Karya Juni Ahyar Di sela rumpun bambu angin belajar menyebut namanya sendiri. Tak ada guru,tak ada kitab,hanya buluh-buluh tuayang sejak dahulumenyimpan napas bumidi rongga tubuhnya....
Baca Selengkapnya
Karya Juni Ahyar Di sela rumpun bambu angin belajar menyebut namanya sendiri. Tak ada guru,tak ada kitab,hanya buluh-buluh tuayang sejak dahulumenyimpan napas bumidi rongga tubuhnya....
Baca SelengkapnyaOleh Juni Ahyar Tak seorang punbenar-benar berjalanmenuju masa depan. Yang kita sebut hari esokhanyalah namabagi jarakyang semakin pendekmenuju liang keabadian. Setiap pagiumur tidak bertambah. Ia justru berkurangsatu halaman,sementara catatan amaldiam-diammenulis dirinya sendiri. Kita sibukmenggambar istanadi atas kalender. Menghitung gaji,mengejar gelar,memburu pujian,mengumpulkan duniaseolah waktubersedia menunggu. Padahal,di belakang setiap detik,ada malaikatyang menghitunglangkah kitake arah pulang. Lihatlah duniatidak sedang mendekatimu. Ia perlahan menjauh,seperti senjayang menanggalkan cahayatanpa meminta izin. Sebaliknya, akhiratterus berjalanke arahmu. Ia tidak tergesa. Namuntak pernah terlambat. Betapa banyakangan-anganyang tumbuhlebih tinggidaripada usia pemiliknya....
Baca SelengkapnyaOleh Juni Ahyar Terinspirasi dari tragedi Jembatan Kuta Blang, Bireuen Di Kuta Blang, banjir bukan sekadar air yang...
Baca SelengkapnyaOleh: Juni Ahyar Akademisi, Peneliti, Pemerhati Pendidikan dan Bahasa Besok, Senin, 13 Juli 2026, jutaan peserta didik di...
Baca SelengkapnyaOleh: Juni Ahyar, Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, budaya lokal menghadapi tantangan yang tidak...
Baca SelengkapnyaOleh_Juni Ahyar Tiga tahun…kata-kata sastra menggelar makna,menghamparkan sunyi di atas meja-meja waktu,sementara ratusan ribu antologihanya menjadi debu yang...
Baca SelengkapnyaOleh: Juni Ahyar, Akademisi, Peneliti, Pemerhati Pendidikan dan Bahasa Guru merupakan jantung pendidikan. Keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan...
Baca SelengkapnyaOleh Juni Ahyar Di singgasana kuasa, sering kali kata-kata menjelma mahkota, sementara telinga perlahan menutup pintu, merasa diri...
Baca SelengkapnyaOleh Juni Ahyar Akademisi, Peneliti, Pemerhati Pendidikan dan Bahasa Di sudut-sudut kafe modern Banda Aceh, di ruang kelas...
Baca Selengkapnya