POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Iran

Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli?

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Juni 15, 2025
in Iran, Israel
0
Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli? - 2025 06 15 16 34 44 | Iran | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Ketika saya menulis serangan Iran ke Israel, banyak bertanya, berapa korbannya? Seolah-olah jumlah korban itu adalah sebuah kemenangan. Siapa yang banyak korban, dia kalah. Bila sedikit, ia menang. Padahal yang korban itu manusia, wak! Bukan kucing liar di pasar, bukan anjing di jalanan. Banyak bicara kecanggihan senjata perang, pada ujungnya hanya untuk melenyapkan manusia. Mari kita ungkap sebuah ironi perang modern sambil seruput kopi tanpa gula.

Hari itu, 14 Juni 2025, langit Israel tak lagi biru. Bukan karena polusi, bukan karena musim hujan, tapi karena sekitar 200 rudal dan drone datang dari Iran seperti pengantar pizza yang sangat pendendam. Mereka tidak mengetuk pintu. Mereka mengetuk langit, lalu meledak.

Baca Juga
  • Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli? - 2025 06 28 23 21 36 | Iran | Potret Online
    #Gaza
    Gaza di Antara Damai Palsu dan Neraka
    28 Jun 2025
  • 0e57b4df-4c0d-44d9-ba18-f4e21ea0526b
    # Revolusi Iran
    Kemenangan Teologi Revolusi Islam Iran Sejak 1979
    09 Apr 2026

Setidaknya 3 warga sipil Israel tewas. Nama mereka tak tertulis di spanduk-spanduk konferensi PBB, hanya tercetak di batu nisan yang baru dipahat. Puluhan lainnya luka-luka, termasuk 7 tentara yang kini lebih sering melihat langit-langit rumah sakit dari layar ponsel. Kota-kota seperti Tel Aviv, Ramat Gan, dan Rishon LeZion mendadak seperti kota-kota dalam film pasca-kiamat: kaca pecah, mobil terbakar, dan warga berlari bukan karena diskon, tapi karena sirene serangan udara meraung-raung seperti genderang kiamat.

Bandara Ben Gurion? Ditutup. Bukan karena mogok kerja atau kabut, tapi karena rudal bisa jadi penumpang gelap berikutnya. Sementara itu, langit Israel berubah jadi parade anti-kemerdekaan, rudal dan drone saling bersaing unjuk gaya, siapa yang lebih jitu menghancurkan harapan.

Baca Juga
  • Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli? - 9aa3fdbd 4482 46f3 83de 13eb5c16cd79 | Iran | Potret Online
    Artikel
    Yahudi Fiksi Di Itali Abad Pertengahan
    28 Sep 2025
  • 02
    Artikel
    Quds, Kedigdayaan Pasukan Khusus Iran
    13 Jan 2023

Tapi ini bukan awal. Ini adalah babak kedua dari simfoni kehancuran. Sehari sebelumnya, tanggal 13 Juni, Israel memulai pesta mautnya sendiri melalui Operasi Singa Bangkit, sebuah nama operasi militer yang terdengar seperti anime tapi isinya kematian massal. Mereka menghantam fasilitas nuklir Iran, markas militer, dan para jenderal top. Ada 78 orang Iran tewas, termasuk dua tokoh penting, Hossein Salami, komandan IRGC, dan Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

Balasannya cepat, panas, dan brutal. Iran tidak mengirim surat protes, mereka mengirim rudal. Mereka tidak menuntut permintaan maaf, mereka menuntut langit Israel jadi abu. Bagi Iran, ini bukan sekadar serangan. Ini puisi kemarahan, ditulis dengan bahan bakar roket dan tinta darah.

Baca Juga
  • Media bias and children’s suffering
    # Ironi
    Tidak Semua Anak Menjadi Berita: Bias Media Barat di Gaza, Iran, dan Ukraina
    10 Apr 2026
  • Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli? - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Iran | Potret Online
    #Hegemoni
    Eskalasi dan Keseimbangan: Menimbang Ulang Kekuatan, Pembalasan, dan Perdamaian di Timur Tengah
    26 Mar 2026

Sementara itu, Amerika Serikat, seperti biasa, hadir sebagai komentator aktif. Mereka bantu Israel mencegat rudal, lalu menggertak Iran, “Kalau terus begini, akan ada konsekuensi lebih keras.” Konsekuensi? Dunia sudah cukup keras tanpa perlu ditambah satu perang nuklir lagi. Tapi tampaknya, diplomasi kini seperti Windows 98, sudah ketinggalan zaman dan sering crash.

Jangan lupakan, perundingan nuklir yang dijadwalkan antara Iran dan AS di Oman pada 15 Juni resmi berubah jadi lelucon internasional. Iran menyebutnya “tidak berarti”dan kita pun harus mengakui, apa gunanya meja bundar kalau yang datang membawa granat?

Tapi, di balik semua itu, ada yang selalu hilang dari layar TV dan konferensi pers, manusia. Mereka yang terbakar di dalam mobil, yang kehilangan rumah dalam semalam, yang menggendong anaknya ke tempat perlindungan hanya untuk disambut reruntuhan. Mereka bukan headline. Mereka bukan statistik. Mereka adalah sisa-sisa kemanusiaan yang tidak pernah jadi trending topic.

Perang ini bukan tentang menang atau kalah. Ini tentang kehilangan yang tak bisa dihitung, tentang dunia yang begitu canggih menciptakan rudal, tapi gagal menciptakan belas kasihan.

Selamat datang di peradaban. Tiketnya gratis, tapi nyawanya mahal.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung

Next Post

Sapi Kurus, Harga Diri, dan Kedaulatan Ekonomi di Tengah Krisis

Next Post
Menghitung Korban Perang Iran vs Israel, Siapa Peduli? - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Iran | Potret Online

Sapi Kurus, Harga Diri, dan Kedaulatan Ekonomi di Tengah Krisis

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah