Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Tiga puisi karya Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., seniman dan akademisi asal Padang Panjang, Sumatera Barat direkomendasikan sebagai materi cipta...
Oleh Ilhamdi Sulaiman Puisi tak bisa menghentikan perang,seperti doa yang jatuh di antara peluru,tapi ia mampu bertahan di dada lukasebagai...
Air Tak Menyucikan Di dinding kamar mandi rumahku,ada tulisan kecil:āJangan lupakan siapa yang memandikanmu.āTak kutahu siapa menulisnya.Mungkin aku,mungkin Tuhan,mungkin seseorang...
Oleh Alkhair Aljohore Bibirnya berselawat, tangannya berdarahBerjanji damai, menusuk dari arah belakangBendera Islam dikibar di meja rundinganTapi peluru mereka menyasar...
PENGORBANAN AYAH HINGGA HUJUNG NYAWA ...
"Empat Pulau yang Menangis" Empat pulau bukan sekadar tanah, ia nyawa dalam dada rakyat. Dari Sabang ke Simeulue, gema luka...
Raja ampatBy. Halimah Munawir Raja Ampat,Bukan sekedar legenda4 manusia terlahir dari telur.Dan di pelihara seorang ibu. Ia Surga terakhir di...
Nama saya Gandazon H. Turnip kelahiran tahun 1998 berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Saya aktif menulis puisi di berbagai...
Oleh Muslimin Lamongan alam benakmu sirna bijak manusiawimerasa membeli janji-janji bertabur mimpimulut busa basi dicuci orasi apel merah ilusisepatu kuasa...
Oleh: Yoss Prabu Seperti bara api yang menari di atas tungku buatan sendiri.Bau arang dan lemak menari bersama asapYang entah...
Ā© 2026 potretonline.com






