POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dari Istana ke Sel: Ironi Kekuasaan dan Pelajaran dari Sarkozy

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
October 25, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Revolusi yang Menelan Anaknya Sendiri

Saya teringat kata-kata Gus Dur: “Tidak ada kekuasaan yang perlu dipertahankan mati-matian.” Kalimat itu menjadi fakta ketika membaca berita dari Paris — Nicolas Sarkozy, mantan Presiden Prancis, resmi menjadi presiden pertama negeri itu yang benar-benar menjalani hukuman penjara.

Prancis adalah negeri yang pernah memenggal kepala rajanya, Louis XVI, pada 21 Januari 1793 di Place de la Révolution (kini Place de la Concorde), atas nama rakyat.
Dua abad kemudian, negeri yang sama memenjarakan presidennya atas nama hukum.
Di sanalah letak keagungan demokrasi: kepala negara bisa dijatuhkan, bahkan dipenjara, tanpa kudeta, tanpa darah, tanpa revolusi baru — cukup dengan keputusan pengadilan.

Sarkozy kini menjadi “mahasiswa baru” di universitas tertua dalam politik: Lembaga Pemasyarakatan.
Dulu ia memerintah negara dengan pena dan kebijakan; kini ia menunggu waktu makan siang di balik jeruji.
Demokrasi memang punya selera humor: hari ini berpidato di istana, esok hari berdoa di sel.
Di Prancis membuktikan bahwa hukum bukan alat kekuasaan tetapi pagar moral yang membatasi semua, bahkan presiden.

Aktivis Masuk Penjara Sebelum Jadi Presiden, Politisi Setelahnya

Berbeda dengan Eropa, di Indonesia penjara sering menjadi ruang tunggu sejarah: tempat aktivis dilahirkan, dan politisi dipenjarakan sebagai penjahat.

Soekarno masuk penjara bukan karena menyelewengkan dana, melainkan karena melawan kolonialisme Belanda.
Pada 29 Desember 1929, ia ditangkap dan dipenjarakan di Penjara Banceuy, Bandung, lalu dipindahkan ke Sukamiskin pada 1930.
Dari balik jeruji itulah lahir pleidoi legendaris “Indonesia Menggugat” (10 Agustus 1930) — naskah pembelaan politik yang menyalakan api kemerdekaan jauh sebelum republik berdiri.
Bagi Soekarno, penjara bukan hukuman, tetapi tempat menyusun cita-cita bangsa.

Namun zaman berganti.
Kini penjara menjadi tempat transit pejabat yang tersandung korupsi.
Bukan lagi “Indonesia
Menggugat,” melainkan “saya keberatan atas dakwaan.”
Jika Bung Karno keluar dari penjara dengan ide, maka banyak pejabat kini masuk penjara karena kekurangan ide kecuali untuk memperkaya diri.

Dunia Belajar dari Para Mantan Tahanan Politik.

Lihat Luiz Inácio Lula da Silva di Brasil — buruh pabrik baja yang dipenjara 580 hari karena tuduhan korupsi sebelum akhirnya dibebaskan dan kembali menjadi presiden.
Ia meluncurkan program Bolsa Família, yang menurunkan tingkat kemiskinan lebih dari 20 juta jiwa.

Atau José Mujica dari Uruguay — mantan gerilyawan yang menjalani 14 tahun penjara, sebagian besar di sel isolasi. Setelah bebas, ia menjadi “presiden termiskin di dunia”, menyumbangkan 90% gajinya kepada rakyat.

Ada pula Aung San Suu Kyi, ikon demokrasi Myanmar, yang menjalani tahanan rumah selama total 15 tahun. Kisahnya menunjukkan bahwa penjara bisa menjadi universitas moral bagi pemimpin sejati.

📚 Artikel Terkait

Mengenang Kembali “Risalah Amman”

“Menghadirkan Kesejahteraan dari Ujung Kampung: Menyegarkan Kembali Dana Desa Sebagai Strategi Pemersatu dan Pemberdaya”

MUSIBAH DI 13.03.2011

Ironi Tingkat Pelecehan Seksual Anak di Aceh

Bagaimana dengan Indonesia?

