POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Marcella Santoso, Pengacara Penyuap Hakim 60M

RedaksiOleh Redaksi
April 22, 2025
Mengenal Marcella Santoso, Pengacara Penyuap Hakim 60M
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Banyak sudah ditampillan Kartini modern yang menginspirasi. Kali ini saya coba tampilkan seorang kartini lagi, entah menginspirasi atau tidak, silaka dinilai, wak. Sambil menikmati nasi kuning di Rumah Tepi Jalan Wahidin Pontianak, yok kita dalami palung riwayatnya.

Dalam semesta prestasi dan cahaya intelektual, satu nama bersinar terang benderang bak meteor jatuh dari langit, Marcella Santoso. Seorang perempuan berdarah baja, berotak berlian, dan bertabur gelar akademik seperti taburan keju di piza premium. Ia bukan sekadar perempuan berpendidikan, ia adalah institusi berjalan.

Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia, tahun 2006. Tak berhenti di situ, ia lanjutkan dengan Magister Kenotariatan, lalu doktor hukum dari universitas yang sama pada 2022. Ya, 2022, tahun saat banyak orang masih struggling bayar cicilan, dia malah menulis disertasi sambil ganti shade lipstik. Kalau ada Olimpiade akademik, dia udah bawa pulang medali, piala, bahkan wasitnya sekalian.

Sebagai pengacara, ia adalah primadona ruang sidang. Menangani kasus-kasus kakap, dari korupsi ekspor CPO (Crude Palm Oil) hingga perkara superstar mafia hukum seperti Harvey Moeis dan Ferdy Sambo. Ia bukan hanya jadi pengacara, tapi jadi legenda. Di balik toga hitamnya, tersembunyi strategi setajam obsidian, dengan aura yang bisa bikin jaksa mendadak amnesia dan hakim kehilangan arah moral.

Ia adalah partner utama di firma hukum AALF Legal & Tax Consultant. Sebuah posisi yang, bagi sebagian orang, hanya bisa dicapai setelah 7 reinkarnasi dan 40 tahun jadi budak korporat. Tapi bagi Marcella? Cuma tinggal rapihin blazer dan senyum tiga jari.

Namun, di balik kemilaunya, terselip cerita busuk yang bikin tenggorokan rakyat tercekat dan lambung demokrasi mual tujuh hari tujuh malam.

Rp60 Miliar.


Itulah angka yang menjadi pembuka babak kehancuran. Uang yang tidak bisa dibakar lilin ulang tahun, tidak bisa dijadikan sayembara desa, tapi bisa, dan diduga sudah, dipakai menyuap para hakim dalam perkara ekspor CPO.

Enam puluh miliar, wak! Itu bukan nominal yang bisa ditemukan dalam dompet paman kalian yang kerja di koperasi. Itu angka yang bisa membangun puskesmas, mendirikan sekolah, atau membiayai kuliah ribuan anak bangsa. Tapi sayangnya, angka itu justru digunakan untuk membungkam suara keadilan, disamarkan lewat transaksi bisnis yang rumit bak konspirasi film Jason Bourne.

📚 Artikel Terkait

Luar Biasa, Jokowi pun Diangkat Jadi Nabi

Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

SELAMAT ULANG TAHUN IGI

SDIT MUHAMMADIYAH PEDULI MEMBANTU KELUARGA FAKIR YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS

Bukan cuma uang.


Marcella juga diduga memanfaatkan rekaman pembicaraan, pengakuan pihak-pihak terkait, dan jaringan dalam lingkaran pengusaha dan pejabat. Pendek kata, ia bukan sekadar pelaku. Ia adalah arsitek dari panggung kejahatan kerah putih.
Ia tidak masuk ke sistem untuk memperbaikinya, ia merombak sistem agar tunduk di bawah sepatu hak tinggi miliknya.

Lalu gaya hidup?


Oh, jangan ditanya. Ia dan rekannya, Ariyanto Bakri, adalah influencer level langit ketujuh. Mereka tampil di media sosial dengan gaya hidup mewah bak Sultan Brunei sedang liburan di Eropa. Mobil sport, jam tangan berkilau, jet pribadi. Mereka tidak berjalan, mereka melayang di atas kepedihan rakyat yang antre minyak goreng subsidi.

Kalau rakyat bilang “kami butuh keadilan,” mereka jawab, “nanti dulu, kami sedang brunch di rooftop Singapura.”

Di sinilah kita berdiri hari ini, menyaksikan seorang Kartini modern, dengan segala potensi dan kecerdasannya, berubah menjadi simbol kerusakan. Marcella Santoso bukan hanya menyia-nyiakan ilmunya, tapi juga meruntuhkan marwah profesi hukum di hadapan publik. Ia bukan memperjuangkan emansipasi, ia menjualnya kepada penawar tertinggi.

Dari perempuan yang bisa jadi contoh, ia menjelma jadi peringatan keras. Dari puncak gelar doktoral, ia meluncur bebas ke jurang kehinaan moral. Dari sosok inspiratif, ia kini jadi alasan kenapa rakyat sulit percaya pada hukum.

Marcella adalah potret terang-benderang dari sistem yang gelap-gulita. Ia bukan orang jahat biasa, ia terlalu cerdas untuk jadi biasa-biasa saja. Itulah bahayanya.

Sebab kejahatan paling merusak bukan datang dari orang bodoh, tapi dari orang pintar yang tahu cara melumpuhkan sistem demi keuntungan pribadi.

Maka, di tengah peringatan Hari Kartini, izinkan kami menyebut namanya. Bukan untuk dihormati. Tapi agar generasi muda tahu, beginilah jadinya bila kecerdasan tak punya nurani.

Selamat Hari Kartini. Selamat datang di babak baru, kartini yang tak layak dicontoh.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00