Persepsi dalam Samudra Cinta

Oleh: Kang Thohir
Cinta adalah satu-satunya kebesaran di dunia ini, karena ia juga mengangkat hukum kemanusiaan, dan alam tidak akan sanggup merubah arahnya.
(Kahlil Gibran)
Mencari cinta yang harus tulus dan berkomitmen di dunia ini, itu sudah langkah bagiku. Karena kalau mencintai tulus dan berkomitmen sampai tua pun engkau tak akan pernah mendapatkannya, sebab yang dicari tulusnya saja bukan orangnya. Hehehe.
Cintailah selagi ia mencintaimu, jangan sia-siakan orang yang mencintaimu, jika ia adalah jodohmu yang ditakdirkan oleh Tuhan. Dan cinta akan tumbuh, apabila saling mengerti dan saling melengkapi sesama; “laksana bunga mawar yang tumbuh mekar dan merekah di taman hati, dan kasih sayangnya adalah madunya yang memberikan manis di awal bahagia, bersama.”–Kata pepatah dulu.
Dan juga ada “relationship” (hubungan) hubungan janji suci dan rasa saling melengkapi juga saling mengerti, bukan saling membenci dari sudut pandang pakaiannya dan statusnya. Itu yang membuat hati kita menjadi “hambar” (hampa tanpa ada rasa cinta), dan tak ada rasa saling melengkapi (empati, effort/upaya) satu sama lain. Hanya kegoisan semata, dan keangkuhan saja di antara mereka berdua.
“Pecinta sejati tidak bertemu di suatu tempat. Mereka selalu saling berada di dalam hati.”__Syekh Maulana Jalaluddin Rumi.
Kadang cinta itu butuh penampilan, seumpama perhiasan mutiara yang ia pakai (tampilkan) untuk bisa memberi keindahan. Namun, jika tak ada semua yang ia tampilkan sebagai penampilan yang keren. Maka kekasihmu sangat malu untuk bersanding denganmu, meski wajahmu sangat tampan sekalipun, ia tak akan membuatnya senang. Malah kamu dapat hinaan darinya.
Begitulah kehidupan, banyak cobaan dan tuntutan, ketika seseorang ingin dihormati dan dicintai oleh orang lainnya. Hem!
“Gila hormat itu terlarang, tetapi menjadi orang yang terhormat haruslah merupakan tujuan hidup.”__Imam Al-Ghozali.
Nampak bodoh ketika orang-orang meremehkanmu, tapi ketika melihat dirimu yang sesungguhnya (naik level atau diangkat derajatnya), maka kamu akan nampak mulia, cerdas, tegas dalam bertindak dan berwibawa (disegani).
Justru orang yang suka meremehkanmu dan merendahkanmu, adalah orang yang gampang berburuk sangka dan tidak berpikir panjang. Karena menurutnya itu yang ia pikirkan hanyalah prasangka buruk (negatif thinking) dan hasud kepada orang lain.
“Memberi contoh dengan perbuatan adalah lebih baik daripada memberi contoh dengan perkataan.”__Imam Al-Ghozali.
“Tugasmu bukanlah mencari cinta, melainkan hanya mencari dan menemukan semua penghalang dalam dirimu sendiri yang telah kamu bangun untuk menentangnya.”__Syekh Maulana Jalaluddin Rumi.
Tetap optimis!
Jangan dengarkan omongan-omongan orang lain yang tak menginginkanmu bahagia, dan teruslah berjuang tuk mencari cinta sejati, yang sehidup semati.
Jangan takut tuk mencintai seorang wanita, karena seorang pria sejati tak akan menyerah sebelum menemukan cinta yang sejati (sehidup semati). Semangat! Jangan nginung Baygon kawan, karena itu mahal (sesuatu yang dilarang oleh agama). Hehehe. (*)
Brebes, 21 Juni 2026












