• Latest
Kisah Cinta Di Bumi Aceh

Kisah Cinta Di Bumi Aceh

Februari 6, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
IMG_0518

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa

Maret 27, 2026
b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026

Rekonsiliasi Sunni–Syiah: Kunci Persatuan Umat Islam Menghadapi Ketimpangan Global

Maret 27, 2026
632458c6-42bf-4adc-b9a7-5a84eb6eea5c

Physical Artificial Intelligence Geothermal dan Potensi Indonesia Menjadi Pemain Dunia

Maret 27, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi

Kegaduhan dan Seni Mengalihkan Pandangan.

Maret 27, 2026
1001386795_11zon (1)

Kapal Induk “Gratis” Dari Italia?!

Maret 27, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kisah Cinta Di Bumi Aceh

Redaksi by Redaksi
Februari 6, 2026
in #Cerpen, Cerpen
Reading Time: 2 mins read
0
Kisah Cinta Di Bumi Aceh
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh : Mustiar Ar


Pasar Peunayong pagi itu hidup oleh suara orang-orang yang berjuang dengan caranya masing-masing. Amir berdiri di antara lapak ikan asin ketika matanya bertaut dengan mata Cut Nurdiana. Kerudungnya sederhana, senyumnya jujur, dan sejak detik itu Amir tahu: ada perasaan yang tak bisa ditawar.


Mereka bertemu lagi dan lagi. Pasar menjadi saksi tumbuhnya cinta yang tak pernah diumumkan, hanya disimpan dalam doa dan rencana kecil. Amir bermimpi membangun rumah kayu dekat laut. Cut Nurdiana bermimpi mengisi rumah itu dengan tawa.


Namun bumi lebih dulu bicara.
26 Desember 2004, tanah Aceh bergetar. Laut bangkit membawa murka. Amir berlari mencari Cut Nurdiana di tengah jerit dan reruntuhan.
Ombak memisahkan mereka di tikungan jalan—tatap terakhir yang tak sempat berpamitan.
Hari-hari setelahnya adalah kuburan tanpa nama. Amir hidup, tapi separuh jiwanya tertinggal. Ia mencari Cut Nurdiana dari posko ke posko, dari daftar korban ke tanah-tanah basah oleh doa. Tahun berganti, harapan menipis, tapi tak pernah benar-benar mati.


Hingga suatu sore, sepucuk surat datang.
Tulisan itu dikenalnya—rapi, miring ke kanan.
Amir, jika surat ini sampai, aku masih hidup.
Langit seolah runtuh dan memeluknya sekaligus.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Aku Merindu

Maret 17, 2026


Mereka bertemu di sebuah panti rehabilitasi. Cut Nurdiana duduk di kursi roda. Wajahnya sama, tapi waktu telah mengambil sesuatu darinya. Ingatannya patah, kakinya lumpuh, masa lalu terpotong oleh gelombang.
Amir berdiri lama, menahan air mata.
“Cut… ini aku,” katanya akhirnya. “Amir.
Orang yang dulu memungut uang recehmu di pasar.”


Cut Nurdiana menatapnya hati-hati.
“Aku ingin percaya,” ucapnya lirih, “tapi ingatanku seperti halaman yang sobek.”
“Aku tak datang untuk mengingatkanmu,” Amir tersenyum getir. “Aku hanya ingin tahu kau selamat.”


“Maafkan aku,” katanya pelan. “Jika namamu tak lagi mengguncang dadaku.”
“Jangan minta maaf,” jawab Amir. “Cinta tak selalu harus diingat. Kadang cukup tahu orang yang kita cintai masih hidup.”
Hening menyusup di antara mereka.


“Apa kau akan pergi?” tanya Cut Nurdiana.
“Iya,” kata Amir. “Jika aku tinggal, aku akan berharap. Dan harapan… terlalu kejam.”
“Jika suatu hari aku mengingatmu?”
“Anggap aku doa yang pernah singgah.”
Amir melangkah pergi.


Saat punggungnya menjauh, Cut Nurdiana berbisik, hampir tak terdengar,
“Kenapa dadaku terasa sesak melihatmu pergi?”
Amir berhenti sejenak, tanpa menoleh.
“Itu mungkin sisa cinta,” katanya. “Atau luka yang lupa namanya.”
Ia pergi.
Dan di bumi Aceh yang pernah diguncang laut, cinta mereka tetap berdiri—bukan untuk dimiliki, tapi untuk dikenang oleh waktu.


TAMAT 06.02.2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 259x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 205x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 148x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 135x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077
Antologi Puisi

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
IMG_0518
Sejarah

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa

Maret 27, 2026
b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322
# Ironi

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
Next Post
Sarjana Dalam Gendongan

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com