Esai · Potret Online

Boh Punto, Buah Yang Hampir Terlupakan

Penulis  Ir Azhar
Juni 14, 2026
6 menit baca 20
fc2b7114-0a01-4a67-9fca-2ea4eddfbc7d
Foto / IlustrasiBoh Punto, Buah Yang Hampir Terlupakan
Disunting Oleh

Oleh Ir. Azhar, M.T.
Dosen Pada Fakultas Teknik Universitas Lampung

fc2b7114-0a01-4a67-9fca-2ea4eddfbc7d

Aceh dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan hayati yang melimpah, termasuk beragam jenis buah-buahan lokal yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain buah-buahan yang populer seperti durian, rambutan, dan manggis, terdapat pula sejumlah buah lokal yang keberadaannya mulai jarang dikenal oleh generasi muda. 

Salah satunya adalah Boh Punto atau buah punti (Diploknema oligomera), ada juga yang menyebutnya dengan nama Boh Meunto; sejenis buah dari keluarga Sapotaceae atau keluarga sawo-sawoan.

Ciri-Ciri Boh Punto

Boh Punto (Diploknema oligomera) merupakan salah satu buah lokal khas Aceh yang termasuk dalam keluarga Sapotaceae atau keluarga sawo-sawoan. Buah ini tumbuh pada pohon berukuran besar dengan batang yang kokoh dan tajuk yang rimbun. Pohonnya dapat mencapai ketinggian puluhan meter sehingga buah yang telah matang biasanya jatuh sendiri ke tanah tanpa perlu dipetik.

Boh Punto umumnya berbentuk bulat hingga agak lonjong dengan ukuran yang bervariasi. Kulit buah berwarna hijau dan relatif tipis, sehingga mudah dikupas dengan tangan ketika buah telah matang.

Berbeda dengan banyak buah lainnya, warna kulit Boh Punto tidak mengalami perubahan yang mencolok saat matang sehingga tingkat kematangan biasanya dikenali dari kondisi buah yang jatuh secara alami dari pohonnya.

Daging Boh Punto berwarna putih kekuningan hingga krem dengan tekstur yang lembut dan agak kenyal. Pada bagian tengah buah terdapat satu biji yang berukuran cukup besar dan berwarna cokelat mengilap. Biji tersebut dikelilingi oleh lapisan daging buah yang menjadi bagian utama untuk dikonsumsi.

Dari segi cita rasa, buah yang masih muda memiliki rasa kelat atau sepat karena kandungan tanin yang masih tinggi. Namun, setelah matang sempurna, rasa kelat tersebut berkurang dan berubah menjadi rasa manis yang khas dengan aroma yang lembut. Semakin matang buahnya, tekstur daging buah akan semakin lunak dan rasanya menjadi lebih nikmat.

Salah satu keunikan Boh Punto adalah kemampuannya bertahan ketika jatuh dari pohon yang tinggi. Meskipun jatuh dari ketinggian puluhan meter, buah ini umumnya tidak pecah, melainkan hanya mengalami sedikit penyok pada bagian tertentu. Karakteristik ini membuat masyarakat biasanya mengumpulkan buah yang telah jatuh secara alami sebagai tanda bahwa buah telah mencapai tingkat kematangan yang optimal.

Musim berbuah Boh Punto umumnya bertepatan dengan musim durian. Pada masa tersebut, buah-buah matang dapat ditemukan berserakan di bawah pohon dan menjadi salah satu buah musiman yang dinantikan oleh masyarakat. Selain dikonsumsi langsung, buah Boh Punto juga sering diolah menjadi jus dan berbagai makanan tradisional khas Aceh.

Sebaran Boh Punto (Diploknema oligomera)

Boh Punto (Diploknema oligomera) merupakan salah satu spesies dalam genus Diploknema, yaitu kelompok tumbuhan yang termasuk ke dalam keluarga Sapotaceae atau keluarga sawo-sawoan. Genus ini memiliki persebaran yang cukup luas di kawasan Asia, mulai dari wilayah Himalaya, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga China bagian barat daya. Namun, setiap spesies memiliki daerah persebaran yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya.

