*TIDURLAH ANAKKU*
tidur, tudurlah anakku
cuaca di sekelilingmu mendekap kasih
ketika tepian jalan menyuarakan peristiwa kemerdekaan kita
o, benarkah suara bung karno di pagi ini masih meletupkan semangat juangmu, anakku?
sebab,
kau tinggalkan pintu sekolah itu sendirian tanpa sahabatmu di hari depan
di pertigaan jalan pintas yang kau geluti sehari-hari,
telah meleburkan angka-angka matematika di ujung nasib kehidupanmu
benarkah suara bung karno telah melepaskan beban jajahan atas kemiskinanmu, anakku?
maka tidurlah, anakku
tepian jalan ini
adalah surga yang menelantarkan masa depanmu
bisa kau raba
angka-angka perusahaan tambang yang jauh panggang dari api
karena poin kelima pancasila hanya ilustrasi yang disebut-sebut sebagai ladang proklamasi yang menelantarkan nasibmu di atas tumpukan sampah ini, anakku
Palembang, 17 Agustus 2026
Diskusi