POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Di Balik Senyum Murung

RedaksiOleh Redaksi
December 14, 2024
Tags: #pengemis#sedekah
Di Balik Senyum Murung
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh : Mahratul Husna

Mahasiswa Semester V, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Di tengah hiruk pikuk kota Banda Aceh, di balik senyum murung yang terukir di wajah Ibu Nurlaila, tersimpan kisah pilu yang menggugah hati. Seorang janda tangguh dari Lhoksukon. Ia berkeliling mengemis di kawasan Blang Bintang. Ia menanggung beban berat sebagai tulang punggung keluarga. Lima anak menjadi tanggung jawabnya dan setiap langkahnya diiringi harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Nurlaila bukanlah pengemis biasa. Di balik kesederhanaan, tersembunyi kisah pahit yang tak terlupakan. Anak ketiganya, terlahir dengan kondisi yang memprihatinkan, dikenal dengan sebutan “Seribu Wajah” dan menderita bocor jantung sejak lahir. Bayangkan, seorang ibu yang harus berjuang keras untuk menghidupi anak-anaknya, salah satunya dengan kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan.

Setiap hari, Nurlaila berjalan kaki, menenteng karung beras yang menjadi simbol harapan bagi keluarganya. Karung itu bukan sekadar kebutuhan harian, melainkan representasi dari perjuangannya untuk meraih kehidupan yang lebih layak. Di balik raut wajahnya yang lelah, terukir tekad yang kuat untuk tetap tegar di tengah badai kehidupan yang tak kunjung reda.

📚 Artikel Terkait

Sebanyak 77 Warga Binaan Dilakukan Verifikasi NIK oleh Disdukcapil Banda Aceh

Forum Siti Manggopoh dan Taty Westhoff, Diaspora Belanda: Waspada, Menjawab Kegelisahan Perempuan terhadap AI

Peroleh TTE Izin Kesehatan DPM-PTSP Kota Banda Aceh Tanpa Harus ke Kantor

Kau Harus Menyerah

Kisah Nurlaila bukanlah cerita tunggal. Di Banda Aceh dan sekitarnya, terdapat banyak pengemis yang menjalani kehidupan yang penuh derita. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang terpaksa menyerahkan diri pada jalanan untuk bertahan hidup. Mereka adalah cerminan dari realitas yang tak selalu terlihat di kehidupan kita sehari-hari.

Kehadiran mereka mungkin tak selalu diakui, namun kisah hidup mereka membutuhkan sorotan dan dukungan dari kita semua. Di balik permohonan mereka yang terdengar di keheningan jalanan, tersembunyi harapan akan keadilan dan kehidupan yang lebih manusiawi.

Namun, di balik keprihatinan, terdapat pertanyaan yang menggerogoti hati. Apakah pemberian kita, yang sekilas terlihat sebagai bentuk belas kasih, justru mendorong mereka untuk terus bergantung pada belas kasihan orang lain? Apakah kita telah menciptakan siklus “pengemis berantai” yang tak berujung?

Pemerintah, seharusnya, lebih proaktif dalam memberikan solusi yang lebih berkelanjutan. Bantuan sosial yang tepat sasaran, program pendidikan yang terstruktur, dan kesempatan kerja yang layak, semuanya menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat para pengemis di Aceh.

Data dari BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh mencapai 14,23 persen jiwa. Fakta ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu mengupayakan langkah-langkah yang lebih konkrit untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh, termasuk para pengemis.

Di balik senyum murung Ibu Nurlaila, terdapat harapan yang terpendam. Harapan akan kehidupan yang lebih baik, harapan akan keadilan, dan harapan akan masa depan yang cerah bagi anak-anaknya. Mari kita bersama-sama menciptakan dunia yang lebih berpihak pada keadilan dan kesejahteraan bagi semua, termasuk para pengemis yang mencari sesuap nasi di jalanan.

Kisah Nurlaila dan para pengemis lainnya bukanlah sekadar angka statistik kemiskinan. Mereka adalah manusia dengan mimpi dan harapan. Dengan empati dan tindakan nyata, kita dapat mengubah cerita pilu ini menjadi kisah inspiratif tentang kebangkitan dan perubahan. Mari kita ulurkan tangan, bukan hanya untuk memberi bantuan sesaat, tetapi untuk membangun masa depan yang lebih baik, sebuah masa depan di mana setiap anak dapat tumbuh dengan layak, dan setiap ibu dapat hidup dengan tenang tanpa harus mengemis di jalanan. Mungkin, di balik senyum murung mereka, tersimpan benih-benih harapan yang menunggu untuk tumbuh dan berkembang.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #pengemis#sedekah
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Mengemis, Sektor Bisnis Keluarga, Menjaja Iba

Tren Financial Planning Ala Generasi Muda, Bagaimana Islam Memandang?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00