Mari menatap cermin negeri sendiri.
Di negara +62, istilah “mantan menteri yang dipenjara” bukan lagi kejutan, melainkan pengumuman berkala dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berikut beberapa nama dan fakta hukuman yang terverifikasi:

  1. Setya Novanto – Mantan Ketua DPR RI
    Kasus: Korupsi proyek e-KTP (kerugian negara ± Rp 2,3 triliun). Vonis: 15 tahun penjara (April 2018), dipotong menjadi 12 tahun 6 bulan (PK Juli 2025, MA).
  2. Edhy Prabowo – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan
    Kasus: Suap ekspor benih lobster senilai Rp 25,7 miliar.Vonis: 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta (Juli 2021).
  3. Juliari P. Batubara – Mantan Menteri Sosial
    Kasus: Suap bantuan sosial Covid-19. Vonis: 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta (Agustus 2021).
  4. Idrus Marham – Mantan Menteri Sosial
    Kasus: Suap proyek PLTU Riau-1. Vonis 3 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan.
  5. Johnny G. Plate – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika
    Kasus: Korupsi proyek BTS 4G Kominfo (kerugian negara ± Rp 8 triliun). Vonis: 15 tahun penjara (Juli 2024).

Mereka dulu disambut tepuk tangan di podium, kini difoto dengan rompi oranye di ruang sidang.
Sejarah mengulang cerita hanya tempatnya yang berbeda: dari istana ke sel.

Mungkin suatu hari sejarah akan menulis bab baru bahwa di negeri +62, mantan presiden pun bisa dipenjara. Tak ada yang mustahil.

Namun, kita masih bisa mencegahnya dengan berpihak pada kebenaran, bukan pada kenyamanan.
Menolak menjadikan ambisi, lapar, atau gengsi sebagai alasan menukar nurani.

Penjara sebagai Cermin Moral Bangsa

Bagi aktivis, penjara adalah tempat menempa idealisme.
Bagi koruptor, penjara seharusnya menjadi tempat pendidikan menjadi warganegara yang sadar kesalahan dan dosa.

Sarkozy akhirnya belajar, bahwa dari balik jeruji,
kekuasaan bisa berakhir tapi tanggung jawab tidak pernah selesai.

Dunia memuji Prancis bukan karena mantan presidennya dipenjara,
melainkan karena negaranya berani menegakkan hukum tanpa pandang jabatan.

Indonesia masih punya waktu untuk belajar hal itu.
Jika hukum bisa berjalan tanpa takut pada kekuasaan, maka rakyat pun tak perlu takut pada ketidakadilan.

Penutup

Mungkin Gus Dur benar:

“Kekuasaan tidak perlu dipertahankan mati-matian.”

Sebab, siapa yang mempertahankan kekuasaan dengan segala cara, akan mati oleh cara-cara itu sendiri.

Penjara merupakqn peringatan: bahwa takdir seorang pemimpin bisa berbalik kapan saja.
Dan pada akhirnya, hanya satu yang abadi yaitu kebenaran.

Daftar Referensi

  1. CNN Indonesia. “Nicolas Sarkozy Dipenjara, Jadi Eks Presiden Prancis Pertama Masuk Bui.” 21 Oktober 2025.
  2. BBC News. “Louis XVI Execution: The Day the French King Lost His Head.” Arsip Revolusi Prancis, 1793.
  3. Tempo.co. “5 Menteri Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi, 2 di Antaranya Menteri Sosial.” 2024.
  4. Antara News. “PK Dikabulkan, Vonis Setya Novanto Dipotong Jadi 12 Tahun 6 Bulan Penjara.” Juli 2025.
  5. Kompas.com. “Vonis 12 Tahun Penjara untuk Juliari Batubara di Kasus Bansos Covid-19.” 2021.
  6. Hukumonline.com. “Tuntutan 5 Tahun Penjara terhadap Edhy Prabowo Dinilai Hina Rasa Keadilan.” 2021.
  7. The Guardian. “Brazil’s Lula Released from Prison After 580 Days.” 2019.
  8. Reuters. “Uruguay’s José Mujica: From Prisoner to President.” 2013.
  9. Arsip Nasional RI. “Pledoi Soekarno: Indonesia Menggugat.” Bandung, 1930.

Novita sari yahya
Penulis dan peneliti
Pembelian buku CP : 089520018812

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Menulis Resensi; Mengasah Literasi Santri Sejak Dini

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00