Artikel · Potret Online

Bedah Buku – A System of Logic

Penulis  Redaksi
Februari 15, 2026
2 menit baca 237
Bedah Buku – A System of Logic - 1001278221_11zon | PODCAST | Potret Online
Foto / IlustrasiBedah Buku – A System of Logic
Disunting Oleh

Kali ini kita tidak sedang membedah novel, bukan pula buku motivasi, melainkan fondasi cara berpikir modern: A System of Logic karya John Stuart Mill.

Buku ini mungkin terbit di abad ke-19, tetapi pertanyaannya sangat abad ke-21: bagaimana kita tahu sesuatu itu benar? Ketika data membanjiri layar, opini berseliweran di media sosial, dan klaim politik saling bertabrakan—apa yang bisa kita jadikan pijakan?

Mill menawarkan satu kata kunci: metode. Bukan perasaan, bukan asumsi, bukan sekadar retorika. Ia mengajarkan cara menemukan sebab dari pola, membedakan kebetulan dari hukum, dan menguji generalisasi sebelum kita mengangkatnya menjadi “kebenaran”.

Bagi pembaca POTRET yang akrab dengan isu sosial, politik, dan budaya, buku ini relevan karena ia memberi alat. Alat untuk membaca data kemiskinan tanpa terjebak simplifikasi. Alat untuk memahami politik uang tanpa sekadar marah. Alat untuk membedah narasi populisme tanpa ikut terseret emosi.

Namun, Mill juga mengundang pertanyaan:Apakah realitas sosial bisa sesederhana eksperimen ilmiah?Apakah manusia bisa direduksi menjadi variabel?Dan apakah logika cukup untuk menembus kepentingan kekuasaan?

Dalam bedah ini, kita tidak hanya akan merangkum isi buku, tetapi mengujinya pada konteks kita sendiri—pada Indonesia hari ini, pada ruang publik yang riuh, pada demokrasi yang terus diuji.

Karena membaca Mill bukan soal nostalgia filsafat. Ia adalah latihan disiplin berpikir. Dan mungkin, di tengah kebisingan zaman, itu justru yang paling kita butuhkan. Simak percakapannya di bawah ini.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...