
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Ansariah S.Pd, Guru SDN 3 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh Jalan kenanganku selalu berbau Basah,bahkan di musim kemarau bukan...
Baca SelengkapnyaDetailsanto narasoma ruang kota begitu terbuka. meski pada batasan sepotong topeng, wajah itu pun tersenyum abadidan anak-anak pun tertawa segenap...
Baca SelengkapnyaDetailsanto narasoma ketakutan itu tibaketika badai tsunami datang dengan wajah beringas parasnya yang tegangmelahap perjalanan ombak ketika badai yang dipenuhi...
Baca SelengkapnyaDetailsTiga puisi karya Alkhair Aljohore, MalaysiaTajuk : RENTAS KEHIDUPAN 1.Ekspedisi Alami Kehidupan Hidup ini peta terbuka,diwarnai matahari dan hujan,dalamnya gurun,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Mustiar Ar Dulu ia membunuh tanpa rasa,menyebut luka orang lain itu biasa. Kini giliran itu tiba,jeritnya minta keadilan segera....
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Anies SeptivirawanSejak datang pagiAku lahir dari rahim sepiHanyut terbawa air sungai sunyiSejak datang pagiAku lahir dari dua hatiYang berpadu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Antonarasoma BANYAK orang yang menilai kecantikan itu muncul dari busana indah yang bernilai jutaan. Ada juga yang mengomentari, kecantikan...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Anies SeptivirawanSeperti sepasang arwah dan jasadTubuhku adalah IndonesiaIndonesia adalah rumah besarBagi inspirasi, inovasi, kreasi, motivasi, dan intuisiyang datang dari...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Siska Akmal Suasana malam yang sepi. Lampu jalan memancarkan cahaya di aspal yang basah. duduk diam, menatap waktu yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hanief Anakku... Hidup ini bukan sekadar tentang kuat menahan dunia, tapi tentang lembut menata jiwa. Belajarlah mengatur diri, sebelum...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com