Gelora Persaudaraan di Bawah Langit Lhokseumawe

Oleh Ali Arief Kusas
Suara derap langkah yang serempak menggema di lapangan SMAN 4 Lhokseumawe selama dua hari, tepatnya pada 27 hingga 28 Agustus 2026. Lebih dari seratus pasang mata Pramuka Penegak berkilat penuh semangat, menyatukan dua pangkalan—SMAN 4 dan SMAN 5 Lhokseumawe—dalam satu ikatan persaudaraan. Ikatan persaudataan melalui kegiatan Wajib Pramuka dan Latihan Gabungan (WAPRA & LATGAB).
Di bawah naungan tema “Bersatu, Berkarakter, dan Berprestasi Melalui Gerakan Pramuka”, tawa, keringat, dan gelak tawa melebur menjadi satu cerita yang berharga.
Momen mendebarkan dimulai saat Kamabigus SMAN 4 Lhokseumawe, Kak Helmi Dedi Wartana, S.Pd., M.M., secara resmi membuka acara. Tatapan hangatnya menyapu barisan peserta yang berdiri tegak.
“Pramuka adalah wadah terbaik untuk membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, dan cinta tanah air. Saya berharap ilmu yang didapat selama WAPRA & LATGAB ini bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Kak Helmi penuh harapan, menitipkan nilai Tri Satya dan Dasa Darma ke dada tiap anggota.
Dua hari itu tak hanya diisi dengan baris-berbaris yang presisi. Di balik rindangnya pepohonan sekolah, Kak Kusnadi, S.Pd. mengajak para peserta menyelami seluk-beluk Keorganisasian dan Manajemen Gudep, membuka wawasan mereka tentang arti penting sebuah kepemimpinan.
Sementara di arena luar, Kak Lidan membakar semangat dengan materi keterampilan baris-berbaris dan teknik survival dasar. Dinamika kegiatan yang seru dan penuh energi ini dipandu dengan sigap oleh Kak Rauzatul bersama Kak Ali selaku koordinator teknis.
Puncaknya terasa saat permainan kepramukaan dimulai—sorak-sorai antusiasme melunturkan sekat perbedaan antar-sekolah. SMAN 4 dan SMAN 5 tak lagi menjadi dua nama terpisah, melainkan satu keluarga besar Penegak yang saling menopang.
Ketika matahari mulai condong dan apel penutupan digelar, lelah di wajah para peserta tergantikan oleh senyum bangga saat menerima sertifikat.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses. Terima kasih kepada SMAN 5 Lhokseumawe yang sudah berkolaborasi. Semoga sinergi ini terus berlanjut,” ungkap Kak Ali dengan rasa lega dan penuh syukur.
WAPRA dan LATGAB mungkin telah usai, tetapi jejak langkahnya tak begitu saja terhapus. Dari Bumi Perkemahan sekolah itu, telah lahir tunas-tunas Penegak yang lebih tangguh, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat.
Salam Pramuka!












