• Latest
Pagar di Lautan Ketololan - b03a2590 ca8c 4ef6 b75c c4178c9cc749 | Cerpen | Potret Online

Pagar di Lautan Ketololan

Januari 23, 2025
Pagar di Lautan Ketololan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Pagar di Lautan Ketololan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Pagar di Lautan Ketololan - b03a2590 ca8c 4ef6 b75c c4178c9cc749 | Cerpen | Potret Online

Pagar di Lautan Ketololan

Redaksi by Redaksi
Januari 23, 2025
in Cerpen, POTRET Budaya, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Di atas balkon sebuah vila mewah di Marina Bay, Singapura, Aguam, Aseng, Afu, dan Asiang duduk mengelilingi meja marmer yang dilapisi keangkuhan. Empat cangkir kopi luwak seharga gaji setahun karyawan biasa mengepulkan aroma yang seakan mengejek masyarakat kelas pekerja. Mereka bagian dari Sembilan Macan, konsorsium tidak resmi yang kekayaannya mampu membeli seluruh benua kecil jika mereka mau. Konon, kekayaannya bila disatukan melebihi APBN. Lima anggota lain absen malam itu. Katanya sedang sibuk “melayani negara” alias mengatur saham tambang dan jalur impor yang harganya mereka tentukan sesuka hati.

Percakapan mereka santai, ringan, penuh candaan. Kalau orang awam dengar, mungkin mengira mereka hanya empat orang tua senang bergosip. Tapi percakapan ini seperti bermain catur di atas peta politik Indonesia. Kali ini, topik mereka adalah pagar laut sepanjang 30,16 kilometer yang bikin negara geger.

“Lucu ya, pagar laut itu bikin semua orang di Jakarta sakit kepala,” Aseng mulai bicara sambil memainkan jam tangan emasnya. “Bayangkan, Presiden sudah perintah bongkar, tapi eh, menterinya bilang tahan dulu. Dramanya mantap!”

Aguam tertawa, suaranya berat seperti pelaku antagonis di sinetron. “Si menteri ATR BPN bilang memang sudah terbit SHM di atas laut itu. Tapi, bukan masa dia. Yang lucu, dua menteri sebelumnya juga kompak ngaku tak tahu. Jadi siapa yang bikin sertifikat itu? Jin penguasa laut?”

Afu menyeruput kopinya pelan. “Ah, biarkan saja mereka saling tuduh. Toh, kalau mereka nuduh kita, semua bisa diatur. Siapa yang berani ngomong kalau kita ada di belakang ini? Kita udah pegang semua pejabat penting dan penegak hukum. Bahkan ikan paus pun kalau bisa ngomong, kita suruh diem.”

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Keempatnya tertawa serempak. Tawa itu penuh ironi, penuh sindiran bagi sebuah negara yang katanya berdaulat, tetapi kenyataannya lebih mirip catur, dengan Sembilan Macan sebagai dalangnya.

“Eh, pagar laut itu akhirnya buat apa, sih?” Asiang bertanya. “Aku sampe lupa kenapa dulu kita suruh pasang.”

“Bukan kita yang suruh,” jawab Aguam sambil mengangkat bahu. “Itu ide brilian si… siapa tuh, yang pengen bikin tambak udang raksasa, tapi lupa izin. Kita cuma bantu ‘merapikan’ sertifikatnya biar legal.”

“Udang, ya?” Aseng bergumam sambil berpikir. “Berarti nanti kalau dibongkar, ada potensi tambak ilegalnya kelihatan, dong?”

Afu mengangkat telunjuknya. “Makanya jangan dibongkar. Itu kan bukti sejarah kebodohan birokrasi. Kalau kita biarin, nanti mereka sibuk berdebat, fokus pada siapa yang salah, bukan siapa yang diuntungkan. Kalau pada akhirnya mereka bosan, kita beli lagi tambaknya dengan harga murah. Siklusnya begitu terus, enak kan?”

“Ah, benar juga,” kata Asiang sambil tertawa. “Negara ini memang juara bikin drama. Gara-gara pagar laut saja, bisa geger kayak sinetron pagi hari.”

“Betul. Yang penting sekarang, kita santai saja dulu,” Aguam menutup pembicaraan sambil menyalakan cerutunya. “Biarkan rakyat bingung, biarkan pejabat saling tuduh, biarkan media sibuk. Kita ini cuma nonton saja. Pagar laut itu, biar jadi monumen nasional ketololan mereka. Anggap saja kayak tembok besar, tapi lebih absurd.”

Keempatnya kembali tertawa. Dalam tawa itu, ada aroma kebanggaan yang sulit disembunyikan. Mereka tahu, pagar laut itu hanyalah simbol kecil dari betapa jauhnya jarak antara mereka yang menguasai dan mereka yang dikuasai.

Malam itu, di Singapura, empat macan meneguk kopinya sambil menonton layar ponsel mereka. Berita tentang pagar laut terus bergulir. Ada debat di parlemen, ada aktivis yang turun ke jalan, ada netizen yang bikin thread investigasi. Semuanya tampak penting dan mendesak. Tapi bagi mereka, itu hanya hiburan kecil sebelum tidur.

“Eh, besok ngopi di mana?” tanya Aseng.

“Bali, mungkin? Atau Monaco?” jawab Afu santai.

“Yang penting, ada sinyal bagus buat nonton mereka ribut,” tambah Asiang.

ADVERTISEMENT

Mereka pun tertawa lagi. Tawa yang menggema di atas lautan absurditas, seolah seluruh dunia hanyalah panggung sandiwara yang dibiayai dari kantong mereka.

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Pagar di Lautan Ketololan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
Pagar di Lautan Ketololan - 9c909ae6 9473 4fac 8131 a0984435b34a | Cerpen | Potret Online

Terkait Insentif, ATAS Provinsi Aceh Temui Komisi VI DPRA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com