• Latest
Uleebalang Bukan Pengkhianat: Menimbang Ulang Sejarah Aceh yang Terlupakan

Uleebalang Bukan Pengkhianat: Menimbang Ulang Sejarah Aceh yang Terlupakan

Agustus 2, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Uleebalang Bukan Pengkhianat: Menimbang Ulang Sejarah Aceh yang Terlupakan

Redaksiby Redaksi
Agustus 2, 2025
Reading Time: 3 mins read
Uleebalang Bukan Pengkhianat: Menimbang Ulang Sejarah Aceh yang Terlupakan
600
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Dr. Ir. TM Zulfikar

Pemerhati Sosial dan Lingkungan Aceh

Sejarah Aceh kerap ditulis dengan tinta yang tebal di satu sisi, namun kabur di sisi lainnya. Dalam banyak narasi populer, Uleebalang dicap sebagai “pengkhianat” yang memihak kolonial Belanda melawan ulama dan rakyat Aceh. Namun, apakah benar sesederhana itu? Apakah sejarah boleh direduksi menjadi hitam-putih, tanpa mempertimbangkan kompleksitas sosial, politik, dan adat yang mengikat masyarakat Aceh kala itu?

Mitos Pengkhianatan yang Direproduksi

Narasi “pengkhianatan” Uleebalang lahir dari pembacaan sejarah yang menekankan konflik antara ulama dan Uleebalang, khususnya pada masa revolusi sosial di Sumatra Timur dan pergolakan pasca-kemerdekaan. Namun, menyematkan label pengkhianat tanpa konteks sama saja dengan memenjarakan sejarah dalam ruang sempit propaganda.

Padahal, Uleebalang adalah institusi adat yang telah eksis jauh sebelum kolonial datang. Mereka bukan sekadar penguasa lokal, tetapi juga penjaga tatanan sosial, hukum adat, dan kedaulatan wilayah mukim. Relasi mereka dengan ulama pada masa-masa tertentu bukan semata konflik, melainkan kerap bersifat komplementer: ulama memimpin dalam hal agama, sementara Uleebalang menjaga tata kelola sosial dan keamanan rakyat.

Kolaborasi atau Survival Politik?

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Benar, ada sebagian Uleebalang yang berhubungan dengan pemerintah kolonial. Namun, apakah semua bentuk hubungan itu dapat dimaknai sebagai pengkhianatan? Dalam konteks kolonialisme, strategi bertahan hidup sering kali memaksa elit lokal menempuh jalan kompromi. Bagi sebagian Uleebalang, kolaborasi bukan sekadar tunduk, tetapi cara untuk menyelamatkan rakyatnya dari kebijakan represif yang lebih keras jika mereka memilih perlawanan terbuka.

Sejarawan Anthony Reid mencatat bahwa banyak perjanjian antara Uleebalang dan Belanda tidak sepenuhnya dijalankan karena di tingkat lokal, Uleebalang tetap menjaga kepentingan mukim mereka. Fakta ini jarang disorot dalam wacana publik, karena tidak sesuai dengan narasi “hitam-putih” yang selama ini menguasai imajinasi sejarah Aceh.

Uleebalang dan Ulama: Relasi yang Berubah

Konflik antara Uleebalang dan ulama di Aceh juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika sosial-ekonomi. Revolusi sosial yang meletus di beberapa daerah pasca-kemerdekaan bukan semata perang ideologi, tetapi juga perebutan ruang kuasa yang dipengaruhi perubahan tatanan kolonial. Ulama yang sebelumnya lebih fokus pada peran keagamaan mulai memasuki arena politik, sementara sebagian Uleebalang yang melemah akibat kebijakan kolonial kehilangan legitimasi. Persinggungan inilah yang kemudian dipolitisasi hingga melahirkan stigma “pengkhianatan.”

Mendamaikan Sejarah Aceh

Aceh butuh cara pandang baru terhadap sejarahnya sendiri. Uleebalang tidak bisa dihapus dari identitas Aceh hanya karena stigma masa lalu yang tidak sepenuhnya akurat. Mereka adalah bagian dari mozaik sejarah, sama pentingnya dengan peran ulama, pejuang rakyat, dan bangsawan lainnya.

Mendekonstruksi mitos “pengkhianatan” bukan berarti menafikan kesalahan sebagian Uleebalang, tetapi menolak generalisasi yang membutakan. Dalam konteks kini, rekonsiliasi memori sejarah justru penting agar Aceh mampu merangkai kembali jati dirinya secara utuh: sebagai bangsa yang menghormati adat, ulama, dan sejarah tanpa dikungkung narasi sepihak.

Penutup: Saatnya Menulis Ulang

Uleebalang bukan pengkhianat. Mereka adalah bagian dari perjalanan panjang Aceh yang kompleks. Kini, tugas kita adalah menulis ulang sejarah dengan jujur-bukan untuk membela siapa pun, melainkan untuk menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.

Sebab sejarah yang adil tidak menuding, ia memahami. Dan Aceh, lebih dari siapa pun, layak mendapatkan pemahaman itu.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Sosialisasi PKKM di Kalangan Madrasah, Pentingkah?

Sosialisasi PKKM di Kalangan Madrasah, Pentingkah?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com