• Latest

Filosofi Kapak dan Guru Berkualitas

Oktober 31, 2016
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Filosofi Kapak dan Guru Berkualitas

Redaksiby Redaksi
Januari 29, 2025
Reading Time: 4 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
ilustrasi /beritasemasa.com.my
Oleh Muhamad Hamka
Mantan Ketua Umum PMII Kupang
Berdomisili di Aceh
Syahdan, ada seorang tukang potong kayu yang bekerja pada seorang juragan kaya. Hari pertama bekerja, sang pemotong kayu mampu membelah dua belas batang kayu sesuai dengan keinginan juragannya. Memasuki minggu kedua, sang pemotong kayu hanya mampu membelah delapan batang kayu. Hingga pada minggu berikutnya, ia hanya mampu membelah lima batang kayu, demikian seterusnya kuantitas kayu yang dibelahnya semakin menurun.
Sambil menggerutu dengan kondisinya tersebut, sang pemotong kayu ini datang kepada juraganya, melaporkan bahwa kemampuan dirinya dalam membelah kayu menurun drastis. Sang pemotong kayu ini khawatir bahwa sang juragan akan marah dan memecatnya. Namun, di luar dugaannya, sang juragan malah bertanya, “Kapan terakhir kali kamu asah kapakmu?” tanya si juragan. Si pemotong kayu pun menjawab, bahwa belum pernah sekalipun mengasah kapaknya tersebut sejak diterima bekerja.
Kapak dalam cerita di atas, sama dengan otak yang kita miliki. Apabila kita senatiasa mengasah otak dengan belajar, maka kecerdasan kita otomatis akan bertambah. Minimal, tetap bertahan pada level yang kita inginkan. Namun sebaliknya, apabila kita tidak mengasah otak kita dengan berhenti belajar, maka yakinlah kecerdasan kita pun akan menurun bahkan lebih jauh lagi akan menjadi tumpul. Jadi, pesan moral cerita di depan adalah jangan pernah berhenti mengasah otak kita dengan belajar; membaca, berdiskusi dan menulis. Karena dengan cara seperti inilah, eksistensi kita sebagai manusia berakal akan tetap terjaga.
Pun halnya dengan guru. Guru yang tak pernah berhenti belajar (mengasah otaknya) akan melahirkan banyak kreatifitas yang segar dan disukai anak didiknya dalam mengajar. Sementara guru yang hanya terpaku dengan materi ajar yang ada, tanpa mengelaborasi dengan pelbagai hasil bacaan, diskusi dan kegiatan menulis akan menjadi guru yang rigid dan membosankan bagi anak didiknya. Padahal, semua pakar pendidikan sepakat bahwa satu-satunya profesi yang tidak ada kata jeda untuk belajar adalah guru.
Namun faktanya sekarang hanya sebagaian kecil guru yang tekun mengasah otaknya dengan belajar. Bahwa ada guru yang senantiasa menjaga tradisi belajarnya dengan membaca dan menulis, itu bisa dihitung dengan jari. Sebagaian besar guru kalau tidak bisa dikatakan mayoritas, belum menjadikan aktivitas membaca dan menulis sebagai kewajiban bagi profesinya tersebut.
Padahal dengan membaca, wawasan berpikir guru akan ikut berkembang. Dimana bisa membuat guru menjadi fasilitator yang handal dalam memediasi keinginan belajar anak didik. Guru yang banyak membaca akan membuat anak didiknya betah bersama guru tersebut, karena ia mengikuti gaya belajar siswa dan punya segudang ide dalam merangsang kreatifitas belajar anak didiknya. Ide -ide tersebut tak sekonyong-konyong terjun dari langit, namun hadir oleh karena aktivitas membaca yang tekun.
Seturut dengan itu, dengan rajin menulis akan memudahkan guru dalam membuat lesson plan. Guru tak canggung lagi dalam menemukan metode yang tepat dalam menumbuhkan gairah belajar anak didik. Karena sudah ada lesson plan yang menjadi acuan. Lesson plan yang dibuat oleh guru yang biasa menulis adalah lesson plan yang orisinil serta punya korelasi yang positif bagi guru tersebut dalam mengajar. Karena ia paham betul dengan materi lesson plannya itu. Sementara guru yang tak terbiasa menulis kerap kehilangan otentisitas dalam penyusunan lesson plan karena terjebak dalam budaya copy paste. Sehingga berpengaruh pada penguasaan materi yang parsial.
Guru manajer dan pemimpin
Guru yang berkualitas akan lahir ketika budaya belajar senantiasa terinternalisasi dalam diri seorang guru. Guru sesungguhnya telah kehilangan ruhnya sebagai guru yang berkualitas, ketika ia tidak lagi peduli dengan kegiatan membaca, berdiskusi dan menulis. Guru yang hanya “mengada” tanpa ada usaha untuk “menjadi” adalah guru manajer; yakni guru yang kerjanya hanya piawai mengatur dan memerintah anak didik sesuai dengan kehendaknya. Sementara guru yang “menjadi” adalah guru pemimpin; yakni guru yang memosisikan dirinya sebagai fasilitator yang baik dalam menumbuhkan minat belajar dan menggali kecerdasan anak didiknya.
Untuk itu, menjadi kewajiban sebetulnya bagi sebuah sekolah untuk membangun tradisi diskusi (focus group discussion/FGD) bagi setiap guru. Harus disediakan satu waktu luang (2-3 jam) dalam sebulan atau sekali dalam dua minggu untuk mendiskusikan tentang perkembangan mutakhir dunia pendidikan, perkembangan belajar anak didik, dan kendala-kendala guru dalam kegiatan belajar-mengajar.
Agar tumbuh minat baca dan menulis guru, sekolah harus mewajibakan setiap guru sekali sebulan untuk membaca buku pendidikan dan kalau bisa buku yang baru terbit serta menulis resensinya. Sekolah harus mengalokasikan anggaran untuk membeli satu buku baru tentang pendidikan setiap bulan. Guru-guru yang mendapat tugas resensi akan membedah hasil bacaanya tersebut didepan guru-guru yang lain pada saat FGD. Dengan kegiatan bedah buku ini otak guru akan tetap terasah.
Kegiatan berdiskusi, membaca, dan menulis akan membuat guru menjadi berkualitas. Untuk itu, harus ada usaha sunggguh-sungguh dari pihak sekolah dan dinas pendidikan di setiap kabupaten/kota serta stakeholder pendidikan lainnya untuk mewujudkannya. Karena pendidikan yang bermutu hanya bisa terwujud oleh guru yang berkualitas. Semakin berkualitas guru, maka semakin bermutu pula pendidikan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
AI dan Embrio Liberalisme

AI dan Embrio Liberalisme

Maret 8, 2026

Discussion about this post

Next Post

Pacaran Terbuka di Negeri Syariat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com