POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung

Jacob EresteOleh Jacob Ereste
June 15, 2025
Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste

Senang sekali rasanya saat membaca cerita Mohammad Madani gelar Dalom Putrkha Jaya Makhga tentang sambel tempoyak yang khas menjadi pelengkap makan besar dari keluarga Lampung, meski sesungguhnya banyak juga digemari oleh sulu bangsa masyarakat Sumatra Selatan yang ada di berbagai tempat, meski penyebutan namanya hadi berbeda.

Hanya saja cerita tentang sambel tempoyak yang unik dan khas rasanya ini — karena dibuat dari buah durian yang dipermentasikan — bagus sekali bila dapat diuraikan juga tidak hanya sebatas lauk pauk dari acara makan pun yang dari warga masyarakat Lampung pada umumnya pun bernilai sakral. Apalagi acara makan itu sering diperluas dengan mengajak saudara yang ada di sekitar tempat tinggal. Tentu saja, akan lebih heboh dan spektakuler bila acara makan bersama itu juga mengajak anggota keluarga yang lebih besar. Misalnya karena ada diantara anggota keluarga tang ada di tempat lain atau kota datang bertandang untuk melepas rasa kangen atau sekedar berbagi kebahagian bersama keluarga lainnya yang ada di kampung atau di tuh atau anek.

Jadi nilai sakral dari acara makan bersama yang acap dilakukan siku bangsa Lampung tidak hanya sekedar semacam rasanya kuliner belaka, sehingga milai-nalai sakral dan spiritual yang sangat nenonjol dan menarik dari sambel tempoyak itu tidak cuma sebatas acara makan bersama saja, tapi ada nilai filisofis dan sosiologisnya yang salam seperti ekspresi dalam kebersamaan, atau saat sebelum acara makan bersama itu dimulai atau setelah usai, biasanya beragam penuturan kisah dan cerita tentang keluarga lain yang sudah sukses atau karena jarang dapat berkumpul bersama dalam acara makan bersama yang bermakna sosiologis tanpa pernah dipelari dari perguruan tinggi yang ada.

Jadi nilai kerukunan dan kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan, sering dilakukan oleh keluarga suku bangsa Lampung yang tidak perlu mengacu pada konsepsi persatuan dan kesatuan untuk sekaligus menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam satu puak atau keluarga. Namun budaya yang telah dipraktikkan secara turun temukan ini mempunyai nilai filosofis dalam tradisi lisan yang tidak pernah tertulis ini, diteguhi dan dirawat bersama, utamanya bagi mereka yang berkecimpung untuk menyelenggarakannya.

📚 Artikel Terkait

Bahaya Broken Home Terhadap Psikologis Anak

Warung Kopi di Aceh Layaknya Kampus

Ketika yang Tak Viral, Tak Penting

Ternyata Salah

Artinya, nilai filisofis dan sosilogis sambel tempoyak dalam acara makan bersama keluarga suku bangsa Lampung dapat diurai tidak hanya dari nikmatnya menu makan bersama itu yang seakan wajib disertai oleh gulai ikan, tetapi lebih jauh lagi bagaimana awal mulanya ilmu dan pengetahuan tentang persentase buah durian itu bisa dilakukan san menjadi menu pelengkap dalam acara makan bersama, atau bahkan menjadi bagian dari acara makan adat — begawi e — atau hajat besar yang berkaitan dengan upacara pernikahan, kelahiran, sunatan atau sejenis upacara adat lainnya.

Paparan filosofis di balik sambel tempoyak dalam tradisi makan warga masyarakat Lampung yang ditulis Mohammad Madani dalam medua Hati Pena, 15 Juni 2025 sungguh menarik, apalagi bahasa tuturnya bagus dan enak. Cuma saja sayangnya tidak diekplorasi lebih maksimal mulai dari makna acara makan bersama itu sendiri hingga ke beragam acara makan bersama itu sendiri yang telah menjadi budaya secara turun temurun dalam adat kebiasaan suku bangsa Lampung. Itulah sebabnya, tradisi “cuak mengan” sungguh unik dan menarik bila diteliti secara filosofis dan sosiologis hingga masih dapat bertahan sampai sekarang.

Setidaknya, dalam acara makan bersama keluarga dalam tradisi dan budaya suku bangsa Lampung, pasti miliki nilai yang sakral. Spiritual hingga filosofis dan sosiologis yang pantas dan patut dijaga dan dipelihara sampai kapanpun juga. Sebab nilai-nilai kebersamaan, kerukunan san kerapatan dalam keluarga, suku atau puak dan satu kesatuan marga patut dan kayak untuk tetap dijaga dan dipelihara bersama. Sebab dari acara makan bersama dengan simbol sambel tempoyak itu mulai dari lingkaran kecil keluarga merupakan bagian dari cara untuk menjaga rasa kebersamaan, kekompakan dan mengerahkan tali persaudaraan yang mungkin saja sudah merenggang. Padahal dalam segala yang lebih luas — keluarga besar, satu marga atau bahkan acara makan bersama satu kampung pun — yang masih acap dilakukan — dapat menjadi sarana membangun kerukunan dalam kebersamaan. Maka itu, acara makan bersama yang dikelas dalam bentuk hajatan, syukuran dan sejenisnya juga jerapah dilakukan warga masyarakat di perkotaan. Setidaknya dengan begitu, rada kangen dengan kampung halaman bisa tertangkap dan terserap nuansanya.

Banten, 14 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli?

Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00