BENTENG TERAKHIR Ketika benteng negeri runtuh oleh zaman,penyair berdiri dengan pena yang sunyi.Ia tak membawa senjata atau kekuasaan,hanya kata yang lahir dari nurani.Saat sejarah sibuk...
Baca SelengkapnyaMedia Perempuan Kritis dan Cerdas
BENTENG TERAKHIR Ketika benteng negeri runtuh oleh zaman,penyair berdiri dengan pena yang sunyi.Ia tak membawa senjata atau kekuasaan,hanya kata yang lahir dari nurani.Saat sejarah sibuk...
Baca SelengkapnyaOleh: Drs. Saiful Bahri, CHRM Kisah ini sedikit berbeda dari kisah titipan sebelumnya. Sama-sama titipan, tapi ujiannya lebih...
Baca SelengkapnyaOleh : Fitria Panjang Dering notifikasi nyaris tak pernah benar-benar berhenti. Linimasa bergerak lebih cepat daripada kemampuan kita...
Baca SelengkapnyaOleh Istiqomah,S.Si Fisikawan-Demokrasi/Alumnus Fisika Universitas Airlangga Sebuah bangsa dapat terluka bukan hanya oleh senjata, tetapi juga oleh kata-kata....
Baca SelengkapnyaOleh: M. Fauzan Febriansyah Kepala Sekolah Sadakata Leadership Academy Minggu sore biasanya punya tabiat yang sulit dibantah. Tabiat...
Baca SelengkapnyaSilaturrahmi IKAPDA ASEL dan ABDYA Bersama Pimpinan Pesantren Darul Arafah Raya Oleh: Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I. KUA Tapaktuan,...
Baca SelengkapnyaKetika Integritas Seorang HRD Diuji Titipan Orang Penting Oleh: Drs. Saiful Bahri Setiap perusahaan pasti punya prosedur rekrutmen....
Baca SelengkapnyaOleh Reiner Emyot Ointoe „Membaca berarti menerima makna; menulis berarti memberikan makna.” — Jean Paul Sartre(1905-1980), Le Mots(Gramedia...
Baca SelengkapnyaOleh Istiqomah Fisikawan Demorkasi/Alumnus Fisika Universitas Airlangga Dalam fisika, ada sebuah keadaan yang tampak sederhana, tetapi menyimpan pelajaran...
Baca Selengkapnya