
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Nak, Kemarilah duduk sejenak Kuharap kau dapat menyimak Setiap kata dan kalimat Bapak Walau usiamu masih anak-anak...
Baca SelengkapnyaDetailsAku Ingin Menjadi Kata - kataAku ingin engkau mengutukkumenjadi kata - kata,agar semua rahasia langitbisa kupetik lalukutebarkan di hamparan samuderahatimu yang...
Baca SelengkapnyaDetailsNama saya Gandazon H. Turnip, lahir di Simalungun tahun 1998 menulis beberapa puisi yang tersebar di berbagai media seperti Majalah...
Baca SelengkapnyaDetailsDenny Micky Hidayat, lahir di Jakarta, memilih berdomisili di kota Depok, Jawa Barat, saat ini bekerja sebagai ASN di Direktorat...
Baca SelengkapnyaDetailsMuhammad Tauhed Supratman lahir di Pamekasan, 27 Nopember l970. Sajaknya “Nyanyian dari Kampus” terpilih dan dibacakan di Radio Nederland, di...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Senja merah Merekah Bagaikan darah Tumpah Ruah Senja merah darah Mengalir menjarah lembah Di ufuk barat tampak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Muslimin Lamongan hafal pancasilabanal tingkahnyaundang-undang dasargudang tersasardewan perwakilanrawan pelanggarankepala daerahalpa marwahkepala sendirilupa diri inflasi hadirekonomi khawatirdelik aduanpolitik perundungancahaya gelapbudaya...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Burung-burung kelelawar datang berkunjung Berkerumun -kerumun saling sambung Terbang tinggi jauh melambung Langit terang kelihatan mendung Burung-burung...
Baca SelengkapnyaDetailsJanji- Nya salahkah menimbang angin di lamansehingga panas pagi hujan petangtitiknya menenggelam bumi salahkah mimpikan seorang bidadaripagi hilang dalam panas...
Baca SelengkapnyaDetailsKEBUDAYAAN PERANG Budhi dan daya Kata nurani Fikiran manusiawi Apakah sampai Pada ketegaan Genosida kehidupan Jika demikian Anda bukan Ciptaan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com