di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Madiun, Plaza Madiun pada Minggu siang yang riuh...
Oleh: Syarifudin Brutu Hentak gendang bertalu-talu, kaki menghentak dan tangan berayun di bawah panji-panji yang kaku. Di negeri ini, hiburan dibungkus...