Mustajabnya Doa Seorang Ibu

Oleh: Drs. Saiful Bahri, CHRM
Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alva Edison, sang penemu lampu pijar beberapa abad silam?
Di sekolahnya, dia dianggap bodoh. Sehingga oleh gurunya, Thomas dikembalikan ke orang tuanya dengan alasan “dia tidak bisa dididik”.
Pihak sekolah mengirim surat kepada ibu Thomas bahwa pihak sekolah tidak sanggup mendidiknya karena “bodoh”.
Maka datanglah sang ibu ke sekolah menjemput anak kesayangannya dan berjanji akan mendidik sendiri.
Dan oleh sang ibu, dengan sabar, pelan-pelan mendidik Thomas penuh dengan kasih sayang dan kelembutan.
Akhirnya Thomas tumbuh menjadi seorang pemuda yang jenius dengan temuannya yang luar biasa terkenal yaitu si Penemu “bohlam”.
Katakanlah kalau dia tidak menemukan bohlam itu, sampai sekarang kita tidak bisa menikmati cahaya dari sebuah lampu.
Bayangkan, kalau bukan ibunya yang mendidik penuh dengan kasih sayang, dengan penuh kesabaran dan kelembutan sentuhan seorang ibu, Thomas tak akan menjadi seorang yang hebat terkenal sepanjang masa.
*DALIL:*
Rasulullah ﷺ bersabda: _”Surga itu di bawah telapak kaki ibu”_ [HR. Ahmad & An-Nasa’i].
Karena ridha Allah ada pada ridha ibu. Dan doa ibu, adalah doa yang paling cepat sampai ke langit.
—
*KISAH INSPIRATIF KEDUA*
Ada seorang ibu dengan ketat dan disiplin mendidik anaknya.
Ibu itu punya 3 orang anak: dua orang perempuan dan satu orang anak laki-laki yang bontot.
Patut kita contoh kedisiplinannya dalam mendidik ketiga anaknya. Betapa tidak, dua anak gadisnya lulus kuliah S1 dan S3 dengan predikat cumlaude dan bergelar Doktor dari Fakultas MIPA Banda Aceh. Sekarang sudah kerja di Jakarta sebagai tenaga ahli di bidangnya.
Sementara adiknya yang juga perempuan juga cumlaude, S1 dan S2. Kini dia sedang menyelesaikan program S3, hampir selesai.
Dan anak laki-lakinya yang bontot, berusia sekitar 15 tahun, di sekolah Madrasah sudah hafal 10 juz Al-Qur’an.
Ibunya adalah ibu rumah tangga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjahit pakaian wanita. Sedangkan ayahnya adalah korban PHK dari perusahaan yang sudah tutup operasinya di Kota Lhokseumawe. Sekarang ayahnya bekerja di tempat lain.
Yang patut kita simak dan contoh adalah: seorang ibu yang begitu ketat mengawasi anak-anaknya, terutama dalam hal belajar dan shalat 5 waktu sehari.
Bukan hanya shalat 5 waktu, tapi sang ibu menyuruh anak-anaknya bersiap-siap untuk shalat. Bukan shalat setelah mendengar suara azan. Bagi beliau, shalat itu panggilan Allah. Jadi tunaikan itu dulu yang paling utama. Yang lain nanti akan menyusul.
Benar adanya. Terbukti ketiga anak-anaknya karena dididik disiplin sejak dini, kini ketiga anaknya tidak perlu disuruh lagi. Termasuk shalat subuh, mereka sudah bangun sendiri.
Sang ayahnya juga tak kalah taatnya. Dia bersujud di masjid mendoakan untuk anak-anaknya waktu itu anaknya masih kecil.
MasyaAllah… luar biasa perjuangan kedua orang tua untuk anak-anaknya.
*DALIL:*
Allah berfirman: _”Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak”_ [QS. Al-Isra: 23]
—
*KISAH INSPIRATIF KETIGA*
Di lain keluarga, ada seorang janda yang ditinggalkan oleh suaminya karena meninggal 30 tahun yang lalu. Dia juga punya anak 3 orang: satu laki-laki dan dua perempuan.
Kedua anak perempuannya sudah punya pekerjaan tetap. Tinggal anak laki-lakinya yang masih belum lepas, alias masih mengharapkan bantuan dari ibunya.
Pada suatu ketika, sang ibu pergi naik haji ke Baitullah, tanah suci Mekkah. Di sana ia berdoa untuk anak-anaknya, terutama untuk anak laki-lakinya itu.
Begitu sang ibu pulang dari tanah suci, si anak sudah berubah. Sudah menjalankan kewajiban agama tepat waktu.
Sang ibu hanya diam. Dia tidak bicara kepada anak-anaknya tentang doanya di tanah suci.
Sebenarnya bukan cuma di mana seorang ibu berdoa, tapi ruh doa dari seorang ibu atau ayah untuk kebahagiaan anak-anaknya.
Ibu ini pantang menyerah mendidik ketiga anaknya dengan penuh kasih sayang dan doa. Hasilnya nyata. Allah pasti mengabulkan setiap doa hamba-Nya, apalagi doa seorang ibu atau seorang ayah.
*INGAT:* Ucapan ibu juga sebuah doa. Oleh karena itu seorang ibu atau ayah harus benar-benar menjaga lisannya untuk anaknya. Ucapkan yang baik-baik untuk mereka, insyaAllah akan menjadi baik.
*DALIL:*
Rasulullah ﷺ bersabda: _”Ada 3 doa yang tidak diragukan lagi dikabulkan: doa orang yang terzhalimi, doa orang yang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya”_ [HR. Tirmidzi]
—
*KISAH INSPIRATIF KEEMPAT*
Seorang anak gadis juga lulus dengan predikat Cumlaude di Fakultas Kedokteran USK Banda Aceh. Dia bukan hanya Cumlaude, tapi lulus seleksi pertukaran pemuda Indonesia-Amerika beberapa tahun yang lalu dan pergi ke sana dan tinggal di Amerika selama satu tahun.
Dia adalah anak seorang Guru SMA dan ibunya seorang Dosen di USK Banda Aceh.
Sebelum berangkat ke Amerika sempat singgah di rumah saya beberapa malam. Setelah itu ia diantar sampai ke Bandara Soekarno Hatta oleh kedua orang tuanya.
Saya yang menyaksikan sungguh sangat terharu melihatnya.
Dan yang terakhir ini juga anak yang punya talenta yang luar biasa dalam berbicara Bahasa Inggris. Bahkan conversation-nya melebihi ayahnya yang juga seorang guru Bahasa Inggris di Banda Aceh.
Saya yakin anak-anak kita, anak-anak Anda juga punya bakat masing-masing. Ada yang bakat alam, ada yang ikut dari salah satu orang tuanya, dan sebagainya. Tugas kita sebagai orang tua adalah mendidik dan membimbingnya dengan baik.
—
*PENUTUP*
Saya yakin: *Di balik anak hebat, pasti ada doa ibu yang tidak pernah putus.*
Q
*











