Oleh :Mursyidah
Tujuh belas Agustus lalu NKRI merayakan hari jadi
Penuh seremoni,bahkan ruang angkasa kota DKI jadi wahana atraksi
Sekilas memang sangat penuh harmoni
Sampai poster bapak Prabowo ikut membahana bahkan hampir menutupi warna sangsaka merah putih yang diperjuangkan sepenuh hati
Tujuh belas Agustus tahun ini layakkah digelar seremoni hari jadi negeri yang penuh harmoni
Atau lebih layak dijuluki atraksi nir empati para tikus negeri
Bisa juga dijuluki birthday parti untuk Prabowo dari teddy
Entahlah yang jelas penuh ironi hampir mirip seperti negeri koloni
Ada rupiah yang menggelegar terbuang
Mulai untuk biaya atraksi sampai untuk para pengisi seni
Padahal di sudut sudut negeri
Banyak perut meronta lapar
Banyak kaki melangkah letih untuk mencari setitik ilmu
Banyak jiwa renta mendamba sehat
Bahkan jika di pusat jakarta pesta merdeka digelar
Di sudut timur negeri bencana melanda
Belum lagi nestapa sumatera masih banyak yang menganga
Sungguh ironi
Seremoni hari jadi NKRI tahun ini
Entah Tuhan sedang membuka mata hati rakyat kecil ini
Atau mengetuk hati elit elit yang berdasi
Dengan membuka tabir kolonisasi yang semakin menjadi jadi
Belum lagi Kalimantan yang dikeruk,tanah air udara semua jadi penopang energi negeri
Tapi mereka terisolir di negeri sendiri
Hutannya hari ini diperebutkan oleh aliansi aliansi rakus akan materi
Tamak akan hidup bergengsi
Rakyat diajari swasembada dan kearifan ,
Namun mereka,
Sibuk berjibaku menumpuk kemewahan.
Mulai dari berburu tas yang hanya dibuat satu di dunia hingga enggan memakai hasil tangan anak negeri.
Sungguh seremoni yang ironi ,hari ini bumi Pertiwi tak dijajah oleh asing
Tapi
Dijajah oleh penguasa sendiri,
Kolonisasi,karna setiap investasi hanya berkedok untuk negeri namun yang sejati demi pundi pundi untuk para petinggi,
Betapa malang bumi Pertiwi
Negeri kaya yang telah tergadai
Surga hijau yang mulai terbakar
Maritim elok yang kadang esok pun terjual,,,.
Diskusi