HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rahmat Allah di Bulan Ramadhan

Nurkhalis Muchtar by Nurkhalis Muchtar
Maret 30, 2025
in #Doa di Bulan Ramadan, Agama Islam, Artikel, Mozaik Ramadan, puasa
Reading Time: 6 mins read
0
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc, M.A

Baca Juga

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026

Ramadhan adalah bulan yang istimewa dan penuh keberkahan. Ramadhan hadir seperti ‘tamu’ yang membawa berbagai karunia anugerah yang dititipkan kepadanya oleh Allah Swt, baik bersifat ampunan, ganjaran pahala yang berlipat, kasih-sayang dari Allah Swt, maupun kebebasan dari api neraka. Kehadiran Ramadhan begitu ditunggu-tunggu dan dinantikan oleh para hamba Allah Swt yang senantiasa ingin mendapatkan ridha dan kasih sayang-Nya.

Para ulama telah menulis dalam berbagai literatur yang menjelaskan betapa Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Imam al Ghazali misalnya, menjelaskan dalam karyanya Mukhtashar Ihya’ Ulumuddinberbagai aspek yang berkaitan dengan Ramadhan. Al Ghazali mengawali kitabnya dengan membahas tentang keutamaan puasa Ramadhan dengan menyebutkan beberapa hadis berkaitan tentang fadhilah dari puasa Ramadhan yang pahalanya begitu melimpah. 

Bahkan dalam hadist qudsi disebutkan bahwa puasa dan amal ibadah yang dilaksanakan, disandarkan kepada Allah Swt, dan hanya Allah saja yang layak memberikan balasan terbaik bagi orang yang berpuasa.

Pada bagian kedua, Imam al Ghazali menyebutkan mengenai beberapa hukum yang berkaitan dengan fiqih puasa, dengan menyebutkan rukun, dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Selain itu, beliau masih dalam Mukhtashar Ihya Ulumuddin membagi derajat dan tingkatan bagi orang-orang yang berpuasa, mulai dari puasa umum, puasa khusus dan puasa khusus dari yang khusus. Sedangkan di bagian terakhir dari karyanya tersebut Imam al Ghazali menjelaskan tentang hal-hal yang mubah yang sepatutnya dihindari ketika seseorang berpuasa. Pada bagian akhir beliau menjelaskan mengenai puasa-puasa sunnah dalam setahun.

Selain Al Ghazali, ada ulama lainnya seperti Syekh Abu Bakar Syattha al Dhimyathi dalam karyanya Hasyiah I’anah Thalibin menyebutkan sebuah hadits penting yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Baihaqi dalam KitabSyu’abul Iman dari sahabat Rasulullah Saw Salman al Farisi sebuah hadits yang panjang redaksinya mengenai keutamaan bulan Ramadhan. Hadits yang dimaksudkan itu juga dinukil pula oleh Pakar Hadits Maroko Syekh Abdullah Shiddiq al Ghumari dalam bukunya yang berjudul Silsilah Saadah al Ghumari. 

Redaksi hadits tersebut berbunyi “wahai sekalian manusia, sungguh kalian dinaungi oleh bulan yang penuh dengan keagungan dan keberkahan. Pada bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. 

Allah Swt menjadikan puasa di bulan itu sebagai sebuah kewajiban, dan mendirikan malamnya sebagai amalan sunnah. 

Barangsiapa yang melaksanakan satu amalan sunnah di bulan itu, sama dengan amalan fardhu di bulan lainnya, dan barangsiapa yang beramal fardhu, sama dengan tujuh kali amalan fardhu di bulan lainnya. Ianya bulan kesabaran, dan kesabaran pahalanya adalah surga…..hingga akhir hadits”. 

Di antara isi redaksi hadits tersebut di atas adalah Rasulullah Saw menyebutkan bahwa bulan Ramadhan di dalamnya ada Rahmat Allah, terutama pada fase sepuluh pertama, sedangkan pada fase pertengahan ada ampunan, dan pada bagian akhir puasa ada kebebasan dari api neraka. Walaupun memang harus diakui ada ulama yang memandang bahwa hadits tentang pemetaan fase Ramadhan pertama rahmat, fase kedua ampunan dan fase ketiga kebebasan dari api neraka adalah Dhaif (lemah) kualitas haditsnya. 

Namun pendapat kita memilih pandangan kebolehan mengamalkan hadits di atas karena bersandar kepada para Imam-imam hadits yang telah disebutkan yang memandang kebolehan beramal dengan hadits riwayat Imam Ibnu Khuzaimah.

Apalagi bila memperhatikan kepada subtansi hadis, maka sama sekali tidak berbenturan dengan hadist-hadits yang lain, terutama hadits yang sahih. Semua sepakat bahwa di dalam Ramadhan mencakup berbagai macam karunia Allah, baik yang sifatnya ampunan, ganjaran pahala yang berlipat, rahmat Allah Swt, maupun kebebasan dari api neraka. 

