Muslimah, Kenapa Kalian Kehilangan Jati Diri?

Oleh Fery Ferdian
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memuliakan perempuan dengan Islam.
Mahkota yang Mulai Rapuh Saudariku, Muslimah yang dirahmati Allah, mari kita sejenak berkaca pada realitas hari ini. Di era digital yang serba cepat, kita melihat sebuah fenomena yang menyayat hati. Banyak Muslimah yang perlahan tapi pasti, mulai menanggalkan identitas aslinya.
Dulu, Muslimah dikenal karena rasa malunya. Dulu, kehormatan seorang Muslimah terpelihara di balik ketaatannya. Namun hari ini, atas nama tren, modernisasi, dan pengakuan di media sosial, batasan-batasan itu mulai kabur.
Hijab yang sejatinya berfungsi sebagai penutup aurat dan pelindung diri, kini banyak bergeser fungsinya sekadar menjadi aksesori mode. Rasa malu yang menjadi mahkota terindah seorang perempuan , kini sering kali digadaikan demi hitungan angka likes dan followers. Pertanyaan besarnya adalah: Muslimah, kenapa kalian kehilangan jati diri?
Tipu Daya Standar Dunia Saudariku, kalian kehilangan jati diri ketika kalian mulai menyamakan standar kemuliaan dengan standar dunia. Kalian merasa tertinggal jika tidak mengikuti gaya hidup kaum yang tidak beriman. Kalian merasa tidak cantik jika tidak memperlihatkan keindahan tubuh kepada pandangan publik.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah).
Ketika rasa malu itu hilang dari diri seorang Muslimah, maka runtuhlah benteng pertahanan keimanannya. Jati diri kalian bukan terletak pada seberapa banyak pujian manusia di kolom komentar. Jati diri kalian yang sesungguhnya adalah menjadi hamba Allah yang bertaqwa, yang dirindukan oleh syurga.
Belajar dari Para Ratu Syurga. Mengapa kita harus mencari figur teladan yang semu, jika Islam telah menyediakan teladan terbaik?
Lihatlah Khadijah binti Khuwailid, pejuang perempuan yang mandiri, cerdas, dan mengorbankan seluruh hartanya demi tegaknya dakwah Islam.
Lihatlah Aisyah binti Abu Bakar, seorang intelektual besar, tempat para sahabat bertanya tentang urusan agama.
Lihatlah Fathimah az-Zahra, yang menjaga kehormatan dan kesederhanaannya hingga akhir hayat.
Mereka adalah perempuan -perempuan yang tidak pernah haus akan validasi dunia, namun nama mereka harum di langit dan abadi di dalam sejarah.
Banyaknya Perbuatan Tabarruj Rasulullah SAW juga mewanti-wanti akan maraknya tabarruj, yaitu perempuan yang menampakkan aurat, perhiasan, dan kecantikannya di hadapan laki-laki yang bukan mahram.
Dalam hadis lain mengenai huru-hara akhir zaman, disebutkan bahwa fitnah terbesar adalah kemunculan Dajjal. Dikatakan bahwa banyak pengikut Dajjal berasal dari kalangan perempuan karena mereka mudah terpengaruh dan mengikuti seruan yang menyesatkan.
Waktunya Kembali Pulang Saudariku, pintu hijrah selalu terbuka lebar. Belum terlambat untuk menjemput kembali jati dirimu yang sempat hilang. Perbaiki Niat: Kembalikan segala aktivitas kita hanya untuk mencari ridha Allah, bukan ridha manusia.
Jaga Jilbab dan Akhlak: Jaga hijabmu sesuai syariat dan hiasi dirimu dengan sifat iffah (menjaga kesucian diri) dan haya’ (rasa malu).Pilih Lingkungan yang Baik: Dekati majelis ilmu dan bertemanlah dengan orang-orang yang saling mengingatkan dalam ketaatan.
Dunia ini hanya panggung sandiwara yang melelahkan jika kita terus mengejar standarnya. Kembalilah pada fitrahmu. Engkau begitu berharga, engkau adalah tiang negara, dan dari rahimmu-lah akan lahir generasi pejuang Islam masa depan.












