Minggu, April 19, 2026

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8
Ilustrasi: Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

Oleh Dr Al Chaidar Abdurrahman Puteh

Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Kuala Lumpur/Aceh – Nama Professor Dr. Muslim Amin, SE, MBA, PhD kini tercatat sebagai salah satu ilmuwan terkemuka dunia dalam bidang Business and Management. Berdasarkan pemeringkatan global yang dilakukan oleh Research.com, ia menempati peringkat #20 di Malaysia dan #2056 di dunia. Pencapaian ini menegaskan reputasinya sebagai akademisi produktif dengan kontribusi riset yang luas dan berkelanjutan.

Lebih penting lagi, Dr. Muslim Amin adalah alumni Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, yang kiprahnya di panggung internasional menjadi inspirasi bagi akademisi Indonesia.

Jejak Akademik: Dari USK ke UCSI University

Perjalanan akademik Dr. Muslim Amin dimulai di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, tempat ia menempuh pendidikan dasar keilmuan dan membangun fondasi riset. Setelah menyelesaikan studinya di Indonesia, ia melanjutkan pendidikan dan karier akademik hingga meraih gelar PhD.

Dedikasi dan konsistensinya dalam penelitian membawanya bergabung dengan UCSI University, Malaysia, salah satu universitas swasta terkemuka yang dikenal memiliki reputasi internasional. Di kampus ini, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif menulis, meneliti, dan membangun jejaring akademik global.

Posisi Editorial Internasional

Kiprah Dr. Muslim Amin semakin diakui melalui peran pentingnya di berbagai jurnal internasional:

Associate Editor: Journal of Hospitality and Tourism Technology, International Journal of Bank Marketing

Editorial Review Board: International Journal of Contemporary Hospitality Management, Journal of Hospitality and Marketing Management, International Journal of Tourism Research, Service Industries Journal

Keterlibatan ini menunjukkan pengakuan internasional atas kepakarannya dalam bidang hospitality, tourism, dan bank marketing, sekaligus memperkuat reputasi Malaysia sebagai pusat akademik yang diperhitungkan.

Budaya Riset: Malaysia vs Indonesia

Pencapaian Dr. Muslim Amin juga mencerminkan budaya riset di Malaysia yang menekankan kemandirian dan kesinambungan. Banyak profesor di Malaysia tetap produktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah meskipun tidak selalu ditopang oleh dana hibah besar. Publikasi dipandang sebagai tanggung jawab intelektual pribadi, bukan sekadar proyek berbasis pendanaan.

Sebaliknya, di sejumlah universitas di Indonesia, praktik riset masih sering bergantung pada hibah, kerja tim yang hierarkis, atau kontribusi mahasiswa dalam pengumpulan data dan penulisan awal. Pola ini kadang menimbulkan ketimpangan dalam kepenulisan, di mana otonomi intelektual dosen tidak berkembang sekuat yang diharapkan.

Perbandingan ini menegaskan bahwa keberhasilan Dr. Muslim Amin bukan semata soal kapasitas individual, melainkan juga hasil dari ekosistem akademik Malaysia yang menekankan profesionalisme, akuntabilitas, dan budaya publikasi berkelanjutan.

Inspirasi bagi Dunia Akademik

Dengan lebih dari 7.000 sitasi dan D-index 36 menurut Research.com, serta ratusan publikasi yang tercatat di Scopus dan Google Scholar, Dr. Muslim Amin telah menjadi rujukan penting dalam bidang manajemen dan pemasaran.

Sebagai alumni USK, kiprahnya di panggung internasional menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia mampu menembus batas global bila didukung oleh dedikasi, konsistensi, dan integritas akademik.

Pencapaian Dr. Muslim Amin adalah kebanggaan bagi Malaysia dan Indonesia, khususnya Aceh. Ia menunjukkan bahwa budaya riset yang sehat dan berkelanjutan dapat melahirkan ilmuwan kelas dunia. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi akademisi Indonesia untuk membangun ekosistem riset yang lebih mandiri dan akuntabel.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist