Sabtu, April 25, 2026

Biologi, Bakti, dan Juara

77f9cf68-80b4-4cf6-9ad4-c260b70c466b
Ilustrasi: Biologi, Bakti, dan Juara

Oleh Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd.

Udara sejuk Aceh Selatan menghembuskan kompleks SMA Negeri Unggul Aceh Selatan pagi itu. Bagi Ariqsa Rinaldi, udara tersebut bukan sekadar cuaca, namun saksi bisu dari pesan kedua orang tuanya dan ratusan jam yang ia habiskan di balik tumpukan kertas dan tumpukan literatur genetika. 

Hari itu adalah puncak dari ajang Smart of Brilliant (SOB) ke-XIII Wilayah Barat Selatan.

Di dalam ruang ujian yang hening, Ariqsa yang duduk di depan dan menatap lembar soal Olimpiade Biologi. Di sekelilingnya, para siswa terbaik dari berbagai kabupaten di wilayah Barat Selatan, Aceh tampak berkerut dahi. Soal-soal itu bukan sekadar hafalan; mereka adalah teka-teki tentang mekanisme kehidupan dari struktur sel yang rumit, hingga ekosistem yang rapuh.

Bagi Ariqsa, Biologi bukan sekadar pelajaran. Ia memandangnya sebagai sebuah bahasa rahasia alam semesta. Saat pena mulai menari di atas kertas, ia seolah masuk ke dalam dunianya sendiri. Ia membayangkan aliran sitoplasma, pembelahan mitosis yang presisi, dan rantai DNA yang menentukan takdir makhluk hidup.

Ketegangan mencapai puncaknya saat pengumuman hasil mulai dibacakan pada tanggal 24 April 2026 sore itu di panggung utama. Ajang SOB XIII dikenal sebagai kompetisi paling bergengsi di wilayah Barat Selatan, sebuah panggung di mana hanya mereka yang memiliki ketajaman logika dan ketenangan mental yang bisa bertahan.

Nama-nama juara harapan dan juara ketiga mulai disebut. Gemuruh tepuk tangan penonton memenuhi lapangan, namun jantung Ariqsa berdegup lebih kencang dari biasanya. Ia teringat malam-malam panjang di asrama, saat teman-temannya sudah terlelap, sementara ia masih berkutat dengan  buku dan soal-soal olimpiade tahun-tahun sebelumnya.

“Dan, Juara 1 Olimpiade Biologi Smart of Brilliant ke-XIII Wilayah Barat Selatan adalah… Ariqsa Rinaldi dari SMP Plus Umul Qur;an!”

Suara pembawa acara menggema, memecah keheningan. Untuk sejenak, waktu seolah berhenti bagi Ariqsa. Sorak-sorai pecah dari rekan-rekan sekolahnya. Saat melangkah menuju podium, ada rasa bangga yang membuncah—bukan hanya karena piala di tangan, tapi karena ia berhasil membuktikan bahwa kerja keras di SMA Negeri Unggul Aceh Selatan membuahkan hasil yang manis.

Kemenangan Ariqsa bukan sekadar angka atau medali emas. Ini adalah simbol: Dedikasi di mana ketekunan adalah kunci untuk menaklukkan soal-soal tersulit sekalipun. Berikutnya, kebanggaan Daerah membawa nama baik sekolah dan menginspirasi siswa lain di wilayah Barat Selatan Aceh. 

Selanjutnya, langkah awal pada kemenangan di SOB XIII ini hanyalah pintu pembuka menuju kompetisi yang lebih besar di tingkat nasional.

“Biologi mengajarkan kita bahwa kehidupan selalu menemukan jalan. Dan hari ini, Ariqsa Rinaldi menemukan jalannya menuju puncak.”

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist