Senin, April 20, 2026

Karnaval Sarendo-Rendo 2025 : Kota yang Berjalan Bersama Budayanya

Karnaval Sarendo-Rendo 2025 : Kota yang Berjalan Bersama Budayanya - 5ba50954 7f0f 4e31 ac6a f2961199cd73 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Karnaval Sarendo-Rendo 2025 : Kota yang Berjalan Bersama Budayanya

Oleh: Emi Suy

Pagi Jakarta pada Minggu, 14 Desember 2025, tidak hanya dibuka oleh langkah kaki warga yang memadati kawasan Monumen Nasional. Pagi itu dibuka oleh ingatan. Ingatan tentang kota yang lahir dari perjumpaan, dari iring-iringan manusia yang berjalan bersama—itulah makna Sarendo-Rendo dalam tradisi Betawi: beramai-ramai, seiring sejalan, tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Karnaval Sarendo-Rendo 2025 menjadi penanda penting bagaimana ruang publik Jakarta kembali dipulangkan pada fungsinya yang paling hakiki: ruang perjumpaan budaya. Dengan rute Monas–Sarinah–Monas, sejak pukul 06.30 hingga 09.00 WIB, jalanan kota berubah menjadi panggung terbuka tempat seni berjalan berdampingan dengan masyarakat.

Ondel-ondel hadir bukan sebagai tontonan eksotis, melainkan sebagai wajah kebudayaan yang hidup. Diiringi musik tradisi, busana Betawi, dan langkah para pelaku seni dari berbagai komunitas, karnaval ini menghadirkan suasana yang akrab, cair, dan meriah. Anak-anak, orang tua, pegiat seni, hingga warga yang tengah menikmati Hari Bebas Kendaraan Bermotor, larut dalam irama yang sama: irama kebersamaan.

Partisipasi Asosiasi Ondel-Ondel Indonesia dalam karnaval ini menegaskan bahwa kesenian Betawi bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi praktik budaya yang terus bergerak dan dirawat. Kehadiran para seniman, sanggar, dan komunitas budaya menunjukkan bahwa tradisi tidak berdiri sendiri—ia hidup karena dijaga secara kolektif, diwariskan melalui kehadiran, bukan hanya melalui cerita.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat identitas budaya kota serta memperluas akses masyarakat terhadap seni tradisi dan kontemporer. Dengan menyandingkan karnaval budaya dalam agenda HBKB, seni tidak dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, melainkan dilekatkan kembali pada denyut warga kota.

Sarendo-Rendo mengajarkan bahwa kota besar tidak harus kehilangan akarnya. Di tengah wajah Jakarta sebagai kota global, kebudayaan lokal justru menemukan relevansinya ketika diberi ruang untuk tampil secara terbuka, egaliter, dan merakyat. Budaya Betawi, dalam konteks ini, tidak berdiri sebagai artefak, melainkan sebagai napas kota yang terus menyala.

Pada akhirnya, Karnaval Sarendo-Rendo bukan hanya perayaan visual, melainkan pernyataan sikap: bahwa Jakarta adalah kota yang dibangun dari kebersamaan. Selama warga masih mau berjalan bersama budayanya, selama seni masih diberi ruang untuk hidup di jalanan kota, Jakarta akan tetap memiliki jiwa.

Dan di pagi itu, di bawah langit Monas, Jakarta kembali mengingat dirinya sendiri.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan ini: Abi Anto, RistarGie Artpreneur, Babeh Suyud, Yud Sagita, Kak Inung Nurjanah, Herry Tany, Agus L. Waspada, serta seluruh tim yang bekerja dengan dedikasi dan ketulusan. Kebersamaan inilah yang membuat Lenong Denes tetap hidup dan bertumbuh sebagai rumah kreatif yang saling menguatkan.

Ke depan, harapannya kebersamaan ini semakin solid, kesuksesan terus menyertai, manajemen waktu semakin matang, dan karya-karya yang lahir kian dahsyat. Dengan segala kerendahan hati, permohonan maaf disampaikan apabila selama proses terdapat tutur kata, sikap, atau hal-hal yang kurang berkenan.

Semoga seluruh keluarga besar Lenong Denes Pusaka Budaya senantiasa diberi kesehatan, semangat yang terjaga, dan kelimpahan rezeki—banjir order—semoga seni tradisi terus hidup dan berdaya.

Bismillah, kita sukses bersama di rumah besar kita: Lenong Denes Pusaka Budaya.
Aamiin.

Salam takzim,
Emi Suy 🙏

KarnavalSarendoRendo

SarendoRendo2025

SarendoRendo

BudayaBetawi

BudayaJakarta

LenongDenes

PusakaBudaya

SanggarPusakaBudaya

MajelisPersilatanBetawi

OndelOndelIndonesia

@sorotan

DisbudDKI

PemprovDKI

JakartaKotaBerbudaya

JakartaKotaGlobaldanBerbudaya

Jakarta500

BeramaiRamai

Kebersamaan

KompakBerkarya

BudayaMenyala

SeniUntukRakyat

HBKB

Monas

SeniTradisi

SeniBetawi

FestivalBudaya

jakarta

bangdoel

disbuddki

DisbudDKI

HBKB

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist