
Sastra kembali berdiri sebagai suara nurani publik. Di tengah meningkatnya krisis ekologis dan berulangnya bencana alam di Aceh, sastrawan dan...
Baca SelengkapnyaDetails6. Langit yang Tersisa Langit senjakala menggantung rendah,menyapu ubun rambutku yang basah.Jalan ini mengulur jauh—lebih panjang dari segala mantrayang pernah kulisankandi bibir...
Baca SelengkapnyaDetailsKala Belantara Bicara Oleh Tabrani Yunis Kala hutan belantara bicara Dengan cara-cara luar biasa Semua bisa terjadi tanpa diduga Mengalir...
Baca SelengkapnyaDetailsAir Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah kelam. Pidie...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Gus Nas Jogja Senyap di Gerbang Ma'rifat, Riwayat di Puncak Daulat Sastra Aceh adalah permata yang tidak hanya dipahat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Novita Sari Yahya Pengumuman Bersejarah 26 November 2025 Pada 26 November 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Al Azim Effendi Pegiat Seni Sastera Anak Muda, Pulau Pinang, Malaysia Pada 21 December 2025 ini , Auditorium...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Mustiar Ar Dulu ia membunuh tanpa rasa,menyebut luka orang lain itu biasa. Kini giliran itu tiba,jeritnya minta keadilan segera....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Ririe Aiko Seperti yang kita ketahui bersama, anak-anak generasi muda saat ini sudah jarang sekali kita temukan duduk santai...
Baca SelengkapnyaDetailsTanggapan atas tulisan Mila Muzakkar “Beginikah Wajah Lain Sastrawan Indonesia?” Oleh Ririe Aiko Membaca tulisan Mila Muzakkar yang berjudul Beginikah...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com