POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Tokoh Inspiratif Hamdani Mulya Guru, Penulis, dan Pegiat Literasi

RedaksiOleh Redaksi
December 19, 2025
Mengenal Tokoh Inspiratif Hamdani Mulya Guru, Penulis, dan Pegiat Literasi
🔊

Dengarkan Artikel

Penulis: Reihana Altafunnisa

Latar Belakang Kehidupan


Hamdani Mulya lahir di Desa Paya Bili, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara pada 10 Mai 1979 dan tumbuh di Aceh, wilayah yang dikenal sebagai “Serambi Mekkah.” Sejak kecil ia akrab dengan tradisi lisan, syair, dan bahasa Aceh yang kaya filosofi. Lingkungan keluarga yang religius dan masyarakat yang masih menjaga adat istiadat membuat Hamdani memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya lokal.

Pendidikan formal ia tempuh di SDN Paya Bili, SMPN 1 Meurah Mulia, dan SMAN 1 Samudera Geudong. Kemudian tahun 1998 menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang kemudian mengantarkannya menjadi seorang guru. Bagi Hamdani, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa untuk mendidik generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya mereka.

Karier sebagai Guru dan Penulis
Sebagai guru, Hamdani Mulya dikenal mengintegrasikan kearifan lokal Aceh dalam proses belajar-mengajar. Ia percaya bahwa pendidikan tidak boleh terlepas dari konteks budaya masyarakat. Saat ini Hamdani mengajar pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMAN 1 Lhokseumawe.

Selain mengajar, Hamdani aktif menulis. Salah satu karya pentingnya adalah buku:

-“Bahasa Indatu Nenek Moyang Ureueng Aceh” (2018)
Buku ini membahas bahasa Aceh dari perspektif budaya. Hamdani menuliskan istilah sapaan, nama makanan tradisional, alat pertanian, hingga syair-syair khas Aceh.

Dalam salah satu pandangannya, ia menulis:
“Bahasa adalah identitas. Hilangnya bahasa berarti hilangnya jati diri. Bahasa Aceh adalah warisan indatu (nenek moyang) yang harus kita jaga.”

Kutipan ini menunjukkan komitmen Hamdani terhadap pelestarian bahasa sebagai inti dari kebudayaan.

📚 Artikel Terkait

Rempah yang Bertuah

Menulis Itu Seperti Buang Air Besar

Rakerwil KKG MI Se-Aceh Lahirkan Sejumlah Rekomendasi

Emak, Aku ingin Ikut Pertukaran Mahasiswa

Ia juga menulis artikel berjudul:
-“Sastra Klasik Nenek Moyang Orang Aceh Sebagai Materi Ajar Kurikulum Merdeka” (2022)
Artikel ini menekankan pentingnya memasukkan sastra klasik Aceh ke dalam kurikulum nasional.

Hamdani memaparkan bahwa:
“Sastra klasik bukan sekadar teks lama, melainkan cermin nilai moral yang relevan sepanjang zaman.”

Kiprah dalam Literasi
Hamdani Mulya tidak hanya menulis buku, tetapi juga aktif sebagai pegiat literasi. Ia menyadari bahwa minat baca masyarakat Indonesia, khususnya di Aceh, masih rendah. Untuk itu, ia melakukan berbagai upaya:

  • Gerakan Literasi Sekolah (GLS): Mendorong siswa membaca buku setiap hari dan menulis refleksi.
  • Literasi Digital: Memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok, untuk menyebarkan pesan moral dan budaya.
  • Komunitas Literasi: Terlibat dalam forum literasi di Aceh, berbagi pengalaman menulis, dan menginspirasi generasi muda.

Dengan cara ini, Hamdani berhasil menjembatani tradisi lokal dengan teknologi modern, sehingga nilai budaya tetap relevan di era digital.

Kontribusi dan Pengaruh
Hamdani Mulya memberikan kontribusi nyata dalam beberapa aspek:

  • Pelestarian Bahasa Aceh: Mendokumentasikan istilah tradisional agar tidak hilang ditelan zaman.
  • Integrasi Budaya dalam Pendidikan: Mendorong kurikulum sekolah agar memasukkan sastra klasik Aceh.
  • Inspirasi Generasi Muda: Mengajak anak-anak dan remaja mencintai budaya sendiri sekaligus terbuka terhadap perkembangan global.
  • Aktivisme Sosial: Kehadirannya di ruang publik memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga identitas budaya.

Karya Utama Hamdani
-Tahun 2018 menerbitkan buku Bahasa Indatu Nenek Moyang Ureueng Aceh. Berisi bahasa, tradisi, dan syair Aceh. Buku referensi kearifan lokal.
-Tahun 2018 menulis buku Pengantin Surga. Sebuah novel bertema tsunami Aceh.
-Tahun 2020 menulis buku Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh. Buku sejarah Kerajaan Islam Samudera Pasai di Aceh Utara.
-Tahun 2020 menulis buku Wajah Aceh dalam Puisi. Antologi puisi berkisah tentang tsunami Aceh dan kearifan lokal.
-Tahun 2022 menulis artikel “Sastra Klasik Nenek Moyang Orang Aceh Sebagai Materi Ajar Kurikulum Merdeka”. Pendidikan berbasis budaya. Opini tentang integrasi budaya dalam kurikulum sekolah.
-Tahun 2025 menerbitkan buku Bahasa dan Sastra Aceh. Buku yang membahas tentang tata bahasa Aceh, sastra, dan kearifan lokal.

Hamdani juga menulis dalam bebera buku antologi puisi bersama sastrawan Indonesia dan Malaysia. Selain menjadi guru Hamdani meluangkan waktu aktif menulis di surat kabar Serambi Indonesia, Waspada, majalah Fakta, Kutaradja, Santunan Jadid, dan di berbagai media online seperti compasiana.com, kabarnanggroe.com, majalah potretonline.com, Kabardaily.com, dan rri.co.id.

Nilai Inspiratif
Ada beberapa nilai yang membuat Hamdani Mulya layak disebut tokoh inspiratif:

  • Dedikasi: Mengabdikan diri sebagai guru sekaligus penulis.
  • Kecintaan pada Budaya: Menempatkan budaya Aceh sebagai pusat perjuangan intelektual.
  • Adaptif: Memanfaatkan media digital untuk menyebarkan nilai literasi.
  • Visioner: Menyadari bahwa pelestarian budaya harus dilakukan melalui pendidikan formal dan informal.

Hamdani Mulya adalah sosok yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, literasi, dan pelestarian kearifan lokal Aceh. Sebagai guru, ia mendidik dengan hati; sebagai penulis, ia mendokumentasikan warisan budaya; dan sebagai pegiat literasi, ia menggerakkan masyarakat untuk mencintai membaca dan menulis.

Melalui karya dan kiprahnya, Hamdani menegaskan bahwa budaya adalah fondasi karakter bangsa. Ia menjadi teladan bahwa seorang guru bisa berperan lebih luas, bukan hanya mendidik di kelas, tetapi juga menjaga warisan leluhur dan menginspirasi masyarakat luas.

)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Balai Tekkomdik dan Arah Baru Digitalisasi Pendidikan Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00