Puisi

Proklamasi Dalam Ironi

21 Agustus 2026
Oleh: Redaksi

 Oleh :Mursyidah

Tujuh belas Agustus lalu NKRI merayakan hari jadi

Penuh seremoni,bahkan ruang angkasa kota DKI jadi wahana atraksi

Sekilas memang sangat penuh harmoni

Sampai poster bapak Prabowo ikut membahana bahkan hampir menutupi warna sangsaka merah putih yang diperjuangkan sepenuh hati

Tujuh belas Agustus tahun ini layakkah digelar seremoni hari jadi negeri yang penuh harmoni 

Atau lebih layak dijuluki atraksi nir empati para tikus negeri

Bisa juga dijuluki birthday parti untuk Prabowo dari teddy 

Entahlah yang jelas penuh ironi hampir mirip seperti negeri koloni

Ada rupiah yang menggelegar terbuang 

Mulai untuk biaya atraksi sampai untuk para pengisi seni

Padahal di sudut sudut negeri

Banyak perut meronta lapar 

Banyak kaki melangkah letih untuk mencari setitik ilmu

Banyak jiwa renta mendamba sehat

Bahkan jika di pusat jakarta pesta merdeka digelar 

Di sudut timur negeri bencana melanda

Belum lagi nestapa sumatera masih banyak yang menganga

Sungguh ironi 

 Seremoni hari jadi NKRI tahun ini

Entah Tuhan sedang membuka mata hati rakyat kecil ini

Atau mengetuk hati elit elit yang berdasi

Dengan membuka tabir kolonisasi yang semakin menjadi jadi

 Belum lagi Kalimantan yang dikeruk,tanah air udara semua jadi penopang energi negeri

Tapi mereka terisolir di negeri sendiri

Hutannya hari ini diperebutkan oleh aliansi aliansi rakus akan materi

Tamak akan hidup bergengsi

Rakyat diajari swasembada dan kearifan ,

Namun mereka,

 Sibuk berjibaku menumpuk kemewahan.

Mulai dari berburu tas yang hanya dibuat satu di dunia hingga enggan memakai hasil tangan anak negeri.

Sungguh seremoni yang ironi ,hari ini bumi Pertiwi tak dijajah oleh asing 

Tapi

Dijajah oleh penguasa sendiri,

Kolonisasi,karna setiap investasi hanya berkedok untuk negeri namun yang sejati demi pundi pundi untuk para petinggi,

Betapa malang bumi Pertiwi

Negeri kaya yang telah tergadai 

Surga hijau yang mulai terbakar

Maritim elok yang kadang esok pun terjual,,,.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir