HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Discount 19% Dari Trump, Banyak Memuji Prabowo
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Banyak memuji kesuksesan delegasi dagang Prabowo minta discount ke Donald Trump. Hasilnya, dari 32 persen turun jadi 19 persen. Barang dari Amerika, nol tarif. Sukses? Entahlah, tapi ramai memuji Prabowo. Mari kita ungkap lagi kisah negeri kita yang mencoba “melawan” negara super power sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Baca Juga

Presiden Pedofil?

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Maret 13, 2026

Inilah kisah cinta sepihak paling menyayat hati dalam sejarah perdagangan internasional. Indonesia, negara yang selama 61 bulan berturut-turut mencatat surplus dagang dengan Amerika Serikat, sejak Mei 2020 sampai Mei 2025, akhirnya harus menerima hadiah yang mengejutkan, tarif impor sebesar 19%. Hadiah ini, tentu saja, diberikan dengan senyum manis oleh Donald Trump. Senyum yang kira-kira berarti, “Kamu terlalu untung, jadi izinkan aku menyeimbangkan semesta… dengan hukuman.”

Ya, pada 2024 saja, Indonesia surplus sebesar US$17,9 miliar dari perdagangan barang dengan AS. Sebuah rekor yang bikin bangga, sekaligus bikin gemetar, karena di dunia dagang internasional, kalau you terlalu sukses, sampeyan dicurigai. Apalagi kalau ikam bukan sekutu NATO. Apalagi kalau akang ekspor terlalu banyak minyak sawit, bahan bakar mineral, dan baja, sementara panjenengan cuma impor jagung dan mesin dari Amerika.

Surplus ini membuat Indonesia terlihat seperti murid pintar yang terlalu sering dapat ranking satu, sampai akhirnya guru, dalam hal ini Presiden Trump, memutuskan untuk mengacak-ngacak lembar jawaban ujian. Sejak 1980-an, Indonesia memang langganan diintervensi, kuota tekstil, tuduhan dumping, pencabutan fasilitas GSP, dan sekarang… diskon tarif dari 32% ke 19% yang lebih mirip potongan kuku dari potongan harga.

Menteri Airlangga Hartarto pun tampil di layar kaca dengan senyum yang ambigu. Bersama juru bicara Haryo Limanseto, mereka menjelaskan bahwa ini adalah hasil negosiasi. Bahwa kita berhasil mencegah bencana. Bahwa tarif 32% telah diubah menjadi tarif 19%. Bahwa kita seharusnya bersyukur. Karena lebih baik jatuh dari sepeda daripada ditabrak truk trailer.

Tapi tunggu dulu. “Diskon” ini tidak gratis. Sebagai gantinya, Indonesia harus membeli energi dari AS senilai US$15 miliar. Ditambah produk pertanian sebesar US$4,5 miliar. Dan ya, 50 pesawat Boeing, termasuk seri 777. Boeing, yang kadang lebih banyak recall-nya dari berita cerai selebriti.

Kita juga membebaskan barang AS dari segala tarif dan hambatan. Apple dan Microsoft tak lagi diwajibkan memenuhi aturan TKDN. Sepuluh komoditas impor kita longgarkan. Produk AS diberi status Most Favored Nation, dengan tarif hanya 0–5%.

Apa yang kita dapat? Kesempatan mengekspor minyak sawit dan sandal jepit tanpa dibakar tarif 32%. Peluang kerja sama strategis di bidang mineral dan teknologi, yang mungkin akan terwujud… jika dunia tidak kiamat duluan.

Tapi realitasnya, industri dalam negeri bersiap dihantam. Barang Amerika masuk tanpa hambatan. Pasar lokal terancam dikuasai mereka. Kita mungkin tetap ekspor, tapi dengan posisi jongkok.

Inilah paradoksnya, kita surplus, lalu kita dihukum. Kita unggul, lalu kita dituduh nakal. Kita terlalu menang, dan karena itu kita diminta membayar lebih. Dunia dagang tak suka pemenang diam. Dunia dagang hanya suka pemenang yang tunduk.

So, tarif 19% ini bukan sekadar angka. Ini adalah hukuman yang dibungkus dengan stiker diskon. Sebuah pesan dari Trump kepada Indonesia, “Kau terlalu pintar, sekarang belajarlah jadi bodoh yang patuh.”

Beginilah kisah ekonomi global. Kita tidak benar-benar bernegosiasi. Kita hanya menunggu untuk tidak ditinggal. Kita tidak sedang berdagang. Kita sedang menjual kedaulatan, dibungkus dengan pita bernama “hubungan strategis.” Silakan sebut ini kemenangan diplomasi. Atau kalau mau jujur, ini cinta sepihak yang disponsori neraca perdagangan.

Lalu kita pengopi di warkop? Tetap ngopi tanpa gula. Pendukung Prabowo semakin cinta. “Apa yang diputuskan Prabowo tentu untuk kebaikan rakyatnya.” Inilah negeri saya, negeri ente, negeri kita, wak.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post

Anak Negeri Tak Kenal Negerinya - Ulasan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com