• Latest
LOGIKA TERBALIK

LOGIKA TERBALIK

Juli 8, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

LOGIKA TERBALIK

Redaksiby Redaksi
Juli 8, 2023
Reading Time: 2 mins read
LOGIKA TERBALIK
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Zulkifli Abdy

KAMPANYE itu sepatutnya menjelaskan tentang visi dan misi, atau lebih konkritnya lagi menjelaskan program-program dan apa saja potensi serta kelebihan-kelebihan dari Bacalon yang akan tampil di panggung kontestasi politik. Bukan justru dengan mencari-cari kesalahan atau bahkan menjelek-jelekkan Bacalon lawan yang bernuansa fitnah. Boleh jadi masyarakat luas tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal semacam itu, dan belum tentu akan mempercayainya begitu saja.

Kita kerap menyaksikan melalui media sosial, para pendukung salah satu Bacalon “asyik” menghujat dan menjelek-jelekkan Bacalon lain, sehingga lupa menjelaskan potensi atau keunggulan apa saja yang dimiliki Bacalon yang mereka dukung untuk memikat hati konstituen.

Akhirnya masyarakat luas justru tidak pernah mengenal dengan baik Bacalon yang mereka dukung, sehingga momentum untuk menggugah masyarakat melalui semacam “framing” pun terlewati dengan sia-sia.
Dengan demikian kampanye yang diharapkan untuk meraup sebanyak mungkin dukungan, akhirnya menjadi kontraproduktif, bahkan bisa berbalik menjadi bumerang.

Pada titik tertentu, pendukung Bacalon yang selalu menjelek-jelekkan atau bahkan memfitnah, tanpa disadari justru semakin meninggikan elektabilitas Bacalon lawan yang mereka fitnah itu.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Bukankah pengalaman empiris telah membuktikan, bahwa calon pemimpin yang kerap “dikerdilkan” dan banyak menerima tekanan serta perlakuan yang tidak adil secara politis, pada akhirnya memenangkan kontestasi?

Apalagi masyarakat sekarang sudah sangat cerdas dalam mengamati fenomena politik yang sedang masif berlaku di negeri ini.
Bahkan pada kondisi tertentu, pendukung Bacalon yang merasa diperlakukan tidak adil itu akan menggunakan logika terbalik dalam menyikapinya.

Boleh jadi logika terbalik itu cerminan dari sikap skeptis masyarakat terhadap “budaya-baru” politik yang saling menyerang, sekaligus sebagai respons terhadap dinamika politik yang cenderung pelik.

Biasanya dalam menyikapi situasi normal yang semu dan dipenuhi kepura-puraan, masyarakat akhirnya cenderung berpikir, dan akan bertindak bahkan berpihak pada kondisi yang sebaliknya.

Kalau itu terjadi, apa yang kita lihat pada bagian muka dari etalase politik yang sedang dipertontonkan, tidak lagi sepenuhnya akan dipercaya oleh khalayak, termasuk juga hasil survei yang tidak mencerminkan realitas sesungguhnya.

Dalam segala ketidakpastian, secara naluriah masyarakat akan berupaya mengonfirmasi sendiri setiap gejala yang ada dengan menelisik referensi yang mereka yakini lebih valid dan terpercaya, seraya terus mencari tahu apa sesungguhnya di balik apa.

Bukankah pada era keterbukaan informasi ini, masyarakat akan dengan sangat mudah untuk mendapatkan data pembanding?
Data tidak lagi efektif disimpan “di lemari besi” atau ruang tertutup, karena kini data apapun relatif dapat diakses oleh siapa saja, sehingga masyarakat awan di lapis bawah sekalipun dapat mengetahuinya dengan mudah.

Kendati dalam dunia politik, dengan alasan tertentu orang biasa melakukan “pengaburan” informasi, bahkan melakukan rekayasa yang sarat dengan kebohongan sebagai bagian dari strategi, tapi kalau semua itu dilakukan secara ceroboh dan tidak cermat, justru akan terkesan memperlihatkan kenaifan belaka.

Lalu pertanyaan yang mencuat ke permukaan di tengah kegamangan yang ada, mengapa sesekali kita tidak mencoba menempuh “jalan-lurus” menuju kehidupan demokrasi yang bermuara pada terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, tanpa secuilpun meninggalkan potensi perpecahan diantara anak bangsa.

Serta mengembalikan waham politik kita pada nilai-nilai yang mengedepankan kejujuran, yang disertai keranggian etika-moral serta kemauan besar kita untuk membangun bangsa ini lebih baik lagi di masa mendatang.

Tentu kita berharap semuanya itu berlangsung khidmat dengan senantiasa memelihara kerukunan serta keakraban diantara segenap warga negara yang berbingkai semangat persatuan dan kesatuan.

Zulkifli Abdy – Pemerhati Masalah Sosial berdomisili di Banda Aceh.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Pengembara

Pengembara

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com