• Latest

Pohon Jeju dan Ketegangan Ideologis di Aceh: 

July 7, 2025
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Apa Kata Dunia?

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pohon Jeju dan Ketegangan Ideologis di Aceh: 

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
July 7, 2025
in # Ironi, Artikel
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Kajian Antropologi Forensik, Sosial, dan Sejarah

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh

Baca Juga

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Apa Kata Dunia?

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Penebangan pohon Jeju di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, oleh pihak tak dikenal telah memicu kemarahan publik dan membuka ruang refleksi tentang konflik nilai, estetika, dan ideologi di ruang publik Aceh. Pohon ini bukan sekadar tumbuhan, melainkan simbol sosial yang menghubungkan generasi muda dengan ekspresi budaya global seperti K-drama. Artikel ini menggabungkan pendekatan antropologi forensik, analisis ideologis, dan sejarah lokal untuk memahami makna di balik peristiwa tersebut.

Pohon Jeju yang viral ini sebenarnya adalah pohon soga (Peltophorum pterocarpum), dikenal dalam bahasa Aceh sebagai Bak Hasan Teunget. Ia tumbuh di kawasan Pantai Ulee Lheue dan sempat menjadi ikon musiman karena bunganya yang kuning cerah menyerupai sakura tropis.

Keberadaan pohon ini membawa nuansa musim semi ala Korea Selatan ke tengah iklim tropis Aceh. Warga lokal dan wisatawan berbondong-bondong datang untuk berfoto, menjadikannya spot wisata musiman yang penuh daya tarik. Dalam konteks sejarah urban Aceh, pohon-pohon seperti Jeju telah lama menjadi bagian dari lanskap kota yang memberi keteduhan, keindahan, dan identitas ekologis. Sayangnya, seperti kasus penebangan pohon Kohler di Masjid Raya Baiturrahman, nilai sejarah dan simbolik pohon sering kali diabaikan demi proyek atau tafsir ideologis tertentu.

Antropologi Forensik dan Analisis Sosial

Penebangan pohon Jeju dapat dianalisis melalui metode antropologi forensik: (1) Tafonomik Analisis: Menelusuri alat dan teknik penebangan, serta waktu kejadian. (2) Forensik Arkeologi Sosial: Mengkaji lokasi pohon sebagai ruang interaksi sosial dan simbol estetika publik. (3) Analisis Simbolik Material: Pohon sebagai “tubuh sosial” yang diserang karena makna yang dikandungnya.

Pohon Jeju menjadi korban dari konflik nilai antara generasi muda yang ekspresif dan kelompok konservatif yang menolak simbol-simbol modernitas.

Kelompok Wahabi di Aceh dikenal memiliki pandangan keras terhadap ekspresi visual dan budaya populer yang dianggap menyimpang dari nilai tauhid (Yunus & Amiruddin, 2021: 93; Fauzi, 2023: 52). Idris dan Sahlan (2018: 85) mencatat bahwa berfoto di depan objek alam bisa dianggap sebagai bentuk pemujaan tidak langsung. Penolakan terhadap pohon Jeju bisa jadi berakar dari tafsir puritanisme yang menolak estetika sebagai bentuk syirik.

Pohon Jeju menjadi latar favorit bagi anak-anak muda Aceh yang menggemari K-drama. Foto-foto yang beredar menunjukkan gaya romantis dan bebas, yang ditafsirkan oleh kelompok konservatif sebagai bentuk liberalisasi budaya dan penyimpangan moral (Yunanda, 2019: 143). Miswar (2020: 15) menyebut reaksi keras terhadap budaya populer sebagai bentuk kekerasan simbolik terhadap ekspresi generasi muda.

📚 Artikel Terkait

Aceh Tak Lagi Istimewa, MoU Dikangkangi, Rakyat Ditinggalkan

Puisi-Puisi Riami

Prasasti Kebon Kopi

Ramadan, Bulan Mawas Diri

Penebangan pohon Jeju bukan hanya soal hilangnya vegetasi, tetapi juga hilangnya ruang simbolik yang menghubungkan warga dengan keindahan, sejarah, dan ekspresi budaya. Pendekatan antropologi forensik menunjukkan bahwa tindakan terhadap benda fisik bisa mencerminkan konflik ideologis yang lebih dalam. Diperlukan dialog lintas generasi dan pendekatan lintas mazhab agar Aceh tidak terus-menerus kehilangan ruang publik yang inklusif dan bermakna.

Referensi:

Acbar, Tryas Anhar. Dampak Dakwah Salafi Wahabi Di Banda Aceh. Diss. UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2023.

Al Chaidar, Abidin Nurdin, and Apridar Abdurrahman. CONTEMPORARY RELIGIOUS MOVEMENT IN ACEH. 2017.

Fauzi, Muhammad. Upaya Kelompok Aswaja Aceh Dalam Membendung Gerakan Salafi-wahabi di Aceh 2014-2022. Diss. Universitas Islam Indonesia, 2023.

Herdi, Sahrasad, Al Chaidar, and Tabrani Dedy. “Terrorism, Wahhabism and Islam (East)-West Dialogues: A Reflection from Indonesia.” Journal of economic and social development 6.2 (2019): 60-75.

Idris, Mulyana, and Muhammad Sahlan. “Antara Salah Paham dan Paham yang Salah: Pandangan Teungku Seumeubeut terhadap Wahabi.” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin20.1 (2018): 80-89.

Miswar, Khairil. “Wahhábi Dalam Perspektif HUDA Dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Sosial Keagamaan Di Aceh.” Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam 2.1 (2020): 1–27.

Razak, Abd. “Telaah Kritis Terhadap Peran Majelis Permusyawaratan Ulama Terhadap Fenomena Anti Wahhabi di Aceh.” 2023.

Wati, Amrida. Gerakan Membela Akidah Ahlul Sunnah Waljamaah: Pandangan Ulama Dayah Terhadap Gerakan Wahabi Di Kecamatan Kota Baro Kabupaten Aceh Besar. Diss. UIN Ar-Raniry Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 2023.

Yunanda, Rizki. “Radikalisme Dalam Persfektif Islam Dayah Di Aceh.” Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) 2.2 (2019): 138–148.

Yunus, Firdaus M., and M. Hasbi Amiruddin. “TENSION BETWEEN SCHOOLS OF THOUGHT: ASWAJA AND WAHABI IN ACEH.” Jurnal Ilmiah Islam Futura 21.2 (2021).

Yunus, Firdaus M., and M. Hasbi Amiruddin. “Aswaja dan Wahabi di Aceh: Memahami Sebab Ketegangan dan Solusinya.” 2020.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 103x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 91x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 85x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Baca Juga

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
#Ijazah

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Apa Kata Dunia?
# Ironi

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari
# kolonial

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026
Next Post
Kebenaran Viral Mengalahkan Klarifikasi

Kebenaran Viral Mengalahkan Klarifikasi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com