Senin, April 20, 2026

Tutup Tambang Ilegal, Buka Tambang Rakyat: Solusi atau Kamuflase Baru?

Tutup Tambang Ilegal, Buka Tambang Rakyat: Solusi atau Kamuflase Baru? - IMG_7815 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Tutup Tambang Ilegal, Buka Tambang Rakyat: Solusi atau Kamuflase Baru?

Oleh Rivaldi

Ketika pemerintah berkoar “menutup tambang ilegal”, publik berharap ada perbaikan nyata. Namun sayangnya, kaset lama, judul baru kembali dimainkan dengan judul baru: tambang ilegal ditutup, tambang rakyat dibuka. Padahal akar masalahnya bukan semata soal legalitas, melainkan paradigma ekstraktif yang terus menjadikan alam sebagai objek eksploitasi tanpa batas.

Faktanya, tambang rakyat kerap hanya menjadi legalisasi penderitaan rakyat.

Rakyat tetap menjadi buruh di tanahnya sendiri, sementara pemodal dan alat berat masih dikuasai oleh segelintir elite. Nama boleh berubah, tapi air tetap keruh, hutan tetap gundul, dan tanah tetap kehilangan daya hidupnya. Legal bukan berarti berkeadilan.

Ironisnya, kebijakan ini sering dibungkus dengan narasi “pemberdayaan rakyat”. Padahal yang diberdayakan hanya segelintir pihak, sementara yang diberi daya rusak adalah bumi. Jika pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat, maka seharusnya fokusnya bukan membuka tambang baru, tetapi membuka jalan keluar dari ketergantungan pada tambang.

Kita butuh transisi ekonomi pasca tambang pertanian hijau, energi terbarukan, koperasi rakyat, bukan tambang yang berganti nama.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak butuh izin menggali bumi, rakyat butuh jaminan hidup tanpa harus menggali kubur masa depannya sendiri.

Tutup pertambangan ilegal, lalu buka tambang rakyat apakah solusi konkrit? padahal sama-sama berdampak untuk rakyat dan sama-sama mudaratnya untuk rakyat. ini jelas sebuah pradigma cacat berfikir yang sedang di buat oleh pemerintah untuk mengelabui rakyat, logika berfikirnya benar-benar cacat. Ini jelas  bukan sebuah solusi konkrit jika hanya pergantian nama dari ilegal menjadi tambang rakyat. Alam terus rusak dan rakyat selalu mendapatkan imbasnya.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist