
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Rifa Tuhanku….Dalam diam,kusimak kalam muJauh lebih jelas dari aksara dan suara Dalam hening,tinta Qalam mu kembaliBerubah menjadi samudra kedamaian.HITAM…..PUTIH……Melebur...
Baca SelengkapnyaDetailsLahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Reza Fahlevi Mengejar harapanBersama lantunan doaAku terempas ke dasar jurangHampir putus asaKarna salah dalam menanamkan persepsi hati Membisikkan sajak-sajakSebagai...
Baca SelengkapnyaDetailsBuka Puasa Pertama Buka puasa pertamaBersama pelengkap tulang rusukCinta yang membentuk khusyuk Tangan yang begitu cekatanMenyajikan hidangan sepuncak nikmatSepuncak khidmat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Reza Fahlevi Dia hanya diamMembisu Sunyi bersama tatapan penuh harapanBerpikir bahwa masa lalu bisa diubahDan itu membuatnya tertegunBahkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ririe Aiko (Berdasarkan kisah nyata Supandi, seorang guru honorer di Sukabumi yang hanya digaji Rp192.000 per bulan, namun...
Baca SelengkapnyaDetailsKenapa kita harus bertemu? Aku seperti terjebak di dalam ruang lingkup keberadaanmu Tapi lucunya aku malah menyukainya Dan ingin terus...
Baca SelengkapnyaDetailsKapan negeri ini pernah terang?Kapan garuda ini dapat terbang?Semakin hari semakin gelapRakyatnya hanya bisa meratapNegeriku dihancurkan tikus-tikus biadapLaut dijadikan hak...
Baca SelengkapnyaDetailsKita harus taat aturan Kita harus taat hukum Kita harus taat atasan Kita harus taat lalu lintas Kita harus taat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Katamu Negeri ini tanah surga Hasil bumi melimpah ruah Negeri makmur dan kaya raya Menyimpan emas,nikel dan rempah...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com