POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Gaza

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Januari 31, 2026
in #Gaza, Amerika, Indonesia, Internasional, Israel, Palestina, Politik
0
Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - IMG_7566 | #Gaza | Potret Online

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh,


Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Board of Peace (BoP), yang dalam praktiknya identik dengan Abraham Accords, bukanlah forum perdamaian, melainkan instrumen politik untuk menormalisasi penjajahan Israel atas Palestina. Klaim “perdamaian” yang dibawa oleh Donald Trump hanyalah topeng untuk melanggengkan dominasi Israel dan menghapus sejarah perjuangan rakyat Palestina.

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - e1e47971 c712 4dd7 848d 26c712b16a6d | #Gaza | Potret Online
Baca Juga
Artikel
METODE ATAU SISTEM YANG PERLU DI KAJI ULANG?
17 Des 2024
Selengkapnya

BoP adalah proyek kolonialisme modern yang berbahaya, karena berusaha mengubah wajah penjajahan menjadi seolah-olah sebuah konsensus internasional.


Indonesia, dengan keterlibatannya, telah mengkhianati konstitusi yang jelas menolak segala bentuk penjajahan. Lebih dari itu, Indonesia berusaha menghapus sejarah bahwa Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia ketika banyak negara lain menolak. Pengkhianatan ini bukan hanya diplomatik, tetapi juga moral dan historis.

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - 1000491416_11zon | #Gaza | Potret Online
Baca Juga
Politik
Cara Prabowo Melawan Tarif Donald Trump
10 Apr 2025
Selengkapnya


Jonathan Tonge dalam Comparative Peace Processes menegaskan bahwa banyak proses perdamaian di dunia gagal karena tidak menyentuh akar konflik. Ia menulis: “Peace processes that ignore the fundamental grievances of the oppressed are doomed to fail; they become mechanisms of control rather than liberation” (Tonge, 2014: 88). Kutipan ini menunjukkan bahwa BoP hanyalah mekanisme kontrol, bukan solusi.


Oren Barak dalam artikelnya tentang kegagalan proses perdamaian Israel–Palestina juga menegaskan hal yang sama. Ia menulis: “The Oslo process institutionalized Palestinian weakness and failed to address the asymmetry of power, thereby ensuring its collapse” (Barak, 2005: 721). BoP adalah kelanjutan dari kegagalan Oslo, sebuah forum yang hanya memperkuat kelemahan Palestina dan mengabadikan dominasi Israel.

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - 015d1fa7 a1ec 4be9 88ff 085b6c469014 | #Gaza | Potret Online
Baca Juga
#Sumbangan Aceh
Menjaga Aceh, Menyelamatkan Republik: Refleksi atas Luka Sejarah, Kepemimpinan, dan Etika Bernegara
11 Jan 2026
Selengkapnya


Majelis Mujahidin Indonesia dengan tegas menolak BoP, menyebutnya sebagai alat penjajahan yang berbahaya. Sikap ini sejalan dengan analisis akademik yang menilai bahwa perdamaian semu semacam ini hanyalah cara lain untuk memperpanjang penderitaan Palestina. BoP bukanlah wadah perdamaian, melainkan legitimasi penjajahan.


Kesimpulannya, Board of Peace adalah proyek kolonialisme yang berbahaya. Indonesia, dengan keterlibatannya, telah mengkhianati konstitusi dan sejarah solidaritas dengan Palestina. Sebagaimana ditegaskan oleh Tonge dan Barak, perdamaian yang mengabaikan keadilan hanyalah mekanisme kontrol. BoP adalah perdamaian semu yang memperpanjang penderitaan Palestina dan menormalisasi penjajahan.

Bibliografi
Barak, Oren. “The failure of the Israeli–Palestinian peace process, 1993–2000.” Journal of Peace Research 42.6 (2005): 719-736.
Tonge, Jonathan. Comparative peace processes. John Wiley & Sons, 2014.
Said, Edward W. Peace and its discontents: Essays on Palestine in the Middle East peace process. Vintage, 2012.
Slater, Jerome. “What went wrong? The collapse of the Israeli-Palestinian peace process.” Political Science Quarterly 116.2 (2001): 171-199.
Mac Ginty, Roger. “No war, no peace: Why so many peace processes fail to deliver peace.” International Politics 47.2 (2010): 145-162.

Previous Post

Menjaga Matahari Iman dalam Arus Zaman: Pendidikan, Peradaban Islam, dan Nafas Aceh

Next Post

Malam Minggu Tahlilan, Apakah Doa Sampai pada Almarhum?

Next Post
Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - c804f063 406c 4b81 adef 46ab28f5c6bd | #Gaza | Potret Online

Malam Minggu Tahlilan, Apakah Doa Sampai pada Almarhum?

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah