TENTANG TANAH AIRKU, INDONESIA

Maret 2025
Oleh: Redaksi

Oleh Gimien Artekjursi

di tanah air ini
tak ada lagi yang merdeka
semua telah dijajah dan menjajah dirinya
merdeka hanya mimpi

di setiap pikiranmu
tak akan bisa terungkap yang kau inginkan
pada langkahmu
tak akan pernah sampai
pada yang mesti jadi tujuan
karena ketakutan menjajahmu dari dalam

siapa menunggu gerimis di halaman?
tiap tetesnya diharap menyuburkan
padahal tanah ini menyimpan mata air di balik air matanya
dan tak pernah kering
hanya kau yang tak mengerti bagaimana merawat tunas
pucuk-pucuknya kau pangkas
karena merasa merdeka mengibarkan kemauan

telah lama, sangat lama
sejak moyang kita merintis peradaban
dan negeri ini masih berupa puing-puing berserakan
kita tak pernah percaya pada diri sendiri
lebih suka memelihara sekawanan tikus di lumbung
lalu bertikai
siapa menanam, siapa berhak berpesta
:di ladang
jangankan umbi, sepotong batang pun
tak lagi tersisa

lalu apa?
memelihara kebodohan:
menggandeng penipu di setiap transaksi
dan mempercayakan si dungu jadi pengendali
kita baru akan sadar keliru
nanti jika sudah terdampar di dasar jurang

tapi itulah kita, kawan
sangat indonesia
lebih suka ditindas daripada bebas
tak pernah percaya kawan
bangga pada pendatang
jika saudara berbeda dianggapnya durjana

sampai kapan kita pelihara mimpi
jadi tuan di rumah sendiri?
(sssstt jangan bilang pada siapapun:
tuhan masih menyembunyikan sang ratu adil
nanti akan dimunculkan ketika kiamat sudah dekat)

Kumendung, 19 Maret 2025

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist