POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Teuku Cut Ali: Pejuang yang Terlupakan dari Sejarah Nasional

RivaldiOleh Rivaldi
July 3, 2025
Ada Apa dengan Kampus itu?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi 

Aceh dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak pahlawan yang gagah berani, mulai dari Teuku Umar hingga Cut Nyak Dhien. Namun, di antara deretan nama besar itu, ada satu nama terlupakan yaitu Teuku Cut Ali, sosok pejuang yang berjuang melawan penjajah Belanda di daerah Aceh selatan dengan semangat jihad dan keberanian luar biasa, namun sungguh disayangkan hingga hari ini belum pernah diakui secara resmi sebagai pahlawan nasional oleh negara.

Teuku Cut Ali bukan nama asing bagi masyarakat Aceh Selatan, khususnya wilayah Kluet Selatan dan sekitarnya. Ia adalah pejuang sejati, seorang pemimpin perang yang mengangkat senjata demi mempertahankan tanah, agama, dan martabat bangsanya. Perjuangannya berlangsung di tengah kondisi sosial yang sulit, saat rakyat Aceh dipaksa tunduk kepada kekuatan kolonial belanda yang ingin merampas tanah adat dan menghancurkan tatanan keislaman yang mereka pegang teguh.

Kenapa Tidak Diakui?

Pertanyaannya: mengapa nama Teuku Cut Ali belum masuk dalam daftar resmi pahlawan nasional? Padahal, dari sisi pengorbanan, peran strategis, dan keteladanan, ia sejajar — bahkan dalam beberapa aspek, melampaui — tokoh-tokoh yang sudah lebih dulu diberi gelar itu. Apakah karena dokumentasi sejarah tentangnya minim? Ataukah karena pemerintah pusat masih terlalu Jawa-sentris dalam menilai tokoh-tokoh perjuangan dari daerah khususnya aceh yang begitu banyak sosok pahlawan yang belum di akui oleh nasional?

📚 Artikel Terkait

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Keteladanan Literasi: Guru Membaca, Murid Terinspirasi

Aspirasi Para Bunda Indonesia Dapat Menjadi Pusat Pengendali Sekaligus Pemberi Arah Bersatunya Gerakan Perlawanan Budaya Bersama di Indonesia

Peringati Hari Lansia Nasional, Disdukcapil Lakukan Perekaman KTP di Rumah Lansia

Bisa jadi juga karena lemahnya usaha dari pemerintah daerah dan sejarawan lokal dalam mendorong pengusulan Teuku Cut Ali ke tingkat nasional. Banyak pejuang dari daerah lain bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena adanya riset akademik yang kuat, dukungan politik daerah, serta konsistensi advokasi dari generasi penerus. Tanpa itu semua, nama-nama seperti Teuku Cut Ali akan terus terbenam dalam buku sejarah lokal yang terbatas jangkauannya.

Keadilan Sejarah Harus Diperjuangkan

Mengakui Teuku Cut Ali sebagai pahlawan nasional bukan hanya soal simbol atau nama. Ini adalah soal keadilan sejarah. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai seluruh pejuangnya, bukan hanya yang populer atau berasal dari pusat kekuasaan. Jika kita ingin sejarah bangsa ini utuh dan adil, maka tokoh seperti  Teuku Cut Ali harus mendapat tempat yang layak di hati bangsa Indonesia.

Sebuah usulan Langkah konkret yang bisa diambil adalah dengan mendorong riset sejarah yang lebih mendalam tentang Teuku Cut Ali, mengumpulkan bukti perjuangannya dari manuskrip, serta tradisi lisan masyarakat. Pemerintah Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh juga harus lebih aktif dalam proses pengusulan ke Kementerian Sosial. Generasi muda, akademisi, dan aktivis lokal harus ikut menyuarakan desakan ini, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu, tapi juga sebagai bentuk pendidikan politik untuk masa depan.

Penutup: Jangan Biarkan Teuku Cut Ali Tetap Dilupakan dan Hilang ditelan Masa.

Teuku Cut Ali sudah berjuang, bahkan ia juga mengorbankan nyawanya, tanpa meminta imbalan apa pun. Tapi bangsa yang bermartabat harus tahu cara membalas jasa para pejuangnya. Jangan biarkan Teuku Cut Ali hanya jadi nama jalan, monumen makam atau mungkin pelajaran lokal semata. Ia layak diakui secara nasional — sebagai pahlawan yang sah, bukan hanya di hati rakyat Aceh umum, khususnya Aceh Selatan, tetapi juga dalam sejarah resmi Republik Indonesia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Jiwa yang Terpanggil

Jiwa yang Terpanggil

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00