Opini · Potret Online

Growth Mindset, Kunci Transformasi Pembelajaran yang Sering Terhambat Fixed Mindset Guru

Penulis Nurbadriyah
Juli 7, 2026
3 menit baca 9
4bd8546f-f61c-4965-ad61-f8782bf49c3b
Foto / IlustrasiGrowth Mindset, Kunci Transformasi Pembelajaran yang Sering Terhambat Fixed Mindset Guru
Disunting Oleh

Oleh: Nurbadriyah

Sebagai Pengawas sekolah yang setiap hari turun ke sekolah-sekolah binaan, saya sering menyaksikan langsung betapa kuatnya pengaruh pola pikir (mindset) guru terhadap kualitas

pembelajaran. Banyak sekolah yang sudah memiliki sarana memadai, kurikulum pendamping,

dan pelatihan teknologi. Namun, transformasi Pembelajaran Mendalam masih sulit terwujud.

Penyebab utamanya sering kali bukan dari luar, melainkan dari fixed mindset yang masih melekat kuat pada sebagian guru. Saya kerap menemukan guru yang ketika dihadapkan pada siswa yang lambat memahami materi, langsung berkata, “Input sekolah ini memang rendah,

“Anak ini memang tidak bisa,

”atau “Sudah dari dulu seperti itu.

” Ungkapan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa kemampuan siswa bersifat tetap dan tidak bisa diubah. 

Padahal, growth mindset mengajarkan

bahwa kecerdasan dan kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi, dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Hasil supervisi akademik menggambarkan bahwa masih ada guru yang memiliki pola pikir tetap (fixed mindset) ini terlihat dari beberapa sikap yang berulang:

Guru enggan mencoba metode pembelajaran baru karena “susah” dan “siswa tidak akan mengikuti”

.

Menghindari penggunaan teknologi karena khawatir gagal atau dianggap tidak kompeten.

Memberi label cepat pada siswa: “pintar”

“biasa saja” atau “lemah” sehingga intervensi pembelajaran menjadi minim.

Kurang refleksi terhadap praktik mengajar sendiri, merasa sudah cukup dengan cara

yang sudah dilakukan bertahun-tahun.

Akibatnya, pembelajaran tetap bersifat rutinitas, murid-murid yang kesulitan semakin tertinggal, dan potensi mereka tidak tergali. Sementara itu, guru yang telah mengadopsi growth mindset

justru melihat tantangan sebagai peluang. Mereka mencoba strategi diferensiasi, memanfaatkan data asesmen untuk merancang intervensi, dan terus belajar bersama siswa.

Peran Pengawas Sekolah dalam Menggeser Mindset

Sebagai pengawas, tugas saya bukan hanya menilai, tetapi juga mendampingi dan mentransformasi. Saya sering mengadakan diskusi kelompok, workshop mini, dan classroom visityang difokuskan pada refleksi. Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan biasanya:

“Apa yang bisa kita ubah agar siswa yang tadinya pasif menjadi lebih aktif?”

“Strategi apa yang belum kita coba untuk siswa yang kesulitan?”

“Bagaimana kita bisa belajar dari kegagalan hari ini untuk pembelajaran besok?” Perubahan tidak terjadi dalam semalam. Banyak guru awalnya merasa tidak nyaman ketika ditantang keluar dari zona nyaman. Namun, ketika mereka melihat hasilnya, siswa yang semula

“dianggap tidak bisa” mulai bersemangat dan menunjukkan kemajuan, keyakinan mereka berubah.

Membangun Budaya Growth Mindset di Sekolah

Transformasi ini harus dimulai dari guru dan kepala sekolah sebagai role model. Beberapa langkah konkret yang saya sarankan:

1. Rutin melakukan lesson study atau peer observation dengan fokus pada praktik baik.

2. Menggunakan bahasa yang mendukung pertumbuhan di kelas (“Kamu belum bisa, tapi dengan usaha kamu pasti bisa”).

3. Merayakan proses dan usaha, bukan hanya hasil semata.

4. Memberi ruang bagi guru untuk bereksperimen tanpa takut dinilai buruk.

Saya yakin, ketika growth mindset menjadi budaya sekolah, maka pembelajaran mendalam

(deep learning) bukan lagi mimpi. Siswa akan tumbuh menjadi pembelajar seumur hidup, dan guru pun akan merasakan kepuasan profesi yang lebih tinggi.

Kepada rekan-rekan guru dan kepala sekolah: mari kita mulai dari diri sendiri. Ubah pola pikir, buka pintu perubahan, dan saksikan bagaimana siswa-siswa kita berkembang jauh melampaui ekspektasi semula.

Mari kita bangun gerbang transformasi itu bersama untuk mengawal masa depan generasi bangsa.

(Nurbadriyah, Pengawas Sekolah Provinsi Banten yang juga Ketua Umum Perkumpulan penulis Nasional (ppn)

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Artikel ini merupakan tulisan opini. Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi Redaksi Potret Online.
Tentang Penulis
Nurbadriyah
Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...