Di Indonesia, Diploknema oligomera memiliki persebaran yang relatif terbatas dibandingkan spesies lain dalam genus yang sama. Berdasarkan catatan botani, spesies ini ditemukan di Aceh dan Kepulauan Maluku. Di Aceh, Boh Punto tumbuh secara alami pada kawasan hutan tropis serta masih dapat ditemukan di hutan rakyat dan kebun campuran yang dikelola masyarakat.

Keberadaan Boh Punto di Aceh menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki kekayaan plasma nutfah yang penting untuk dilestarikan. Pohon-pohon Boh Punto umumnya tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang subur. Karena pohonnya berukuran besar dan berumur panjang, tanaman ini sering menjadi bagian dari vegetasi hutan yang telah tumbuh selama puluhan tahun.

Meskipun dikenal oleh masyarakat di beberapa daerah Aceh, persebaran Boh Punto saat ini tidak sebanyak buah-buahan budidaya yang lebih populer. Perubahan penggunaan lahan, berkurangnya kawasan hutan, serta minimnya upaya budidaya menyebabkan keberadaan pohon Boh Punto semakin jarang dijumpai di beberapa wilayah. Oleh karena itu, pelestarian pohon-pohon yang masih ada menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan spesies ini di alam.

Sebagai salah satu buah lokal khas Aceh, Boh Punto tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat. Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati daerah yang perlu dikenalkan dan dilestarikan agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Manfaat Boh Punto

Selain dikenal sebagai buah musiman yang memiliki cita rasa khas, Boh Punto juga berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Kandungan serat, vitamin, karbohidrat, serta senyawa antioksidan yang terdapat di dalamnya menjadikan buah ini sebagai salah satu sumber pangan lokal yang bernilai gizi.

Kandungan antioksidan dalam Boh Punto berperan membantu melindungi tubuh dari pengaruh radikal bebas. Senyawa ini membantu menjaga kesehatan sel dan jaringan tubuh sehingga dapat mendukung fungsi organ secara optimal. Antioksidan juga dikenal berperan dalam mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kerusakan sel akibat stres oksidatif.

Boh Punto juga mengandung vitamin C yang berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi serta mendukung proses perbaikan jaringan yang mengalami kerusakan. Dengan demikian, konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C, termasuk Boh Punto, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Kandungan serat yang terdapat dalam Boh Punto bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu memperlancar proses pencernaan, menjaga kesehatan usus, dan membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu, serat juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan kadar kolesterol dan gula darah sehingga baik untuk kesehatan secara umum.

Bagi kesehatan jantung, kandungan serat dan berbagai zat gizi lainnya dalam Boh Punto dapat membantu menjaga fungsi sistem kardiovaskular. Konsumsi makanan yang kaya serat diketahui dapat membantu menjaga kadar kolesterol dalam batas normal serta mendukung kesehatan pembuluh darah.

Manfaat lainnya adalah sebagai sumber energi alami. Karbohidrat yang terkandung dalam buah ini dapat menyediakan energi bagi tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Boh Punto dapat menjadi pilihan camilan alami yang tidak hanya lezat tetapi juga mengenyangkan.

Selain manfaat bagi kesehatan, Boh Punto juga memiliki nilai ekonomi dan budaya bagi masyarakat Aceh. Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti jus, campuran ketan, dan aneka makanan tradisional lainnya. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa Boh Punto tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner lokal yang patut dilestarikan.

Penutup

Sebagai salah satu buah khas Aceh, Boh Punto memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan memanfaatkan dan melestarikan buah lokal ini, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat gizi, tetapi juga turut menjaga keberlanjutan kekayaan hayati dan budaya daerah.

Di tengah perubahan zaman dan semakin berkurangnya perhatian terhadap buah-buahan lokal, upaya pelestarian Boh Punto menjadi semakin penting. Melalui pelestarian pohon, pemanfaatan yang berkelanjutan, serta pengenalan kepada generasi muda, keberadaan Boh Punto dapat terus terjaga dan tidak hilang dari khazanah keanekaragaman hayati Aceh.

Dengan demikian, menjaga Boh Punto berarti turut menjaga warisan alam dan identitas lokal agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

—–*

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...