• Latest
Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut

Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut

Juni 14, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Juni 14, 2025
Reading Time: 3 mins read
Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut
602
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Seminggu terakhir, Indonesia digemparkan oleh empat pulau di Aceh mendadak ‘dimutasi’ ke Sumatera Utara. Dalangnya? Siapa lagi kalau bukan Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Seorang mantan pemburu teroris internasional, kini menjadi tukang geser koordinat paling berpengaruh di republik ini. Kalau Google Maps bisa bicara, mungkin dia sudah minta cuti karena burnout geser-geser wilayah.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Jangan salah, ini bukan sembarang Tito. Ini Tito yang jika ente menyebut namanya di depan para teroris, mereka bisa langsung gemetar sambil baca istighfar. Tapi anehnya, akhir-akhir ini namanya justru bikin warga Aceh panas dingin. Bukan karena dia pakai rompi Densus, tapi karena tanda tangan mautnya yang bikin empat pulau mendadak kabur ke Sumut. Tapi mari kita jangan langsung ribut. Sebelum menuding, mari kita kenalan dulu dengan beliau.

Lahir di Palembang, 26 Oktober 1964, Tito ini bukan jebolan biasa. Waktu kecil sekolah di Xaverius, remaja di SMA 2 Palembang, lalu lanjut ke Akademi Kepolisian. Tentu saja, keluar sebagai lulusan terbaik. Masih kurang? Ia ambil master di Inggris, lanjut bachelor lagi di Selandia Baru (ya, dia kuliah dua kali sarjana, mungkin karena satu gelar terasa kurang), lalu Ph.D. di Singapura. Jangan heran kalau dia sekarang bisa menandatangani SK yang bikin peta berubah. Ini bukan karena salah ketik, ini karena ilmunya memang sudah level dewa koordinat.

Kariernya pun tidak main-main. Dari perwira muda, ia langsung masuk tim elite. Ia adalah otak operasi penangkapan Dr. Azhari, dedengkot teroris kelas kakap. Tito bukan cuma jago nembak, tapi juga jago mikir. Dia memimpin Densus 88 seperti memimpin orkestra, setiap serangan terencana, setiap langkah strategis. Saat orang lain sibuk urus SIM hilang, Tito sedang membongkar jaringan teroris lintas negara. Bahkan, saking seringnya memburu bom, Tito bisa dibilang punya radar internal untuk mendeteksi niat jahat.

Ketika dilantik jadi Kapolri, dia tidak cuma bawa tongkat komando. Dia bawa pendekatan baru, lunak dan keras sekaligus. Deradikalisasi? Jalan. Tindakan tegas? Tempur. Tito adalah Kapolri yang bisa ngomong soal teori strategi sambil garuk-garuk peta intelijen. Lalu dia naik kelas lagi. Kali ini jadi Menteri Dalam Negeri. Dari mengatur polisi, sekarang mengatur gubernur. Dari mendeteksi teroris, sekarang mendeteksi tumpang tindih wilayah administrasi.

Di sinilah kita sekarang. Ketika dunia sedang bingung antara AI dan pemanasan global, Tito justru bikin panas satu provinsi gara-gara SK. Tapi tenang, jangan buru-buru marah. Tito bukan orang yang asal tanda tangan. Dia kuliah lama, baca buku banyak, dan kemungkinan besar sudah berkonsultasi dengan satelit sebelum geser pulau. Jadi kalau ada empat pulau di Aceh yang nyelonong ke Sumut, itu bukan sihir, itu strategi. Atau minimal, itu birokrasi yang tidak bisa dijelaskan dengan logika warga biasa.

Yang jelas, Tito Karnavian adalah figur langka. Perpaduan antara polisi, profesor, teknokrat, dan sekarang, tanpa sengaja, kartografer. Dia tidak hanya hafal UU, tapi juga hafal koordinat. Bagi Tito, menjaga NKRI bukan hanya soal menjaga keamanan, tapi juga soal menjaga keakuratan garis-garis di peta. Lain kali sampeyan lihat peta Indonesia, dan merasa rumah nuan bergeser ke provinsi sebelah, jangan panik. Mungkin itu cuma efek samping dari seorang Tito yang terlalu pintar mengatur negara.

Tapi jangan salah. Tito tetap sosok jenius. Ia bisa menjelaskan doktrin kontra-radikalisasi sambil nyicip kopi Aceh Gayo. Ia bisa menjawab pertanyaan wartawan dengan kutipan Machiavelli. Ia bisa bicara strategi pertahanan sambil geser garis batas administrasi. Di tengah semua itu, rakyat cuma bisa bertanya, apakah besok rumah kami masih masuk provinsi yang sama?

Inilah Indonesia, tanah penuh kejutan. Di mana pulau bisa berpindah, wilayah bisa berselisih, dan Mendagri bisa menjadi dalang geopolitik. Dan Tito? Ia tetap tenang, tersenyum, mungkin sedang menyiapkan SK berikutnya, siapa tahu, mungkin kali ini memindahkan pulau ke Pontianak.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Ketika Guru SD Berteman dengan Teknologi: Belajar, Berkarya, dan Menginspirasi

Ketika Guru SD Berteman dengan Teknologi: Belajar, Berkarya, dan Menginspirasi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com