POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Musim Sepeda (Jangan) Berakhir?

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
June 24, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Tabrani Yunis

Minggu pagi, tanggal 20 Juni 2021, saya datang lebih cepat ke POTRET Gallery untuk membuka toko lebih pagi, karena staf di toko berhalangan masuk. Sambil membuka toko, mata tertuju ke beberapa pesepeda yang mengayuh sepeda mereka di jalan Prof Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh. Suasananya tidak seperti pada masa awal pandemi Covid19. Ya, pada masa awal pandemi, sebagaimana anjuran agar bisa sehat dengan daya tahan tubuh prima, maka seakan musim bersepeda sudah tiba.  Bersepeda menjadi olah raga pilihan dan atau favorit. Orang-orang yang berkantong tebal atau punya banyak isi ATM, berlomba membeli sepeda. Bukan hal aneh Kalau kita lihat banyak yang membeli sepeda dengan harga yang wah hingga puluhan juta. Ada sepeda lipat dan juga sepeda balap, bukan berarti tidak ada sepeda butut. Pokoknya bersepeda menjadi musim di masa pandemi.

Nah, menyaksikan aktivitas bersepeda pada Pagi  Minggu  itu, mengingatkan saya pada kegiatan bersepeda yang saya lakukan pada tanggal 21 Maret 2021. Saat itu, usai salah subuh dan beres-beres di rumah, saya kembali melakukan aktivitas bersepeda atau dalam bahasa orang sekarang siaebut gowes untuk menjaga kebugaran dan juga kesehatan.  Bersepeda dengan jarak yang sesuai dengan usia dan kemampuan yang ada. Hari Itu hanya bisa sampai ke Blang Bintang dari Lampouh Keude. Ya, lumayanlah bisa menggerakan atau menguatkan tungkal kaki dan mengurangi atau membakar kolesterol yang mungkin telah bersarang di tubuh. Jadi olah raga bersepeda memang olah raga yang menjamur selama pandemi  hingga kini.

Namun, ketika Bersepeda pagi itu, suasananya  mulai berbeda, hampir sama saja seperti pada  pagi minggu lalu. Tidak banyak lagi orang bersepeda, tidak banyak lagi gerombolan atau kelompok orang-orang bersepeda. Hanya menemukan satu atau dua pesepeda yang lewat. Tidak ada lagi keriuhan para pesepeda yang mengayuh sepeda saat berkelompok, kecuali deru suara mesin truk pengangkut pasir atau tanah yang lalu lalang. Jadi suasana di jalan memang sudah jauh berbeda.

Ya, Berbeda karena tampak berkurang jumlah orang-orang atau gerombolan  pesedq di jalan raya. Berbeda sekali dengan masa-masa awal berjangkitnya virus corona atau yang saat ini lebih dikenal dengan Covid 19 itu, banyak rombongan pesepeda yang dengan penuh semangat dan ceria bersepeda yang menempuh jarak atau jalur berbeda-beda. Pokoknya aktivitas bersepeda masyarakat kota di Banda Aceh dan Aceh Besar tampak begitu menggeliat. Tidak salah bila disebut dengan musim sepeda. Ini adalah pertanda bagus di tengah keterbatasan gerak semasa pandemi yang memaksa kita untuk menjaga kesehatan dan stamina kuat. Sebagaimana kita ketahui bahwa bersepeda yang teratur itu memberikan banyak manfaat.

Alodokter.com  memaparkan beberapa manfaat bersepeda secara rutin. Beberapa manfaat itu adalah

1. Menjaga Kesehatan jantung dan pembuluh darah


Bersepeda dapat mengoptimalkan kinerja sistem kardiovaskular, yaitu jantung dan pembuluh darah, dengan cara memperkuat otot jantung dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Dengan kinerja sistem kardiovaskular yang baik, risiko terkena stroke, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi dapat dikurangi.

📚 Artikel Terkait

Teungku Chiek Kuta Karang: Ulama Pejuang, Ahli Falak dan Penasehat Perang Aceh.

TOKO BUKU SAAT INI

Sedih, STY Out

Menuju Perang Dingin 2.0 dan Kekalahan Amerika Serikat?


2. Menjaga kesehatan otot dan sendi


Bersepeda dapat memperkuat otot kaki, bokong, paha, betis, pinggul, perut, lengan, dan bahu. Tak hanya itu, bersepeda juga baik untuk persendian dan telah terbukti bermanfaat bagi penderita osteoartritis.


3. Menjaga berat badan


Bersepeda dapat menjaga berat badan tetap ideal, karena mampu membakar lemak dan meningkatkan laju metabolisme tubuh. Bersepeda selama 1 jam saja dapat membakar setidaknya 600 kalori. Untuk mendapat manfaat ini secara optimal, Kita bisa mengombinasikan kebiasaan bersepeda secara rutin dengan pola makan bergizi seimbang untuk mencegah dan mengatasi kegemukan.


4. Menurunkan tingkat stres

Saat bersepeda, tubuh akan menurunkan kadar hormon stres, seperti adrenalindan kortisol, di dalam tubuh. Tak hanya itu, melihat dan menikmati pemandangan saat bersepeda juga dapat menurunkan stres yang dialama.


5. Menurunkan risiko terjadinya diabetes dan kanker

Salah satu manfaat bersepeda lainnya adalah mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Hal ini karena bersepeda dapat menjaga kestabilan produksi hormon insulindalam tubuh. Bersepeda juga bisa memperkecil risiko terkena kanker, termasuk kanker usus besar dan kanker payudara.

Nah, tentu masih banyak manfaat bersepeda yang bisa kita dapatkan. Para pembaca bisa membaca berbagai referensi tentang hal ini. Misalnya, bersepeda berkontribusi pada upaya menjaga udara tidak mengalami polusi, karena sepeda ramah terhadap lingkungan. Bukan hanya itu, ada banyak manfaat lain dalam berbagai perspektif. Oleh sebab itu, musim sepeda yang telah berlansung sejak awal pandemi tidak boleh padam atau berhenti. Kebiasaan bersepeda harus terus dilakukan secara rutin agar kita bisa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh secara individu dan kolektif, sebagai upaya murah menghindari ancaman Covid 19 yang belum ada kepastian kapan berakhir ini Jadi, musim sepeda harus terus berlanjut, aktivitas bersepeda pun harus menjadi pilihan terbaik. Ayo bersepeda!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Pemko Banda Aceh Sosialisasi Alat Mitigasi Tsunami Terobosan BRSDMKP

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00