POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dapat DM dari Akun Tidak Ditemukan

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 1, 2025
Dapat DM dari Akun Tidak Ditemukan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Baru kali ini saya mendapat DM dari sebuah akun aneh. Seaneh-anehnya akun, minimal ada yang diikuti. Ini semua nol. Simak cerita saya ini sambil seruput kopi, wak.

Saat rebahan di sofa habis acara open house di rumah, sebuah DM masuk. Ia muncul tanpa salam, tanpa pamit, hanya menyisakan getar amarah dan aroma dendam pasif-agresif yang menggumpal di tiap katanya.

Inilah pesannya, kutipan aslinya, tanpa editan, karena keotentikan adalah harga mati:

 “Kalau mau jd penulis konten seharusnya netral. Sy perhatikan tulisan anda ttg ijazah, Jika anda sebut tifa..bahasa aja bertendensi memuji…sedangkan ttg keaslian ijazah beberapa kali anda tulis asli bahkan pakai font ukuran besar ASLI…..

Dr sini sy lgsg bisa tau sesungguhnya anda pendukung anis dan geng plus tifa.

Shame on you. Cari makan dgn tulisan menggiring opini. Tidak tau malu. Wajar anda di bully beberapa lalu..”

Saya baca pelan-pelan. Hening. Lalu tertawa. Lalu tepuk tangan sendiri. Betapa dramatis! Betapa meyakinkan! Ini bukan pesan biasa, ini mantra sakti dari dunia bayangan.

Tapi mari kita telusuri lebih dalam. Akun pengirimnya? “Akun Tidak Ditemukan.”

Jumlah postingan? 0.

Mengikuti siapa? 0.

Pengikut? 0 juga.

Sungguh representasi sempurna dari ketiadaan yang berisik.

📚 Artikel Terkait

Sang Putri

Nurmiaty: Buku Adalah Jendela Dunia

MK Memutuskan Wamen Dilarang Rangkap Jabatan

Mengikis Hoax, Mengikis Ketidaksejahteraan

Lalu, saya mencoba membalas, karena saya ingin berdialog secara sehat. Tapi apa daya, balasan saya mental. Akunnya menghilang. Lenyaaaaaap seperti jin tertiup angin. Sepertinya ia adalah bagian dari Pasukan Lempar Batu Sembunyi Tangan (LBST)—divisi elite yang hanya muncul saat menyerang, lalu kabur sebelum disapa.

Isu yang ia komentari pun bukan sembarangan. Tentang ijazah Presiden Jokowi, isu yang sudah dibahas di ruang publik, dari podcast dokter Tifa hingga bantahan dari pendukung Jokowi. Saya menuliskannya lengkap, jelas, dan tegas: ASLI—ya, saya tulis dengan huruf besar karena memang aslinya ASLI. Lalu karena saya menyebut dr. Tifa, saya dituduh sebagai pendukung Anies dan anggota Geng Tifa.

Maaf, apakah sekarang font jadi alat ukur ideologi? Kalau saya tulis asli kecil-kecil, berarti saya netral? Kalau saya tulis miring, berarti saya masih ragu-ragu? Kalau pakai huruf sambung, berarti saya simpatisan PKK?

Mari kita sepakati satu hal, ini bukan kritik, ini nyinyir berkedok moral.

Saya heran, orang yang merasa terganggu itu bahkan tidak bisa menampakkan wajah. Ia tak berani hadir sebagai manusia utuh. Padahal saya, dengan nama jelas, akun asli, tulisan terbuka, berani berdiri menyampaikan pendapat. Saya tak pernah menyembunyikan jari di balik akun fake, karena saya tahu, keberanian bukanlah menyelinap dalam gelap dan berteriak “shame on you” seperti juri reality show gagal.

Saya tidak menulis untuk menyenangkan semua orang. Saya menulis karena saya percaya, literasi bukan cuma soal baca-tulis, tapi tentang berani berpikir. Kalau tulisan saya membuat seseorang merasa horor, mungkin karena selama ini ia tinggal di dalam gua narasi sendiri, lalu kaget ketika ada cahaya lampu sorot argumen.

Lucunya, pesan itu malah jadi pupuk buat saya. Yang mengira saya akan berhenti menulis karena satu DM hantu, sungguh meremehkan kenikmatan dibenci oleh akun tak bernyawa.

Justru karena pesan itu, saya makin ingin menulis. Makin ingin menyampaikan. Makin ingin memeriahkan keriuhan nalar.

Wahai “Akun Tidak Ditemukan”, terima kasih atas semangatnya. Tanpa kamu, tulisan ini mungkin tak pernah lahir. Tanpa kamu, saya tak tahu kalau ukuran font bisa jadi tuduhan politik.

Tanpa kamu, saya tak tahu kalau keberanian bisa semudah sembunyi.

Kepada semua yang membaca, teruslah berpikir, teruslah menulis. Kalau kau diganggu akun hantu, balaslah dengan satu, tulisan baru.

Sebuah pengalaman berharga. Pengalaman dapat DM aneh. Sebuah amunisi untuk saya terus menulis. Segala konsekuensi harus siap dihadapi demi semakin ramai orang melek literasi. 

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00