HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pemimpin yang Lupa Menjadi Manusia

Sindi Hazirah by Sindi Hazirah
Mei 11, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
0
598
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Sindi Hazirah

Dalam dunia yang semakin penuh intrik politik dan kepentingan, kita menyaksikan fenomena yang menyedihkan: para pemimpin yang dingin, kaku, dan menjauh dari denyut hati rakyatnya. Mereka bekerja untuk manusia, namun sering lupa bagaimana rasanya menjadi manusia. Mereka menguasai ilmu politik, tetapi buta terhadap ilmu yang lebih halus—psikologi manusia.

Baca Juga

Presiden Pedofil?

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Maret 13, 2026

Ilmu politik mengatur sistem, tetapi psikologi menyentuh nurani. Politik mengajarkan cara memerintah, tetapi psikologi mengajarkan cara memahami. Padahal manusia, sebagai inti dari kepemimpinan, bukanlah angka dalam statistik atau sekadar suara dalam pemilu. Mereka adalah makhluk kompleks—dengan luka, impian, dan kisah yang mendalam.

Pemimpin tanpa empati adalah pemimpin yang kering. Ia membuat keputusan dari atas menara kekuasaan, bukan dari dalam hati yang ikut merasakan. Di sinilah pentingnya pendidikan psikologi bagi pemimpin. Bukan untuk menjadikan mereka psikiater, tetapi agar mereka belajar mendengar dengan hati, memahami tanpa menghakimi, dan menyentuh rakyat tanpa menyakiti.

Selain itu, muncul sebuah gagasan yang berani namun logis: bagaimana jika kepemimpinan justru lebih cocok dipegang oleh anak muda yang belum berkeluarga? Anak-anak muda, yang masih idealis dan belum terikat kepentingan keluarga kecil, cenderung lebih murni dalam niat. Mereka belum memiliki ambisi untuk menumpuk kekayaan demi keturunan atau mempertahankan kekuasaan demi status. Mereka masih takut akan sanksi sosial, masih peduli pada citra dan nilai.

Sebaliknya, sering kali, kedewasaan membawa beban yang menyempitkan pandangan. Banyak orang dewasa yang, demi keluarga kecilnya, rela menutup mata terhadap keadilan, mengorbankan orang lain demi keamanan pribadi, dan akhirnya menjadi rakus. Mereka mulai meyakini bahwa menyelamatkan keluarga mereka adalah satu-satunya kebenaran—tanpa peduli jika itu merugikan banyak orang lain.

Namun tentu saja, usia bukanlah satu-satunya ukuran. Ada anak muda yang bisa lebih haus kuasa dari orang tua, dan ada pula orang dewasa yang tetap jernih, penuh welas asih, dan setia pada kebenaran. Yang membedakan adalah kesadaran, integritas, dan keinginan untuk tetap menjadi manusia—meski berada di tengah pusaran kekuasaan.

Pemimpin sejati adalah mereka yang tidak kehilangan sisi manusianya. Mereka yang tidak hanya pandai mengatur, tetapi juga mampu memahami. Mereka yang melihat rakyat bukan sebagai beban, tetapi sebagai cermin dari dirinya sendiri. Dan di dunia yang mulai kekurangan pemimpin seperti itu, harapan kita ada pada mereka yang masih berani mencintai manusia, sebelum mencintai kekuasaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 187x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 106x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: ArtikelPolitik
SummarizeShare239
Sindi Hazirah

Sindi Hazirah

Lahir di desa Meugit, Ujung Rimba, Pidie Aceh. Lulusan SMA N 1 Mutiara, Beureunun yang bercita-cita ingin menjadi penulis yang karyanya dikenal dengan nama baik selama berabad-abad. Layaknya William Shakespeare yang terkenal dengan karya Romeo and Juliet, karya fenomenal yang hampir semua orang di dunia tahu tentang karyanya. Benar-benar legenda.

Baca Juga

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya
# Koruptor

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya

Maret 10, 2026
Kampus

Dialetika Kampus

Februari 27, 2026
Artikel

Ngapain Menulis?

Februari 23, 2026
Artikel

The Incompetence of the Minister of Agriculture: Denying UUPA, Ignoring Aceh’s Struggles

November 25, 2025
Next Post
BILL GATES VS ELON MUSK: DUA JALAN PERADABAN

BILL GATES VS ELON MUSK: DUA JALAN PERADABAN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com