• Latest
Ternyata Salah - IMG_4189 | #Menulis Cerpen | Potret Online

Ternyata Salah

April 20, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Ternyata Salah

Redaksi by Redaksi
April 20, 2025
in #Menulis Cerpen, Cerpen Remaja
Reading Time: 3 mins read
0
Ternyata Salah - IMG_4189 | #Menulis Cerpen | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Aniesa Salsabila

Pelajar SMPIT Nurul Islah Banda Aceh

“kukuruyuk-kukuruyuk” terdengar suara ayam berkokok, aku tersontak kaget segera bangun dan duduk di atas kasur. Aku menoleh ke arah jam dinding menunjukkan pukul 06.00. Segera mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Tak lupa sebelum berangkat sekolah aku sarapan dengan terburu buru. Setelah sarapan aku menghampiri ibu dan ayah untuk berpamitan berangkat sekolah. 

Tanpa berlama lama, akupun berjalan keluar rumah dengan tergesa gesa untuk menuju sekolah yang terletak jauh dari rumahku. 

      Aku melirik jam tangan, sudah menunjukkan pukul 07.30 pertanda sudah telat, aku langsung berlari dengan kencang agar bisa sampai ke sekolah. Dari kejauhan sudah terlihat bangunan sekolah yang berwarna hijau dari balik pepohonan. Saat sampai di depan sekolah ternyata pintu pagar sudah ditutup.” Haduh hari ini terlambat lagi”ucapku sembari membungkukkan badan dan  memegang kedua lutut, karena lelah berlari. 

Aku memutuskan untuk duduk di samping pagar sembari menunggu guru untuk membuka pintu pagar.

    “Terlambat lagi kamu Nia, setiap hari terlambat, bingung saya mau kasih hukuman apa” ujar suara tersebut. Seketika aku langsung kaget dan berdiri,” ii-yaa b-buu maaf” ucapku terbata bata karena takut akan di tegur.” 

Ya sudah! masuk ke kelas, sekarang pelajaran ibu” ucap bu Yani guru IPS. Langsung aku berjalan menyusuri koridor sekolah dan masuk ke kelas 8-1.” Eh Nia kamu terlambat lagi hari ini” tanya Fika sahabatku.” Iya Fik, aku telat bangun. Sudah cape lari larian eh sampai ke sekolah telat juga, ketemu sama bu Yani lagi pagi pagi haduh bikin badmood aja” ujarku sembari meletakkan tas di atas kursi.

   “Ekhem permisii” ucap bu Yani memecahkan keributan kelas. Bu Yani pun melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas dan duduk di meja guru.”siapa yang disini namanya Nia” tanya bu Yani dengan nada yang agak tinggi. Mendengar namaku disebut aku tersontak kaget “ss-saya bu” ucapku dengan gugup.”. Tolong maju ke depan, dan jelaskan apa alasan kamu selalu pergi sekolah terlambat” ujar bu Yani. 

Dengan segala keberanian langsung aku maju ke depan kelas dan berdiri di depan semua murid.” saya terlambat karena rumah saya jauh bu” ujarku kepada bu Yani.” Oh jadi karena rumah kamu jauh kamu terlambat, emang tidak bisa bangun lebih awal ya?  Ya sudah kamu berdiri di atas meja selama pelajaran ibu karena kamu tidak disiplin” jelas bu Yani.

 “ TETETETET” bunyi bel istirahat pertanda pelajaran telah usai. Semua murid berhamburan keluar kelas. Dengan badan yang lemas aku duduk kembali di atas kursi setelah menahan pegal berdiri di atas meja.”Niaa yuk jajan”ajak Fika ,”Ngga Fik kamu aja duluan”jawabku. Aku benar benar lelah hari ini.”Huh bu Yani bener bener kejam” ketusku dengan kesal.

    Jam istirahat aku habiskan sendirian di dalam kelas sembari bermain rubik.” heh Nia dipanggil bu Yani ke bk” ucap Fika memecahkan fokusku yang sedang mengotak atik rubik.” Hah ngapain lagi aku ke bk? Sudah cape berdiri selama pelajaran ips” ucapku. Dengan perasaan kesal aku menuju ke ruangan bk, terlintas di fikiranku apa karena aku tak menghiraukan teguran teguran halus dari guru

”Permisi buk, tadi ibu manggil saya ya keruangan bk” Ucapku  menghampiri bu Yani di ruang bk. 

”Iya Niaa, silahkan duduk”jawab bu Yani. 

Seketika aku dilanda keringat dingin karena aku melakukan kesalahan yang sama lagi.

”nak ibu harus gimana lagi biar kamu tidak terlambat, kamu tahu kenapa ibuk berdiriin kamu di atas meja? ”tanya bu yani.”

Tidak buu”jawabku.”Karena lelah kamu hari ini tidak sebanding dengan lelah kamu di masa depan, jika kamu tidak disiplin. Ibu menghukum kamu bukan karena ibu kejam, tetapi karena ibu sayang pada kamu. Ibu ingin semua murid ibu jadi anak yang sukses” Jelas ibu Yani.

Tak terasa ternyata air mataku berlinang, penilaianku terhadap bu Yani salah.Ternyata bu Yani menghukum aku karena ibu ingin seluruh muridnya menjadi anak yang sukses termasuk aku. Akupun berterima kasih kepada bu Yani karna telah menyadarkanku bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan di masa depan.”Maaaf ya bu ternyata selama ini penilaian saya terhadap ibu salah. Ternyata ibu menghukum saya karena ibu sayang terhadap saya”

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Ternyata Salah - 2025 04 21 08 07 50 | #Menulis Cerpen | Potret Online

Sebelum Dimakamkan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com