Sudah berapa hari ini, saat mengantarkan anak ke sekolah, seperti biasanya di dalam mobil ada percakapan dengan anak. Percakapan untuk membangun komunikasi, walau sembari mengantar ke sekolah. Dari pada hanya diam, maka penulis mengisi dengan percakapan, bercakap-cakap dengan anak.
Percakapan kami berlangsung dalam bahasa Inggris. Mengapa bahasa Inggris? Jawabannya, karena kami di rumah memang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa berkomunikasi bersama 3 anak yang sejak bayi sudah berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia.
Jadi, penulis dengan 3 anak menggunakan bahasa Inggris, sementara dengan ibu dari ketiga anak, berbahasa Indonesia, maka dalam perjalanan mengantarkan anak yang bersekolah di MTsN dan di mobil juga anak kedua yang masih SD kelas VI, kami saling bercerita dalam bahasa Inggris.
Sudah menjadi kebiasaan penulis terhadap anak dan juga orang lain yang penulis lakukan. Dalam setiap percakapan dengan anak-anak atau juga sahabat yang kini tergolong dalam kelompok generasi milenial atau juga generasi Z dan A, penulis suka mengajukan pertanyaan tentang pengetahuan umum.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Bio NarasiTabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulaiaktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yangkebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”Aktif terlibat dalammembangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh
Diskusi