
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Muslimin Lamongan hafal pancasilabanal tingkahnyaundang-undang dasargudang tersasardewan perwakilanrawan pelanggarankepala daerahalpa marwahkepala sendirilupa diri inflasi hadirekonomi khawatirdelik aduanpolitik perundungancahaya gelapbudaya...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Burung-burung kelelawar datang berkunjung Berkerumun -kerumun saling sambung Terbang tinggi jauh melambung Langit terang kelihatan mendung Burung-burung...
Baca SelengkapnyaDetailsJanji- Nya salahkah menimbang angin di lamansehingga panas pagi hujan petangtitiknya menenggelam bumi salahkah mimpikan seorang bidadaripagi hilang dalam panas...
Baca SelengkapnyaDetailsKEBUDAYAAN PERANG Budhi dan daya Kata nurani Fikiran manusiawi Apakah sampai Pada ketegaan Genosida kehidupan Jika demikian Anda bukan Ciptaan...
Baca SelengkapnyaDetailsNYALA DI UJUNG RENCONG (Syair Perang untuk Tanah yang Tak Pernah Tunduk) Dengarlah wahai pewaris tanah, Rencong bersinar di genggam...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Jengki Sunarta Apa Perlu Judul? Aku adalah kertas basah yang terbakarMatahariMenyala di tepi hariYang hilang dalam lautan Apa semua...
Baca SelengkapnyaDetailsPenulis seorang pesara kerajaan. Mula giat menulis melalui puisi dan sajak serta antologi cerpen. Ahli pertubuhan Penulis Isu Wanita Nasional...
Baca SelengkapnyaDetailsAi pipih adalah Ai lundeng nama pena yang diberikan oleh ayah tercintanya,dia lahir di Purwakarta tahun 1972,selain seorang ibu rumah...
Baca SelengkapnyaDetailsDI BAWAH LANGIT' YANG SAMA Kita bersaudaraTanpa batas negaraErat dalam ikatan kasih sayangBersama kita ciptakan dunia sejahteraDamai dan harmoniUntuk semuaTanpa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: IhwaL Benz Satriadji pujangga semarak kurator merebak laksana buih ombak algoritma memamah biak tak perduli tentang rasa berharap kemurnian...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com