Ada tangan di jendela
meniup seruling
berhamburan nota
bagai dedaun kering
tak sempat dibaca.
Pemain angin tanpa tubuh
memulang gema yang patah
menyusup liang batu
ke telinga langit
Ia terus meniup
retak bayang di lantai
menari dalam orkestra
tanpa bunyi.
Di hujung malam
angin terkoma
seruling jatuh ke bumi
apakah aku sekadar penonton
atau akukah sebenarnya
pemain itu?
ASMUI MUSTAPA
Pahang, Malaysia.
10.7.2025
ombak memecah wajah
tanpa kulit
tanpa nama
ikan berbicara
dalam bahasa kaca
pecah di telinga
meninggalkan gema asin
aku berenang
dalam bayangan sendiri
setiap riak
adalah topeng baharu
yang menolak wajahku
semakin jauh.
ASMUI MUSTAPA
Pahang, Malaysia























Diskusi