HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Remaja Perempuan yang Terpaksa Mengemis

Harapan di Tengah Kesulitan

Redaksi by Redaksi
November 10, 2024
in Aceh, Artikel, Banda Aceh, Diafragma, Dinas Sosial, Essay, FEB UIN Ar-Raniry, gepeng
Reading Time: 2 mins read
0
Remaja Perempuan yang Terpaksa Mengemis
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Mutia Febrina

Mahasiswa jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar Raniry, Banda Aceh

Baca Juga

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Di tengah keramaian Simpang Lima, Banda Aceh, tampak seorang remaja perempuan bersama adik laki-lakinya terlihat sedang mengemis. Kegiatan yang  ia lakukan setiap hari di lokasi itu. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa di balik sosoknya yang gigih, tersimpan cerita kehidupan yang begitu sulit. Setahun yang lalu, ia mengalami perpisahan orang tua.

ADVERTISEMENT

Kehidupan mereka  berubah drastis. Kini, ia tinggal bersama ayah dan adiknya di Kampung Jawa. Ayahnya, seorang nelayan dengan penghasilan yang pas-pasan, tak mampu mencukupi kebutuhan mereka. Sejak itu, ia dan adiknya terpaksa mengemis untuk bisa bertahan hidup.

Kondisi keluarga yang tak lagi utuh menjadi faktor internal, pemicu utama dan mengantarkannya melakukan kegiatan sebagai pengemis. Ia merasakan dampak dari perpisahan orang tua. Tanpa disadari bahwa kasus itu sering kali meninggalkan dampak besar, terutama bagi anak-anak. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan kondisi ekonomi yang berubah.

Dari sisi eksternal, kemiskinan dan kurangnya akses terhadap pendidikan menjadi faktor lainnya. Setelah orang tuanya bercerai, ia dan adiknya harus pindah ke beberapa tempat, hingga akhirnya menetap di Banda Aceh. Di daerah seperti ini, program bantuan sosial atau pendidikan untuk anak-anak jalanan masih minim. Situasi ini memaksa anak-anak seperti mereka untuk turun ke jalan dan mengemis, karena sulit menemukan jalan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak seharusnya masalah ini dibiarkan begitu saja. Anak-anak adalah generasi penerus, dan mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Pemerintah dan masyarakat perlu melihat situasi ini sebagai isu penting yang membutuhkan perhatian serius. Anak-anak yang tumbuh di jalanan tanpa pendidikan dan kesempatan yang memadai rentan terhadap berbagai masalah, seperti eksploitasi dan tindak kejahatan. Jika dibiarkan, mereka bisa terjebak dalam siklus kemiskinan yang sulit untuk diatasi.

Pemerintah perlu mengambil langkah nyata untuk membantu anak-anak jalanan, khususnya dalam hal pendidikan. Misalnya, dengan menyediakan program pendidikan gratis atau beasiswa khusus yang mudah diakses bagi anak-anak seperti remaja ini. Selain itu, pelatihan keterampilan juga bisa menjadi solusi agar mereka punya peluang untuk bekerja atau membuka usaha kecil di masa depan. Bantuan modal usaha bagi keluarga yang membutuhkan juga bisa membantu mereka untuk tidak lagi bergantung pada aktivitas seperti mengemis.

Selain pemerintah, masyarakat sekitar juga memiliki peran penting. Dengan memberikan bantuan bukan hanya berupa uang, tetapi juga berupa makanan atau perlengkapan sekolah, kita bisa membantu meringankan beban hidup mereka dan mendukung pendidikan mereka.

Di tengah semua kesulitan ini, remaja perempuan ini masih memiliki harapan besar. Ia bercita-cita untuk melanjutkan sekolah dan memperbaiki kehidupannya agar bisa memberi masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan adiknya. Tekadnya adalah gambaran nyata ketangguhan dan semangat hidup yang luar biasa.

Kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yang berada di jalanan. Dengan dukungan bersama, bukan tidak mungkin mereka bisa menggapai mimpi dan keluar dari jerat kemiskinan. Harapan akan masa depan yang lebih baik bisa terwujud jika kita semua berperan aktif membantu dan menginspirasi mereka.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 288x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 181x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 153x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: anak jalanan
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Harapan di Pinggir Jalan: Fenomena Anak Jalanan Banda Aceh
Aceh

Harapan di Pinggir Jalan: Fenomena Anak Jalanan Banda Aceh

Desember 22, 2024
Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan
Aceh

Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan

Desember 17, 2024
Banda Aceh

Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis

Desember 14, 2024
KETIKA MASA KECIL TERENGGUT DEMI BERTAHAN HIDUP KELUARGA
Aceh

KETIKA MASA KECIL TERENGGUT DEMI BERTAHAN HIDUP KELUARGA

Desember 12, 2024
Next Post
KEBODOHAN DAN KERUSAKAN UJIAN NASIONAL

KEBODOHAN DAN KERUSAKAN UJIAN NASIONAL

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com