Senin, April 20, 2026

Membangun Anak Hebat dari Tanah Rencong

Membangun Anak Hebat dari Tanah Rencong - IMG_6258 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Membangun Anak Hebat dari Tanah Rencong


Oleh Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd

Akademisi, Pemerhati Pendidikan dan Bahasa


Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli adalah pengingat bagi kita bahwa anak-anak adalah permata bangsa dan pilar masa depan. Di Aceh, momentum ini menjadi sangat penting karena generasi muda di Tanah Rencong tidak hanya memikul harapan keluarga, tetapi juga amanah untuk menjaga identitas budaya, nilai-nilai Islami, dan semangat keindonesiaan.


Tema HAN 2025, “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, seakan menegaskan bahwa masa depan bangsa bergantung pada kualitas anak-anak hari ini. Aceh, dengan sejarahnya yang kaya akan nilai perjuangan dan pendidikan, harus memastikan anak-anaknya tumbuh sebagai pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter Islami, serta mampu beradaptasi dengan tantangan digital.


Isu stunting, misalnya, masih menjadi perhatian di beberapa daerah di Aceh. Ini bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan soal masa depan kualitas generasi penerus. Upaya pencegahan stunting harus melibatkan semua pihak, dari pemerintah daerah hingga gampong, dengan memberikan edukasi gizi, akses sanitasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak.


Di era digital, literasi teknologi juga menjadi tantangan besar. Anak-anak Aceh harus dibekali dengan kemampuan menggunakan internet secara bijak agar tidak terjebak pada arus negatif. Sekolah, dayah, dan orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak agar cerdas digital tanpa melupakan kearifan lokal.


Stop perkawinan anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak adalah agenda mendesak yang harus ditegaskan. Budaya Aceh yang menjunjung tinggi martabat perempuan dan nilai kekeluargaan perlu digali kembali sebagai landasan dalam melindungi anak dari praktik yang merugikan masa depan mereka.


Hari Anak Nasional adalah saat yang tepat untuk mengajak semua elemen di Aceh—pemerintah, ulama, tokoh adat, pendidik, dan keluarga—untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak, menghargai hak-hak mereka, dan menumbuhkan rasa percaya diri sebagai generasi emas.


Jika anak-anak Aceh tumbuh hebat, maka bukan hanya Indonesia yang akan kuat, tetapi juga warisan budaya dan nilai-nilai luhur Tanah Rencong akan terus hidup dalam nafas Indonesia Emas 2045.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist