Oleh Dr Al Chaidar Abdurrahman Puteh
Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh
Kuala Lumpur/Aceh – Nama Professor Dr. Muslim Amin, SE, MBA, PhD kini tercatat sebagai salah satu ilmuwan terkemuka dunia dalam bidang Business and Management. Berdasarkan pemeringkatan global yang dilakukan oleh Research.com, ia menempati peringkat #20 di Malaysia dan #2056 di dunia. Pencapaian ini menegaskan reputasinya sebagai akademisi produktif dengan kontribusi riset yang luas dan berkelanjutan.
Lebih penting lagi, Dr. Muslim Amin adalah alumni Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, yang kiprahnya di panggung internasional menjadi inspirasi bagi akademisi Indonesia.
Jejak Akademik: Dari USK ke UCSI University
Perjalanan akademik Dr. Muslim Amin dimulai di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, tempat ia menempuh pendidikan dasar keilmuan dan membangun fondasi riset. Setelah menyelesaikan studinya di Indonesia, ia melanjutkan pendidikan dan karier akademik hingga meraih gelar PhD.
Dedikasi dan konsistensinya dalam penelitian membawanya bergabung dengan UCSI University, Malaysia, salah satu universitas swasta terkemuka yang dikenal memiliki reputasi internasional. Di kampus ini, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif menulis, meneliti, dan membangun jejaring akademik global.
Posisi Editorial Internasional
Kiprah Dr. Muslim Amin semakin diakui melalui peran pentingnya di berbagai jurnal internasional:
Associate Editor: Journal of Hospitality and Tourism Technology, International Journal of Bank Marketing
Editorial Review Board: International Journal of Contemporary Hospitality Management, Journal of Hospitality and Marketing Management, International Journal of Tourism Research, Service Industries Journal
Keterlibatan ini menunjukkan pengakuan internasional atas kepakarannya dalam bidang hospitality, tourism, dan bank marketing, sekaligus memperkuat reputasi Malaysia sebagai pusat akademik yang diperhitungkan.
Budaya Riset: Malaysia vs Indonesia
Pencapaian Dr. Muslim Amin juga mencerminkan budaya riset di Malaysia yang menekankan kemandirian dan kesinambungan. Banyak profesor di Malaysia tetap produktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah meskipun tidak selalu ditopang oleh dana hibah besar. Publikasi dipandang sebagai tanggung jawab intelektual pribadi, bukan sekadar proyek berbasis pendanaan.
Sebaliknya, di sejumlah universitas di Indonesia, praktik riset masih sering bergantung pada hibah, kerja tim yang hierarkis, atau kontribusi mahasiswa dalam pengumpulan data dan penulisan awal. Pola ini kadang menimbulkan ketimpangan dalam kepenulisan, di mana otonomi intelektual dosen tidak berkembang sekuat yang diharapkan.
Perbandingan ini menegaskan bahwa keberhasilan Dr. Muslim Amin bukan semata soal kapasitas individual, melainkan juga hasil dari ekosistem akademik Malaysia yang menekankan profesionalisme, akuntabilitas, dan budaya publikasi berkelanjutan.
Inspirasi bagi Dunia Akademik
Dengan lebih dari 7.000 sitasi dan D-index 36 menurut Research.com, serta ratusan publikasi yang tercatat di Scopus dan Google Scholar, Dr. Muslim Amin telah menjadi rujukan penting dalam bidang manajemen dan pemasaran.
Sebagai alumni USK, kiprahnya di panggung internasional menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia mampu menembus batas global bila didukung oleh dedikasi, konsistensi, dan integritas akademik.
Pencapaian Dr. Muslim Amin adalah kebanggaan bagi Malaysia dan Indonesia, khususnya Aceh. Ia menunjukkan bahwa budaya riset yang sehat dan berkelanjutan dapat melahirkan ilmuwan kelas dunia. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi akademisi Indonesia untuk membangun ekosistem riset yang lebih mandiri dan akuntabel.























Diskusi