Yang menjadi persoalan hanyalah mengenai pemetaan saja, atau fase-fase yang menurut hemat penulis, tidaklah subtantif untuk dipersoalkan, karena secara kandungan hadits tersebut tidak bermasalah.

Lain halnya dengan ulama kontemporer dari Syiria yaitu Syekh Musthafa Khin, Syekh Musthafa al Bugha, Syekh Ali Syarbaiji yang memberikan porsi yang besar untuk pembahasan puasa, mulai dari defenisi puasa, dalil pensyariatan, hikmah-hikmah, syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan puasa, adab-adab berpuasa yang diakhiri dengan pembahasan iktikaf sebagaimana yang yang terdapat dalam Kitab Fiqh al Manhaji.

Khusus dalam pembahasan adab-adab berpuasa, para ulama tersebut menjelaskan beberapa amalan yang sangat dianjurkan dilaksanakan untuk menggapai Rahmat Allah di bulan Ramadhan. Di antara amalan yang disebutkan adalah; mendahulukan berbuka ketika telah tiba waktu berbuka, berbuka dengan kurma atau bila tidak ada kurma maka dengan air putih, membaca doa ketika berbuka, mengakhirkan makan sahur, tidak berbekam dan bercelak pada siang hari, meninggalkan perkataan, perbuatan dan hal-hal yang tidak patut. 

Semua amalan yang dianjurkan, maupun yang diperintahkan untuk ditinggalkan bermuara kepada bagaimana menggapai rahmat Allah Swt dan menjauhi murka-Nya. 

Pertanyaan berikutnya adalah amalan apa yang dilaksanakan sehingga seseorang bisa menggapai rahmat Allah?. Dalam hal ini, Rasulullah Saw, menjelaskan banyak sekali amalan yang menyebabkan seseorang mendapat rahmat Allah Swt, tentunya dengan melaksanakan semua tuntunan Rasulullah Saw dalam berpuasa. 

Pada siang Ramadhan misalnya, ketika sedang berpuasa, seorang yang berpuasa mengisi harinya dengan menjaga puasa agar tidak batal, mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari disertai dengan niat tulus ikhlas karena mengharap ridha Allah Swt. Hamba tersebut mengisi harinya dengan membaca Al-Qur’an, mentadaburi maknanya, dan bahkan memaknai isi kandungan Al Qur’an dalam kehidupannya sehari-hari.

Selain membaca Al-Qur’an, ia juga bisa melaksanakan amalan i’tikaf yang sangat disukai oleh Rasulullah Saw, memberikan paket berbuka bagi orang yang berpuasa Ramadhan, atau bahkan ia bersedekah, karena sedekah yang paling utama adalah sedekah yang diberikan dalam bulan Ramadhan. Rasulullah Saw terkenal dermawan, namun ketika Ramadhan tiba, beliau bertambah-tambah kedermawananannya seperti angin yang bertiup.

Ibadah lainnya yang bisa dilaksanakan pada siang hari adalah melatih diri dengan kesabaran karena sabar ganjarannya ialah surga. Dalam keadaan perut lapar karena berpuasa, maka potensi marah tentu memungkinkan untuk terjadi. Namun berpuasa yang benar, bisa meredam amarah yang berasal dari nafsu.

Banyak sekali amalan yang bisa dilaksanakan untuk menggapai karunia Rahmat Allah Swt di bulan Ramadhan.Apalagi pada malam bulan Ramadhan, seseorang menggapai karunia Allah dengan mendirikan malam dengan berbagai amal ketaatan yang disebutkan dalam banyak hadits ialah shalat malam atau shalat tarawih witir, yang disertai dengan ibadah-ibadah lainnya termasuk pula tadarus Al-Qur’an, tafakur dan amalan lainya. 

Amalan-amalan yang telah disebutkan,berpotensi mendapatkan Rahmat Allah Swt apabila disertai dengan penuh keimanan dan niat yang tulus karena mengharapridha Allah Swt saja. Sehingga Allah Swt melihat para hamba-Nya dengan pandangan kasih-sayang dan ampunan. 

Rahmat Allah sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat hadits begitu luas. Rahmat-Nya meliputi seluruh para hamba-Nya yang mengharap karunia Allah Swt dengan sungguh-sungguh dengan berbagai ketaatan di bulan Ramadhan. Dengan doa dan munajat yang senantiasa dipanjatkan, zikir-zikir yang membasahi lisan, maka limpahan karunia rahmat akan digapai.

Ramadhan sebagai bulan yang dikususkan dengan berbagai bonus pahala dari Allah Swt, tentunya dimaknai dengan kesungguhan dengan terus-menerus demi menjemput karunia yang Allah Swt yang dijanjikan melalui lisan Rasul-Nya. Tidak ada waktu yang dilalui di bulan yang mulia ini, melainkan hendaknya dihiasi dengan agenda-agenda ketaatan dan kepatuhan kepada Allah Swt. Karena waktu yang telah berlalu tidak pernah kembali hingga hari kiamat kelak.

