Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Rintih Oleh : AyumiAku pulang pada-Mu, ya Rabbi,Tapi, bukan sebagai hamba yang suci,Melainkan debu hina nan pekat.Aku terlalu rendah dari...
Tulisan tahun 2022, di halaman TISI Rubrik Inspirasi Berwacana Oleh Erndra Achaer Puisi-puisi bertebaran di mana-mana. Di semua media publikasi,...
Oleh Diro Aritonang Kutulis puisi yang bukan puisitak ada metafora tak ada imajiapa kata hati kutulis penuh emosikutulis puisi yang...
Tentang Ibuibu melahirkan aku dari sepimenjadi malam, pagi dan siang.ibu melahirkan aku dari tanah, menumbuhkan battilang, kanunang, menjadikan ibu lebih...
Oleh Gimien Artekjursi di tanah air initak ada lagi yang merdekasemua telah dijajah dan menjajah dirinyamerdeka hanya mimpi di setiap...
RintihAku pulang pada-Mu, ya Rabbi,Tapi, bukan sebagai hamba yang suci,Melainkan debu hina nan pekat.Aku terlalu rendah dari sekadar pemaksiat.Langkahku berat,...
Oleh Reza Fahlevi Setelah kau pergi jauhSemua yang tertinggal hanyalah kenanganDan aku terpurukAku terbenamKarena kenangan bersamamu menghadirkan sejuta senyumanSenyuman yang...
Puisi/lagu Ramadan 26: JIKA DATANG MUSIBAH jika datang musibah itu ujian dari Allah sejauh mana darjah tabah ...
Mustiar Ar : ACEH Di garis wajahmuKubaca pesanYang luruh di jiwa. Liuk tubuhmu, yang lembutAdalah misteri, yang tak teruraiSenyummu, yang...
puisi Marlin Dinamikanto namaku el_Sayemperempuan asli Gunungkiduldulunya sering dipanggil Iyemkembang desa Gua Pindul dusun Gelaran Satu tempat lahirkuberjuang hidup menepis...
© 2026 potretonline.com