• Latest

Dunia People, Planet, Benefit (PPB) – Untuk Refleksi Hari Buruh 1 Mei 2023

Mei 4, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dunia People, Planet, Benefit (PPB) – Untuk Refleksi Hari Buruh 1 Mei 2023

Redaksiby Redaksi
Mei 4, 2023
Reading Time: 3 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Suroto

Dogma tiga pilar utama tentang cara membangun dunia menjadi kampanye luas : People, Planet, Profit ( PPP). Terjemahan bebasnya pembangunan dunia ini diminta untuk perhatikan aspek peranan manusia sebagai subyek, perhatikan keselamatan lingkungan dan yang terakhir tetap mengambil keuntungan atau profit.

Kita selama ini disuruh menghafal dogma trimatra PPP tersebut. Melalui berbagai forum diskusi, seminar, paket kebijakan internasional. Semua organisasi bisnis dan masyarakat sipil diminta untuk menempelkanya sebagai template atau platform standard presentasi dan bahan kampanye.

Pembangunan diserukan agar perhatikan keselamatan lingkungan, manusia tidak boleh dialeniasi dari pembangunan. Namun kedua hal tersebut tentu sulit diwujudkan karena pengejaran terhadap profit, keuntungan tetap terus ditegakkan.

Sebab apa? sebab pengejaran keuntungan, profit oriented itu abai terhadap soal penting keselamatan lingkungan, dan aleniasi pada manusia. Tiga pilar itu sifatnya contradictio in terminis. Saling bertentangan. Guru besar para kapitalis Milton Friendman katakan satu hal penting : Hanya satu tanggungjawab perusahaan, korporasi itu ialah mengejar keuntungan atau profit.

Jadi, jikapun mereka itu kita minta untuk mengambil tanggungjawab kemanusiaan, maka mereka hanya akan membuat aktifitas charity, karitas yang mendikte. Jikapun mereka kita minta untuk tanggungjawab terhadap soal kemanusiaan ,maka mereka tetap akan dengan mudah menutup opini dunia dengan iklan bahwa mereka telah perhatikan gaji yang layak untuk kemanusiaan kepada para pekerja perusahaan mereka.

Sistem kapitalisme yang bertumpu pada tiga pilar penting : persaingan bebas, pemilikan individu tanpa batas, dan pengejaran keuntungan tetap berjalan. Sistem kapitalisme yang memberikan motivasi besar dan fasilitasi terhadap keserakahan ini tentu tidak akan mungkin dapat kita harapkan untuk perhatikan aspek kemanusiaan dan keselamatan lingkungan. Dunia tak cukup untuk memenuhi keserakahan mereka.

Kita dapat lihat dengan gamblang, pertemuan pertemuan nasional maupun internasional untuk membahas upaya penurunan gas emisi menjadi tak berguna. Perilaku industri korporat kapitalis yang mengancam lapisan ozon, pembabatan hutan secara masif, tetap terus terjadi. Sampai ranah individupun, orang orang kaya itu bahkan perilaku konsumsinya tak menunjukkan sedikitpun kesadaran untuk mengurangi jejak karbon mereka. Mereka itu tetap naik mobil pribadi, membuat rumah-rumah besar, mengonsumsi barang barang olahan dengan boros, berpelesiran ke sana ke mari, penyumbang peningkatan gas emisi serius yang sesungguhnya.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Lucunya lagi, dari konferensi yang dilakukan dan pembahasan serius soal keselamatan lingkungan dan planet ini tidak pernah kita dengar dari perspektif para penyelamat alam serius seperti masyarakat adat  misalnya. Mereka yang selalu menjaga hutan, tidak berkendaraan ke sana ke mari, makan makanan yang sangat kecil jejak karbonnya tidak pernah terlibat dalam pembicaraan. Mereka kalaupun diundang hanya untuk dijadikan legitimasi politis.

Korporasi dengan kekuatan akumulasi profit, dan penumpukan kekayaan tanpa batas itu tak hanya telah mempengaruhi isi keputusan untuk menghentikan kerusakan planet ini, tapi bagaimana keputusan itu tetap dapat memperbesar bagi keuntungan mereka. Isu green ekonomi dihembuskan, tapi di belakangnya sebetulnya hanya satu hal motifnya : Keuntungan.

Itu tentang planet, tentang penyelamatan lingkungan dan kehidupan ini. Belum lagi terhadap soal People, soal manusia dan kemanusiaan. Pembangunan yang memanusiakan manusia dan tidak mengalienasi mereka yang lemah di mana-mana hanya menjadi omong kosong. Tidak ada keseriusan sama sekali dalam setiap keputusan bisnis yang diambil untuk berubah.

Masyarakat adat, orang miskin di kota-kota dan bahkan orang orang desa jadi korban penggusuran dari sebuah perluasan pembangunan bisnis mereka. Mereka bahkan digebuk aparat yang berkongkalikong dengan pemilik korporat. Kejahatan perusahaan tambang dan perkebunan monokultur terus meningkat di mana-mana.

Kita saat ini sedang menghadapi krisis dunia. Krisis lingkungan dan krisis kemanusiaan. Tentu tak ada cara lain yang dapat kita lakukan kecuali berbicara dengan anak anak muda, pemilik masa depan planet ini. Mereka harus kita ajak untuk menghapus sumber masalah besar dari kegagalan pembangun yang bertumpu pada People, Planet, Profit (PPP).

Kita harus minta mereka, anak anak muda itu secara serius untuk memblokadenya dengan gantikan rezim pengejaran profit itu dengan rezim benefit. Rezim yang berorientasi kecukupan bukan turuti keserakahan, suatu rezim yang tempatkan manusia sebagai subyek setara, suatu rezim yang jadikan alam/ planet ini sebagai rumah bersama. Mereka harus kita minta secara serius untuk merebutnya  dengan cara menggantikan sistem perusahaan. Gantikan korporasi kapitalis itu agar tidak otoriter berada di bawah kendali satu atau segelintir investor semata. Kita harus minta anak anak muda itu untuk dorong demokratisasi perusahaan agar setiap buruh juga punya hak suara di perusahaan. Selamat hari buruh! Buruh sedunia bersatulah!

Jakarta, 1 Mei 2023

SUROTO

ADVERTISEMENT

Rakyat Jelata

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Menanyakan Peran dan Posisi TNI Dalam Penegakan Demokrasi dan Konstitusi (1)

Menanyakan Peran dan Posisi TNI Dalam Penegakan Demokrasi dan Konstitusi (1)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com