Esai · Potret Online

Bola yang Menyatukan, Bukan Peluru yang Membunuh

Penulis Saiful Bahri
Juli 8, 2026
2 menit baca 7
IMG_1809
Foto / IlustrasiBola yang Menyatukan, Bukan Peluru yang Membunuh


Bola yang Menyatukan, Bukan Peluru yang Membunuh

Sejarah Lahirnya Piala Dunia Dari Mimpi Jules Rime

Oleh Saiful Bahri 

Dulu saya berpikir Piala Dunia itu hanya tentang sepak bola. Tentang trofi dan juara. 

Sampai saya menemukan kisah ini.

Ternyata Piala Dunia lahir dari mimpi seorang pria. Mimpi agar bangsa-bangsa di seluruh dunia bertemu bukan di medan perang, tapi di lapangan sepak bola.

*100 TAHUN LALU: DUNIA YANG LUKA* 🌍

100 tahun yang lalu Perang Dunia Pertama baru saja berakhir. 

Jutaan orang meninggal. Bangsa-bangsa saling membenci. Luka bekas perang masih sangat dalam.

Di tengah situasi itu, ada seorang pria Perancis bernama Jules Rimet. 

Ia melihat sesuatu yang berbeda.

Dia melihat sepak bola sebagai salah satu cara agar bangsa-bangsa di dunia ini bisa bertemu tanpa saling membunuh. 

Ia melihat sepak bola sebagai “bahasa” yang bisa dimengerti oleh penduduk di seluruh dunia.

Dia bermimpi untuk mengumpulkan negara-negara dari berbagai benua dalam satu turnamen besar. 

Ide yang awalnya hampir dianggap mustahil untuk diwujudkan.

*1930: MIMPI YANG MENJADI KENYATAAN* 🏆

Dan akhirnya pada tahun 1930 lahirlah Piala Dunia pertama yang diadakan di Uruguay. 

Hanya 13 negara yang ikut turnamen kala itu. Tanpa siaran televisi. 

Sebagian besar penduduk dunia hanya bisa mengikuti beritanya lewat siaran radio.

Namun dari awal yang sederhana itu lahirlah turnamen olahraga terbesar di muka bumi ini.

*WARISAN TERBESAR BUKAN TROFI* 🕊️

Hari ini ketika miliaran orang menonton negara-negara bertemu di dalam Piala Dunia, sedikit orang yang ingat nama pencetusnya.

Padahal warisan terbesarnya bukanlah Trofi. 

Tapi sebuah ide bahwa manusia lebih baik bertanding di lapangan daripada berperang di medan tempur. Yang sudah pasti akan terjadi korban nyawa melayang sia-sia.

Menurut saya, ini adalah salah satu ide terindah yang pernah dimiliki manusia. 

Karena kadang sebuah bola mampu menyatukan lebih banyak orang daripada yang mampu dilakukan oleh para politikus.

Wallahu a’lam bishawab.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Saiful Bahri
Motivator, Berdomisili di Jakarta
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...