• Latest
Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung - 2025 06 15 16 03 29 | Bandar Lampung | Potret Online

Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung

Juni 15, 2025
Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
IMG_0733

Berjuang Hingga Akhir

April 11, 2026
9edda383-f515-49a9-9938-8d5b8ebcf730

Sastra sebagai Cermin Kehidupan: Refleksi Perjalanan dari Panggung Teater ke Dunia Penelitian

April 11, 2026
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung - 2025 06 15 16 03 29 | Bandar Lampung | Potret Online

Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung

Jacob Ereste by Jacob Ereste
Juni 15, 2025
in Bandar Lampung, Kuliner, Lampung
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Jacob Ereste

Senang sekali rasanya saat membaca cerita Mohammad Madani gelar Dalom Putrkha Jaya Makhga tentang sambel tempoyak yang khas menjadi pelengkap makan besar dari keluarga Lampung, meski sesungguhnya banyak juga digemari oleh sulu bangsa masyarakat Sumatra Selatan yang ada di berbagai tempat, meski penyebutan namanya hadi berbeda.

Hanya saja cerita tentang sambel tempoyak yang unik dan khas rasanya ini — karena dibuat dari buah durian yang dipermentasikan — bagus sekali bila dapat diuraikan juga tidak hanya sebatas lauk pauk dari acara makan pun yang dari warga masyarakat Lampung pada umumnya pun bernilai sakral. Apalagi acara makan itu sering diperluas dengan mengajak saudara yang ada di sekitar tempat tinggal. Tentu saja, akan lebih heboh dan spektakuler bila acara makan bersama itu juga mengajak anggota keluarga yang lebih besar. Misalnya karena ada diantara anggota keluarga tang ada di tempat lain atau kota datang bertandang untuk melepas rasa kangen atau sekedar berbagi kebahagian bersama keluarga lainnya yang ada di kampung atau di tuh atau anek.

Baca Juga:

    Jadi nilai sakral dari acara makan bersama yang acap dilakukan siku bangsa Lampung tidak hanya sekedar semacam rasanya kuliner belaka, sehingga milai-nalai sakral dan spiritual yang sangat nenonjol dan menarik dari sambel tempoyak itu tidak cuma sebatas acara makan bersama saja, tapi ada nilai filisofis dan sosiologisnya yang salam seperti ekspresi dalam kebersamaan, atau saat sebelum acara makan bersama itu dimulai atau setelah usai, biasanya beragam penuturan kisah dan cerita tentang keluarga lain yang sudah sukses atau karena jarang dapat berkumpul bersama dalam acara makan bersama yang bermakna sosiologis tanpa pernah dipelari dari perguruan tinggi yang ada.

    Jadi nilai kerukunan dan kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan, sering dilakukan oleh keluarga suku bangsa Lampung yang tidak perlu mengacu pada konsepsi persatuan dan kesatuan untuk sekaligus menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam satu puak atau keluarga. Namun budaya yang telah dipraktikkan secara turun temukan ini mempunyai nilai filosofis dalam tradisi lisan yang tidak pernah tertulis ini, diteguhi dan dirawat bersama, utamanya bagi mereka yang berkecimpung untuk menyelenggarakannya.

    Baca Juga

    Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung - 2025 06 23 09 51 53 | Bandar Lampung | Potret Online

    Sigupai Mambaco Menghidupkan Bahasa Singkil Lewat Baca Nyaring Istimewa

    Juni 23, 2025
    Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung - 2025 05 29 07 09 39 | Bandar Lampung | Potret Online

    Gastronomi dan Keajaiban Tanah Priangan

    Mei 29, 2025
    Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Bandar Lampung | Potret Online

    Ngopi dan Logos: Catatan Santai dari Pinggir Meja Kayu

    Mei 19, 2025

    Artinya, nilai filisofis dan sosilogis sambel tempoyak dalam acara makan bersama keluarga suku bangsa Lampung dapat diurai tidak hanya dari nikmatnya menu makan bersama itu yang seakan wajib disertai oleh gulai ikan, tetapi lebih jauh lagi bagaimana awal mulanya ilmu dan pengetahuan tentang persentase buah durian itu bisa dilakukan san menjadi menu pelengkap dalam acara makan bersama, atau bahkan menjadi bagian dari acara makan adat — begawi e — atau hajat besar yang berkaitan dengan upacara pernikahan, kelahiran, sunatan atau sejenis upacara adat lainnya.

    Paparan filosofis di balik sambel tempoyak dalam tradisi makan warga masyarakat Lampung yang ditulis Mohammad Madani dalam medua Hati Pena, 15 Juni 2025 sungguh menarik, apalagi bahasa tuturnya bagus dan enak. Cuma saja sayangnya tidak diekplorasi lebih maksimal mulai dari makna acara makan bersama itu sendiri hingga ke beragam acara makan bersama itu sendiri yang telah menjadi budaya secara turun temurun dalam adat kebiasaan suku bangsa Lampung. Itulah sebabnya, tradisi “cuak mengan” sungguh unik dan menarik bila diteliti secara filosofis dan sosiologis hingga masih dapat bertahan sampai sekarang.

    Setidaknya, dalam acara makan bersama keluarga dalam tradisi dan budaya suku bangsa Lampung, pasti miliki nilai yang sakral. Spiritual hingga filosofis dan sosiologis yang pantas dan patut dijaga dan dipelihara sampai kapanpun juga. Sebab nilai-nilai kebersamaan, kerukunan san kerapatan dalam keluarga, suku atau puak dan satu kesatuan marga patut dan kayak untuk tetap dijaga dan dipelihara bersama. Sebab dari acara makan bersama dengan simbol sambel tempoyak itu mulai dari lingkaran kecil keluarga merupakan bagian dari cara untuk menjaga rasa kebersamaan, kekompakan dan mengerahkan tali persaudaraan yang mungkin saja sudah merenggang. Padahal dalam segala yang lebih luas — keluarga besar, satu marga atau bahkan acara makan bersama satu kampung pun — yang masih acap dilakukan — dapat menjadi sarana membangun kerukunan dalam kebersamaan. Maka itu, acara makan bersama yang dikelas dalam bentuk hajatan, syukuran dan sejenisnya juga jerapah dilakukan warga masyarakat di perkotaan. Setidaknya dengan begitu, rada kangen dengan kampung halaman bisa tertangkap dan terserap nuansanya.

    Banten, 14 Juni 2025

    SummarizeShare235Tweet147
    Jacob Ereste

    Jacob Ereste

    Related Posts

    Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya
    Psikologi

    Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

    April 11, 2026
    db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172
    Iran

    Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

    April 11, 2026
    2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db
    Esai

    Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

    April 11, 2026
    # Ironi

    🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

    April 11, 2026
    Next Post
    Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung - 2025 06 15 16 34 44 | Bandar Lampung | Potret Online

    Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli?

    POTRET Online

    © 2026 potretonline.com

    • Home
    • Tentang Kami
    • Kirim Naskah
    • Disclaimer
    • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
    • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
    • Penulis
    • Al-Qur’an

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Artikel
    • Pendidikan
    • Logout
    • Opini
    • Essay
    • Politik
    • PODCAST
    • Penulis
    • Kirim Naskah

    © 2026 potretonline.com