Kopdar Dadakan di Depan Cikini: Silaturahmi yang Menguatkan Hati

Oleh Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.
Pagi yang cerah di kawasan Cikini menjadi momen yang menyenangkan bagi Omjay. Tanpa direncanakan jauh-jauh hari, Omjay berkesempatan melakukan kopi darat (kopdar) dadakan bersama sahabat literasi dan pegiat pendidikan, Pak Iwan Percik. Pertemuan sederhana itu berlangsung di depan kawasan Cikini yang teduh dan nyaman, ditemani semilir angin pagi serta rindangnya pepohonan yang membuat suasana semakin hangat dan akrab.
Dalam foto terlihat dua sahabat yang sama-sama menunjukkan jempol sebagai tanda semangat dan optimisme. Senyum yang mengembang di wajah mereka menggambarkan kebahagiaan karena masih diberi kesempatan untuk bertemu, berbagi cerita, dan saling menguatkan dalam perjalanan hidup serta pengabdian di dunia pendidikan.
Bagi Omjay, setiap pertemuan dengan sahabat merupakan anugerah yang patut disyukuri. Apalagi di tengah kesibukan masing-masing, masih ada waktu untuk duduk bersama, berbincang santai, dan bertukar pikiran tentang banyak hal. Mulai dari dunia pendidikan, literasi, perkembangan teknologi, hingga pengalaman hidup yang penuh pelajaran berharga.
Pak Iwan Percik dikenal sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan. Dalam pertemuan singkat itu, banyak ide dan inspirasi yang muncul. Obrolan mengalir begitu saja tanpa terasa waktu berjalan cepat. Kadang diselingi canda, kadang pula serius membahas masa depan pendidikan Indonesia di era kecerdasan buatan (AI) yang berkembang sangat pesat.
Omjay percaya bahwa silaturahmi adalah energi positif yang mampu memperpanjang umur, melapangkan rezeki, dan memperkuat persaudaraan. Tidak harus selalu dalam acara resmi atau pertemuan besar. Kopdar sederhana di pinggir jalan, taman kota, atau bangku taman seperti ini justru sering menghadirkan kehangatan yang lebih terasa.
Di tengah dunia yang semakin digital, pertemuan langsung tetap memiliki makna yang tidak tergantikan. Kita bisa melihat ekspresi sahabat, mendengar tawa mereka secara langsung, dan merasakan kedekatan yang sulit diperoleh hanya melalui layar gawai. Karena itulah Omjay selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan para sahabat di berbagai daerah.
Kopdar dadakan bersama Pak Iwan Percik ini menjadi pengingat bahwa persahabatan sejati tidak membutuhkan kemewahan. Cukup ada waktu, niat baik, dan hati yang tulus untuk saling menyapa. Dari pertemuan sederhana lahir ide-ide besar, semangat baru, dan motivasi untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara.
Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak melupakan pentingnya bertemu, berdiskusi, dan saling mendukung dalam kebaikan. Terima kasih Pak Iwan Percik atas waktu dan kebersamaannya. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, dan kesempatan untuk terus menebarkan manfaat kepada sesama.
Salam Literasi,
Omjay
Guru Blogger Indonesia
“Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.” ✍️📚😊