Ramadhan yang kita rasakan sekarang juga begitu istimewa, mengingat telah banyak momentum waktu yang dilalui, mulai dari masa pandemi yang telah dihadapi oleh umat manusia di seluruh dunia, dan di tahun ini kita telah kembali bisa melaksanakan ibadah Ramadhan dengan perasaan senang dan penuh sukacita tentu. 

Maka semestinya jangan dilewatkan Ramadhan melainkan bisa dimaknai secara maksimal, agar berbagai cobaan yang melanda, diganti dengan rahmat dan kasih sayang daripada Allah Swt.

Keistimewaan Ramadhan tidak akan habis untuk dibahas dan diperbincangkan, karena inilah bulan yang dikhususkan bagi umat Islam untuk memaksimalkan berbagai macam ketaatan.Maka siapapun yang senang dengan kebaikan, maknailah bulan ini dengan berbagai kebaikan yang akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. 

Sedangkan orang yang biasa melanggar di bulan lainnya, di bulan yang mulia ini kurangi dan hentikanlah kesalahan tersebut, mari bertaubat!.

Rasanya tidak mampu dijabarkan begitu luasnya karunia rahmat Allah Swt yang dititipkan di bulan Ramadhan. Tidak akan kering tinta untuk menulis kemuliaan dan keistimewaan di bulan yang mulia ini. 

Yang pasti, semua kita memiliki potensi yang sama untuk menggapai karunia Rahmat Allah Swt, maka bersungguh-sungguhlah menjemput berbagai macam bonus pahala yang Allah Swt titipkan di bulan yang mulia ini. Tidak ada kata malas atau pun terlambat dalam beramal, karena Allah Swt menunggu para hamba-Nya untuk datang kepada-Nya dengan segenap kesungguhan. 

Mari berlomba-lomba menjemput rahmat dan ampunan Allah Swt, dan surga-Nya yang begitu luas yang dipersiapkan bagi hamba-hamba Nya yang bertaqwa. Karena sangat miris dan disayangkan, bila bulan Ramadhan berlalu, kita belum termasuk dalam golongan hamba-Nya yang mendapatkan berbagai pemberian yang diberikan oleh Allah Swt. Bahkan amat rugi bagi orang-orang yang menyia-nyiakan bulan yang penuh kemulian ini. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 281x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 232x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 187x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar, anak dari Drs H Mukhtar Jakfar dan Nurhayati binti Mahmud, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya. Mengawali pendidikan di SD Negeri Ladang Neubok, Tsanawiyah di SMP Cotmane, lanjut ke MTsN Blangpidie. Kemudian merantau ke Banda Aceh dan bersekolah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa yang ketika itu masih di Lampeneurut. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS RIAB, berangkat ke Bekasi Jawa Barat dan belajar di STID Mohammad Natsir pada jurusan Dakwah (KPI). Setahun ia di Bekasi, kemudian pulang dan melanjutkan di UIN Ar-Raniry pada jurusan Bahasa Arab. Mendapat beasiswa ke Mesir tahun 2006 ia dan menyelesaikan Strata Satunya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 2010 pada jurusan Hadits dan Ulumul Hadits. Lalu, melanjutkan ke Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Fiqih Modern dan selesai di tahun 2014 sebagai salah satu lulusan terbaik. Awal 2015 hingga akhir 2017 mengambil S3 di Universitas Bakht al-Ruda Sudan dan selesai di tanggal 10-10-2017 dalam usianya genap 31 tahun dengan nilai maksimal. Disela-sela penelitian S3, ia sempat mengenyam pendidikan di Pascasarjana IIQ Jakarta selama setahun pada kajian Al Qur'an dan Hadits. Pernah juga mengenyam pendidikan di beberapa pesantren, di antaranya adalah: Rumoh Beut Wa Safwan, Pesantren Nurul Fata dan Babul Huda Ladang Neubok, Dayah Mudi Cotmane, ketiganya masih di wilayah Aceh Barat Daya. Sambil mengikuti kuliah di Banda Aceh pada jenjang S2, ia sering mengikuti pengajian pagi di Dayah Ulee Titi, dan pernah mondok di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh. Selain itu juga pernah belajar dan mengajar di Dayah Terpadu Daruzzahidin Lamceu dan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkob Aceh Besar. Lalu, mendarmabaktikan ilmunya sebagai dosen dan pengajar di kampus negeri dan swasta, serta sebagai ustad di majelis-majelis taklim yang diasuhnya dalam pengajian TAFITAS Aceh, dan ia juga tercatat sebagai Ketua STAI al-Washliyah Banda Aceh,terhitung 2018-2022. Juga mulai berdakwah melalui tulisan, dan telah terbit beberapa tulisannya dalam bentuk buku dan karya ilmiyah lainnya. Salah satu buku yang ditulisnya adalah Membumikan Fatwa Ulama.  

Baca Juga

Artikel

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026
Artikel

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026
Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam
#Sejarah Islam

Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Maret 19, 2026
​TEOLOGI LIMBAH
Puisi

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Next Post
AI dan Transformasi Pembelajaran di Kelas Digital

AI dan Transformasi Pembelajaran di Kelas Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com